AI Buka Ancaman Baru bagi Data Digital, VIDA Dorong Autentikasi yang Lebih Kuat

Author: Cung Media

Kecerdasan buatan atau AI mempercepat layanan digital, tetapi juga memperbesar risiko yang tidak bisa dihadapi dengan perlindungan konvensional. Di tengah perubahan itu, VIDA menekankan bahwa benteng utama data kini ada pada autentikasi yang kuat dan identitas digital yang tepercaya.

Pesan tersebut mengemuka dalam Garuda AI Impact Summit 2026, saat perusahaan keamanan identitas itu mengingatkan bahwa ancaman digital tidak lagi berhenti pada kebocoran data. Tantangan berikutnya adalah memastikan data yang sudah tersimpan tidak bisa dimanfaatkan oleh pihak yang tidak berwenang.

AI mengubah cara ancaman bekerja

Dalam keynote speech, Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Republik Indonesia Nezar Patria menyoroti bahwa persoalan AI tidak hanya teknis. Transformasi ini juga menyentuh literasi digital, tingkat kepercayaan publik, dan kesiapan masyarakat untuk memakai teknologi secara bertanggung jawab.

Nezar juga menggambarkan bahwa kesenjangan digital di masa depan tidak lagi sekadar soal koneksi internet. Jurang baru akan muncul antara mereka yang mampu memanfaatkan AI secara produktif dan mereka yang tertinggal dalam transformasi digital.

Keamanan dan kenyamanan harus berjalan bersama

Founder dan Group CEO VIDA, Niki Luhur, menegaskan bahwa adopsi AI hanya akan berjalan baik jika masyarakat percaya teknologi itu aman. Menurut dia, keamanan dan kenyamanan tidak perlu dipertentangkan dalam layanan digital.

“Transformasi digital tidak harus mengorbankan keamanan demi kenyamanan, maupun sebaliknya. Dengan desain dan arsitektur sistem yang tepat, keduanya justru dapat berjalan beriringan,” ujar Niki dalam diskusi panel bertajuk AI for Digital Public Services.

Niki mencontohkan cara pelaku ransomware menggunakan kriptografi untuk mengenkripsi dan mengunci data korban. Pendekatan yang sama, kata dia, justru bisa dipakai untuk melindungi data agar tidak dapat digunakan pihak lain.

Autentikasi jadi lapisan penentu

Setelah data diamankan, persoalan berikutnya adalah mengendalikan siapa yang boleh mengaksesnya. Pada tahap inilah autentikasi menjadi sangat penting karena sistem harus memastikan identitas pengguna, menetapkan hak akses, dan mencatat aktivitas penggunaan data secara jelas.

VIDA menyebut sekitar 95 persen insiden pelanggaran keamanan data dan keamanan siber di dunia berakar dari sistem autentikasi yang lemah. Karena itu, penguatan autentikasi dipandang sebagai fondasi utama untuk membangun kepercayaan dalam ekosistem digital modern.

Secara umum, autentikasi dapat dilakukan lewat tiga pendekatan, yaitu something you know seperti password atau PIN, who you are seperti biometrik wajah atau sidik jari, serta what you have seperti perangkat atau token keamanan.

Penipuan digital makin kompleks

VIDA juga mengingatkan bahwa data pribadi yang sudah bocor ke internet tidak lagi bisa dijadikan satu-satunya bukti identitas pemilik akun. Risiko ini makin besar karena AI dapat dimanfaatkan untuk menjalankan berbagai modus penipuan digital.

Ancaman tersebut bisa menyasar wajah, suara, perangkat, jaringan, hingga pola perilaku pengguna. Kondisi ini membuat sistem identitas digital harus dirancang lebih kuat dan lebih adaptif terhadap perkembangan ancaman.

Indonesia dinilai punya modal penting

Di tengah meningkatnya ancaman siber, VIDA mengapresiasi langkah pemerintah Indonesia dalam membangun fondasi identitas digital nasional yang lebih kuat. Niki menilai Indonesia sudah memiliki standar verifikasi identitas yang mengacu pada praktik terbaik global dan terus diperkuat lewat regulasi yang adaptif.

Menurut dia, teknologi, standar keamanan, dan regulasi sebenarnya sudah tersedia. Tantangan utamanya kini adalah mempercepat implementasi di berbagai sektor layanan digital agar manfaatnya bisa dirasakan lebih luas.

Niki menyebut AI berpotensi menjadi game changer bagi keamanan digital jika implementasinya berjalan cepat dan konsisten. Di tengah perubahan itu, penguatan autentikasi dan identitas digital menjadi kunci untuk menjaga data tetap aman dan tetap berada di tangan yang berhak.

Terbaru