AirTag Gen 2 Resmi di Indonesia, Akurasi 50 Persen Lebih Jauh dan Suara Lebih Keras

Apple AirTag generasi kedua resmi masuk ke pasar Indonesia melalui distributor resmi. Perangkat pelacak barang ini langsung menarik perhatian karena membawa peningkatan pada akurasi pencarian dan kekuatan suara dibanding generasi sebelumnya.

Harga resmi satu unit AirTag generasi terbaru dipatok Rp 599.000. Hingga saat ini, informasi harga paket isi empat unit yang biasanya lebih ekonomis belum tercantum di situs distributor resmi, sehingga konsumen baru bisa mengacu pada harga satuan yang tersedia.

Akurasi pencarian naik berkat chip UWB baru

Pembaruan paling besar ada pada chip Ultra Wideband atau UWB generasi kedua. Teknologi ini membuat fitur Precision Finding bekerja lebih akurat dan diklaim mampu menjangkau lokasi barang hingga 50 persen lebih jauh dibanding model sebelumnya.

Peningkatan tersebut penting untuk pengguna yang sering melacak barang di area padat atau saat jarak pencarian tidak ideal. Dengan navigasi yang lebih presisi, tas, dompet, atau perlengkapan penting bisa ditemukan dengan langkah yang lebih cepat dan terarah.

Suara penanda dibuat lebih keras

Apple juga memperkuat sisi audio pada AirTag generasi kedua. Speaker bawaan kini diklaim 50 persen lebih keras, sehingga bunyi penanda lokasi lebih mudah terdengar saat proses pencarian berlangsung.

Peningkatan volume ini berguna ketika barang tertinggal di dalam ruangan, tertutup benda lain, atau berada di tempat yang ramai. Dalam situasi seperti itu, suara dari AirTag sering menjadi petunjuk paling praktis setelah pelacakan visual di ponsel.

Precision Finding bisa diakses lewat Apple Watch

Selain di iPhone, Apple memperluas akses ke fitur Precision Finding melalui Apple Watch seri 9 ke atas yang menjalankan WatchOS 26.2.1. Dukungan ini memberi opsi tambahan bagi pengguna yang ingin mencari barang tanpa harus selalu membuka iPhone.

Integrasi tersebut memperkuat ekosistem Apple dalam pelacakan perangkat. Pengguna bisa mencari barang dengan lebih fleksibel sesuai kondisi di lapangan, terutama saat perangkat utama tidak berada dalam jangkauan tangan.

Fitur berbagi lokasi untuk perjalanan dan kebutuhan harian

Apple juga menambahkan fitur berbagi lokasi sementara yang bisa dikirim ke kontak tepercaya maupun pihak ketiga, termasuk maskapai penerbangan. Fitur ini relevan saat barang tertinggal dalam perjalanan dan perlu dilacak bersama pihak terkait.

Hingga kini, lebih dari 50 mitra maskapai disebut sudah mendukung integrasi pelacakan tersebut. Dukungan ini membuat AirTag tidak hanya berguna untuk penggunaan harian, tetapi juga untuk kebutuhan mobilitas dan perjalanan.

Baterai tetap bisa diganti dan data tetap aman

AirTag generasi kedua masih memakai baterai koin CR2032 yang dapat diganti. Apple mengklaim masa pakai baterainya bisa mencapai lebih dari satu tahun, sehingga perangkat tetap praktis dipakai dalam jangka panjang.

Dari sisi keamanan, data lokasi dienkripsi melalui jaringan Find My dan tidak disimpan langsung di perangkat fisik AirTag. Pendekatan ini menjaga informasi pelacakan tetap berada dalam sistem yang dirancang Apple untuk keamanan pengguna.

Material lebih ramah lingkungan

Apple juga menonjolkan penggunaan plastik daur ulang sebesar 85 persen pada bagian penutup produk. Selain itu, kemasan penjualan kini memakai bahan serat secara penuh untuk mengurangi dampak limbah plastik dari kemasan sekali pakai.

Kombinasi peningkatan akurasi, suara yang lebih keras, dan dukungan fitur yang lebih luas membuat AirTag generasi kedua hadir sebagai pembaruan yang lebih fungsional. Kehadirannya di Indonesia memberi pilihan baru bagi pengguna yang membutuhkan pelacak barang dengan jangkauan lebih baik dan pengalaman pencarian yang lebih mudah.

Terkait