AFROTECH Conference 2026 datang dengan tanda yang sulit diabaikan: ajang ini kembali ke Houston dan memasuki ulang tahun ke-10. Konferensi yang mempertemukan profesional Black di bidang teknologi, bisnis, budaya, dan inovasi itu akan digelar di George R. Brown Convention Center pada 2-6 November.
Skala acaranya juga terlihat dari daftar pembicara yang terus bertambah. Sejauh ini, AFROTECH sudah menempatkan nama-nama dari teknologi, bisnis, kesehatan, kebijakan, hingga budaya ke dalam satu panggung yang sama.
Sorotan besar di tahun ke-10
Salah satu daya tarik utama datang dari gabungan nama yang mewakili banyak lapisan percakapan publik. Congresswoman Ayanna Pressley, Vic Mensa, Andrew Yang, dan pengacara hak-hak sipil Lee Merritt masuk dalam jajaran pembicara yang akan membahas isu kebijakan dan dampak sosial.
Di sisi budaya dan bisnis, AFROTECH menghadirkan Troy Millings dan Rashad Bilal dari Earn Your Leisure, Louis Carr dari BET Networks, Ryan Wilson dari The Gathering Spot, serta Willonius “King Willonius” Hatcher. Susunan ini menunjukkan bahwa konferensi tersebut memberi ruang yang setara bagi budaya, bisnis, dan pengaruh komunitas.
Kehadiran Louis Carr menjadi salah satu nama yang menonjol dalam daftar tersebut. Tokoh dari BET Networks itu hadir bersama figur lain yang selama ini dikenal aktif membentuk percakapan di ruang media, bisnis, dan budaya.
Fokus lintas 13 jalur pembahasan
Tahun ini, AFROTECH menyiapkan program dalam 13 jalur pembahasan. Topiknya mencakup kecerdasan buatan, keamanan siber dan risiko, engineering, product dan design, marketing dan advertising, fintech, healthcare, government and civic engagement, energy and sustainability, entrepreneurship, data, serta future of work.
Ruang diskusi yang luas ini membuat AFROTECH tidak sekadar menjadi konferensi teknologi. Ajang ini juga memotret bagaimana teknologi bersinggungan dengan bisnis, layanan kesehatan, kebijakan publik, dan perubahan dunia kerja.
Nama Timnit Gebru termasuk dalam daftar awal yang diumumkan. Pendiri sekaligus executive director Distributed Artificial Intelligence Research Institute atau DAIR itu dikenal lewat kontribusinya dalam percakapan mengenai kecerdasan buatan dan teknologi baru.
Tokoh bisnis, teknologi, dan kepemimpinan
Dari sisi bisnis dan kepemimpinan, AFROTECH menghadirkan Carroll Chang selaku CEO Andela, Shannon Womack yang memimpin commercial marketing di Delta Air Lines, Monique Idlett pendiri dan managing partner Reign Ventures, serta Larry Quinlan, mantan global CIO Deloitte dan lima kali board director. Kehadiran mereka menegaskan fokus konferensi pada strategi bisnis, skala perusahaan, dan kepemimpinan eksekutif.
Daftar itu memperlihatkan bagaimana AFROTECH menjaga keseimbangan antara figur pendiri, pimpinan korporasi, dan pembuat keputusan. Kombinasi tersebut menjadi penting karena konferensi ini memang menempatkan pertumbuhan bisnis dan kepemimpinan sebagai bagian dari pembahasan utamanya.
Kesehatan, investasi, dan dampak industri
Bidang kesehatan tetap mendapat porsi besar dalam agenda tahun ini. Pembicara di kelompok ini meliputi Dr. Uché Blackstock, pendiri dan CEO Advancing Health Equity, Dr. Jessica Shepherd, chief medical officer Hers, Vindell Washington, chief physician executive Verily, dan Shannon Martin, principal nurse practitioner Microsoft.
AFROTECH juga menambahkan nama dari sektor keamanan, investasi, dan layanan kesehatan. Mereka antara lain J. Nicole Dove dari Riot Games, Tope Iluyomade dari BetterUp, Denise Bailey-Castro dari Westbrook, Kobie Fuller dari Upfront Ventures, Tanya Sam dari The Ambition Fund, Dr. Kulleni Gebreyes dari Deloitte Consulting LLP, dan Tiffani J.B. dari Cedars-Sinai Medical Center.
Penyelenggara menyebut masih ada lebih banyak pembicara yang akan diumumkan dalam beberapa bulan mendatang. Dengan ribuan profesional, founder, eksekutif, investor, dan inovator yang diperkirakan hadir, AFROTECH Conference 2026 diposisikan sebagai salah satu pertemuan terbesar untuk percakapan lintas teknologi, bisnis, budaya, healthcare, policy, dan bidang lain yang terus berkembang.







