AI kini tidak hanya dipakai untuk otomatisasi kerja, tetapi juga mulai masuk ke ruang latihan bahasa di perusahaan. Teknologi ini diposisikan sebagai pelatih virtual yang membantu karyawan berlatih berbicara tanpa rasa sungkan, terutama saat harus berkomunikasi dalam konteks profesional.
Pergeseran ini terasa penting karena hambatan bahasa Inggris masih menjadi masalah besar bagi banyak pekerja di Indonesia. Di saat kerja lintas negara makin umum, perusahaan dituntut mencari metode pelatihan yang lebih personal, terukur, dan relevan dengan kebutuhan kerja sehari-hari.
Latihan yang Lebih Personal dan Kontekstual
Pemanfaatan AI generatif memberi ruang latihan yang lebih fleksibel dibanding kelas konvensional. Pengguna bisa berlatih presentasi, negosiasi, hingga komunikasi bisnis lewat simulasi interaktif tanpa takut dihakimi.
Country Director ELSA Business Indonesia, Yasser Muhammad Syaiful, menekankan bahwa kesiapan organisasi di era AI tidak cukup hanya soal teknologi. Ia menyebut kemampuan talenta untuk beradaptasi, berkomunikasi, dan memanfaatkan teknologi secara efektif sama pentingnya.
Yasser juga menegaskan bahwa investasi pada pengembangan keterampilan menjadi kunci untuk membangun organisasi yang lebih siap menghadapi perubahan serta meningkatkan Global Workforce Readiness. Melalui platform berbasis AI, perusahaan dapat menyesuaikan materi latihan dengan kebutuhan pekerjaan masing-masing karyawan.
Kemampuan Bahasa Masih Jadi Titik Lemah
World Economic Forum memproyeksikan bahwa literasi teknologi, berpikir analitis, dan pemanfaatan data akan makin penting hingga 2030. Namun, di lingkungan bisnis global, kemampuan berbahasa Inggris tetap menjadi syarat yang sulit diabaikan.
Masalahnya, EF English Proficiency Index 2025 menunjukkan kemahiran bahasa Inggris pekerja Indonesia masih berada di kategori rendah. Kondisi itu ikut memengaruhi dunia usaha dan membuat komunikasi lintas negara tidak selalu berjalan mulus.
Berikut ringkasan sejumlah data yang menggambarkan tantangan tersebut.
| Sumber | Temuan | Dampak |
|---|---|---|
| EF English Proficiency Index 2025 | Kemahiran bahasa Inggris pekerja Indonesia masih rendah | Menjadi hambatan komunikasi di dunia kerja |
| IDC 2025 | 78 persen perusahaan kesulitan berinteraksi dengan klien internasional | Komunikasi bisnis lintas negara terhambat |
| IDC 2025 | 74 persen responden mengaku hambatan komunikasi menurunkan efektivitas kolaborasi internal | Pengambilan keputusan ikut melambat |
Adopsi AI Meluas, Kesiapan Belum Merata
Masalah komunikasi itu muncul bersamaan dengan meningkatnya penggunaan AI generatif di kalangan pekerja. Laporan Work Trend Index 2024 dari Microsoft dan LinkedIn menyebut 92 persen pekerja di Indonesia sudah memakai teknologi itu dalam aktivitas sehari-hari.
Di sisi lain, Cisco AI Readiness Index 2025 menunjukkan hanya 23 persen organisasi di Indonesia yang benar-benar siap memanfaatkan AI secara optimal. Kesenjangan ini memperlihatkan bahwa adopsi teknologi belum otomatis diikuti kesiapan organisasi dan talenta.
Situasi tersebut juga menunjukkan bahwa persoalan utama bukan sekadar kurang kosakata. Yang lebih sering muncul justru rasa kurang percaya diri saat harus berbicara dalam situasi profesional.
Contoh Penerapan di PLN
Platform pelatihan bahasa berbasis AI itu sudah digunakan lebih dari 1.300 organisasi di berbagai negara, termasuk di Indonesia. Salah satu penerapan datang dari PT PLN (Persero) yang memanfaatkannya untuk meningkatkan kemampuan bahasa Inggris lebih dari 1.500 karyawan.
Program tersebut ditujukan untuk mendukung kolaborasi internasional di sektor transisi energi. Hasilnya, pelatihan itu disebut mampu meningkatkan produktivitas hingga 145 persen, sementara 84 persen peserta mengalami peningkatan kemampuan bahasa secara signifikan.
Bagi perusahaan, AI mulai dipandang bukan sekadar alat otomatisasi, melainkan sarana strategis untuk membangun sumber daya manusia yang lebih siap bersaing secara global. Dengan pendekatan ini, pelatihan bahasa tidak lagi bergantung pada kelas konvensional semata, tetapi bisa disesuaikan dengan kebutuhan kerja yang terus berubah.
| Organisasi | Pemanfaatan | Hasil |
|---|---|---|
| PT PLN (Persero) | Pelatihan bahasa Inggris untuk lebih dari 1.500 karyawan | Produktivitas naik hingga 145 persen |
| PT PLN (Persero) | Pelatihan bahasa Inggris untuk lebih dari 1.500 karyawan | 84 persen peserta mengalami peningkatan kemampuan bahasa secara signifikan |
