Alex Zanardi meninggal dunia pada usia 59 tahun di sebuah fasilitas perawatan di Padova, Italia. Kabar duka itu menutup perjalanan seorang mantan pembalap Formula 1 dan atlet paralimpiade yang lama dipandang sebagai simbol keteguhan hati.
Ia wafat pada Jumat malam waktu setempat setelah kondisi kesehatannya terus memburuk akibat komplikasi dari luka berat yang dideritanya dalam beberapa tahun terakhir. Kepergiannya memicu gelombang belasungkawa dari dunia olahraga dan masyarakat luas yang mengenal Zanardi bukan hanya sebagai juara, tetapi juga sebagai sosok yang bertahan melalui cobaan ekstrem.
Warisan yang jauh melampaui lintasan balap
Wali Kota Noventa Padovana, Marcello Bano, menyampaikan duka mendalam atas meninggalnya warga kehormatan kota tersebut. Ia menegaskan bahwa dunia akan selalu mengingat Zanardi sebagai sosok yang tidak menyerah meski menghadapi tragedi paling berat.
Bano menyebut Zanardi sebagai “un grande campione, ma soprattutto un grande uomo” dan menilai senyumnya serta cara hidupnya meninggalkan teladan yang sulit ditandingi. Pemerintah daerah juga akan menetapkan lutto cittadino setelah tanggal pemakaman diumumkan.
Keluarga Zanardi merespons simpati yang datang dari berbagai penjuru dunia dengan pernyataan singkat. Mereka meminta privasi selama masa berkabung dan menyampaikan bahwa informasi mengenai upacara pemakaman akan diumumkan kemudian.
Tragedi 2020 yang mengubah segalanya
Kondisi fisik Zanardi tak bisa dilepaskan dari kecelakaan tragis pada 19 Juni 2020 saat ia mengikuti estafet handbike “Obiettivo Tricolore” di Pienza. Handbike yang dikendarainya bertabrakan dengan truk di jalur Statale 146 dan menyebabkan cedera kranial serta luka wajah yang sangat parah.
Setelah insiden itu, Zanardi menjalani perawatan intensif selama 32 hari di poliklinik Santa Maria delle Scotte. Ia juga menjalani sejumlah prosedur bedah saraf untuk menstabilkan kondisi otaknya, meski komplikasi medis jangka panjang terus membayangi pemulihannya.
Kasus kecelakaan tersebut juga sempat masuk ranah hukum. Penyidikan terhadap pengemudi truk, Marco Ciacci, dihentikan oleh hakim Ilaria Cornetti pada 23 Juli 2021 setelah pengadilan tidak menemukan bukti kelalaian pidana.
Akhir yang sarat makna bagi dunia olahraga
Kematian Zanardi terjadi tepat pada peringatan kematian Ayrton Senna, nama besar lain dalam sejarah balap dunia. Keterkaitan tanggal itu menambah lapisan emosional pada kabar duka yang mengguncang komunitas olahraga internasional.
Upacara pemakaman Alex Zanardi dijadwalkan berlangsung di Basilika Santa Giustina, Padova, pada hari Selasa pukul 11.00 waktu setempat. Hingga kini, keluarga masih meminta ruang untuk berduka sembari menunggu pengumuman resmi terkait perpisahan terakhir dengan sosok yang dikenang karena keberanian, dedikasi, dan semangat hidupnya.







