Erajaya Swasembada sedang mencari mesin pertumbuhan baru dari arah yang berbeda. Di bisnis korporasi dan pendidikan, perusahaan ini mulai bertumpu pada on-device AI agar perangkat tidak lagi dipandang hanya sebagai barang distribusi.
Pergeseran itu penting karena kebutuhan pelanggan B2B juga berubah. Perangkat kini diharapkan memberi nilai operasional, bukan sekadar memenuhi kebutuhan konektivitas atau menjadi pusat biaya.
AI di dalam perangkat membuka model baru
Chief Strategy, Research and Development Director Erajaya, Mark Jefferson Go, menjelaskan peluang tersebut dalam World AI Show Indonesia. Ia menilai kombinasi cloud dan perkembangan AI membuat perangkat keras saat ini cukup kuat untuk menjalankan kecerdasan buatan langsung di perangkat.
“Kami menyadari dengan munculnya cloud dan semua teknologi AI yang sedang berkembang, bahkan perangkat kerasnya pun kini cukup kuat untuk menjalankan AI di perangkat (on-device AI),” ujar Mark, dikutip Kamis (9/7/2026).
Menurut Erajaya, kemampuan itu melahirkan model hibrida. Proses data tidak lagi sepenuhnya bergantung pada cloud, melainkan bisa memadukan pemrosesan lokal dan komputasi eksternal.
B2B bergeser dari distribusi ke solusi
Di segmen korporasi dan pendidikan, era baru ini menuntut pendekatan yang lebih lengkap. Erajaya melihat ruang pertumbuhan lebih besar jika perangkat dibungkus dengan layanan solusi yang relevan untuk pengguna organisasi.
Selama beberapa tahun lalu, lini bisnis korporasi perseroan masih bertumpu pada pemenuhan komoditas perangkat keras. Namun manajemen menilai model itu punya batas jika hanya mengandalkan distribusi tanpa nilai tambah yang lebih kuat.
Karena itu, kemitraan strategis dengan Apple dan penyedia solusi teknologi lain dianggap penting untuk memperluas portofolio. Di saat yang sama, Erajaya juga mendorong peningkatan kemampuan tim internal agar bisa masuk lebih jauh ke layanan komersial.
| Fokus | Arah Bisnis | Implikasi |
|---|---|---|
| Korporasi dan pendidikan | On-device AI | Perangkat bisa memberi nilai tambah operasional |
| Portofolio B2B | Solusi lengkap | Bukan hanya distribusi perangkat keras |
| Pengembangan internal | Kemitraan dan peningkatan kemampuan tim | Mendukung perluasan layanan komersial |
POC jadi langkah awal untuk uji peluang
Langkah berikutnya adalah menyiapkan Proof of Concept atau POC untuk menguji peluang ekonomi jangka pendek dari penerapan AI tersebut. Tahap ini menunjukkan bahwa Erajaya tidak berhenti pada membaca tren, tetapi mulai menyiapkan implementasi nyata di pasar.
Dalam skema itu, perangkat keras tetap menjadi jangkar bisnis inti. Bedanya, kehadiran AI di perangkat membuat posisinya naik kelas menjadi bagian dari solusi yang lebih luas bagi pelanggan korporasi dan pendidikan.
Perubahan ini memperlihatkan arah baru bisnis B2B Erajaya saat pasar menuntut perangkat yang lebih cerdas dan lebih relevan. Bagi perusahaan, tantangannya kini bukan hanya menjual perangkat, tetapi memastikan perangkat itu benar-benar membantu kerja organisasi.
Source: teknologi.bisnis.com






