Adhi Karya Ganti Pengurus, Ini Sinyal Arah Baru Di Tengah Tekanan Proyek Besar

PT Adhi Karya (Persero) Tbk atau ADHI kembali menata pengurusnya lewat Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan untuk tahun buku 2023 yang digelar pada medio 2024. Perubahan ini langsung menjadi sorotan karena menyentuh jajaran direksi dan komisaris, dua unsur yang akan menentukan arah kerja perusahaan ke depan.

Langkah tersebut datang di tengah tekanan industri konstruksi yang masih menuntut eksekusi proyek cepat, tata kelola yang kuat, dan disiplin keuangan. Adhi Karya pun menegaskan fokusnya tetap pada penyelesaian proyek strategis nasional, transformasi bisnis berbasis keberlanjutan, serta upaya menjaga stabilitas keuangan.

Susunan direksi terbaru

Dalam keputusan pemegang saham, Entus Asnawi Mukhson kembali dipercaya sebagai Direktur Utama. Ia akan memimpin formasi direksi yang juga diisi A. Suko Widigdo sebagai Direktur Operasi I dan Pundjung Setya Brata sebagai Direktur Operasi II.

Posisi keuangan dan risiko tetap dipegang Bambang Krisminarno sebagai Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko. Sementara itu, Ki Syahgolang Permata menjabat Direktur Human Capital dan Sistem, dan Vera Kirana mengisi kursi Direktur QHSE dan Pengembangan Bisnis.

Komposisi ini menunjukkan bahwa ADHI tetap menempatkan operasi, keuangan, sumber daya manusia, serta pengembangan bisnis sebagai fungsi inti. Susunan tersebut juga memberi sinyal bahwa perusahaan ingin menjaga ritme eksekusi proyek sambil memperkuat pengendalian internal.

Penguatan di level komisaris

Perubahan tidak hanya terjadi di direksi, tetapi juga menyentuh Dewan Komisaris. Bob Arthur Lombogia kini menjabat sebagai Komisaris Utama, sejalan dengan upaya penyegaran struktur pengawasan perusahaan.

Manajemen menilai pembaruan pengurus sebagai bagian dari penguatan organisasi agar perusahaan lebih siap menghadapi tantangan industri konstruksi. Dalam keterangannya, perusahaan menekankan bahwa perubahan itu dimaksudkan untuk memastikan target bisnis tetap tercapai.

ADHI selama ini masih memusatkan perhatian pada proyek-proyek besar, termasuk pembangunan infrastruktur di Ibu Kota Nusantara dan proyek jalan tol trans-Jawa. Fokus tersebut membuat komposisi pengurus baru menjadi penting karena arah kebijakan perusahaan akan sangat bergantung pada sinkronisasi antara operasi, keuangan, dan pengawasan.

Dengan struktur terbaru ini, ADHI berharap bisa memperkuat posisi keuangan dalam mata uang Rupiah. Di saat yang sama, perusahaan ingin tetap menjaga nilai tambah bagi pemegang saham di tengah tantangan bisnis konstruksi yang belum mereda.

Source: mediaindonesia.com

Terkait