Acer AR Vision GR0, Layar 172 Inci Dalam 69 Gram yang Bisa Terhubung Ke iPhone Dan Android

Acer resmi masuk ke panggung smart glasses dengan AR Vision GR0, dan perangkat ini langsung mencuri perhatian karena fungsinya jauh melampaui kacamata pintar biasa. Produk ini diposisikan sebagai layar virtual portabel yang bisa dipakai untuk menonton, bermain game, hingga bekerja dengan sensasi visual yang menyerupai monitor sangat besar.

Langkah Acer ini juga menandai dorongan baru di pasar augmented reality yang selama ini lebih sering didominasi pemain besar. Di tengah pergeseran perangkat komputasi dari HP, laptop, dan smartwatch menuju perangkat yang makin personal, Acer membawa pendekatan yang ingin membuat layar besar terasa lebih dekat dan praktis dibawa ke mana-mana.

Layar virtual besar dalam bodi ringan

AR Vision GR0 hadir dengan bobot sekitar 69 gram, sehingga termasuk ringan untuk perangkat augmented reality dengan dua panel layar. Bobot yang rendah ini membantu pemakaian lebih lama tanpa memberi tekanan berlebihan di area hidung dan telinga.

Acer juga merancang bingkainya agar tetap modern dan tidak terlalu tebal. Untuk pengguna kacamata resep, perusahaan menyediakan dukungan lensa resep magnetik agar perangkat tetap nyaman dipakai tanpa perlu mengenakan dua lapis kacamata.

Di sisi tampilan, Acer membekali kacamata ini dengan dua panel Micro OLED Full HD 1920 x 1080 piksel untuk masing-masing mata. Layarnya memiliki refresh rate 60Hz dan diklaim mampu menghadirkan tampilan virtual setara layar 172 inci dari jarak pandang sekitar enam meter.

Dibuat untuk hiburan dan produktivitas

Ukuran visual seperti itu membuat AR Vision GR0 terasa seperti membawa bioskop pribadi ke mana pun pengguna pergi. Perangkat ini ditujukan untuk film, streaming, game, dan aplikasi produktivitas dengan ruang pandang yang lebih luas dibanding layar konvensional.

Acer juga menyebut cakupan warnanya mencapai 95 persen DCI-P3 dengan rasio kontras hingga 50.000:1. Kacamata ini mendukung tampilan 2D dan 3D, sehingga konten dapat ditampilkan dengan sensasi visual yang lebih mendalam.

Bisa tersambung ke Android dan iPhone

Berbeda dari headset AR yang mengandalkan prosesor internal, AR Vision GR0 memakai perangkat eksternal sebagai sumber komputasi. Kacamata ini bisa dihubungkan ke smartphone Android, perangkat iOS, laptop, dan komputer berbasis Windows.

Koneksi dilakukan lewat USB-C, sehingga pengguna dapat langsung memanfaatkan layar virtual besar untuk berbagai kebutuhan. Bagi pekerja profesional, perangkat ini dapat berfungsi sebagai monitor portabel saat bepergian, sedangkan bagi gamer, layar besarnya memberi pengalaman bermain yang lebih imersif tanpa perlu membawa monitor tambahan.

Audio dan pelacakan ikut disiapkan

Acer melengkapi AR Vision GR0 dengan speaker near-ear yang ditempatkan dekat telinga pengguna. Sistem ini dirancang untuk menghasilkan efek suara stereo alami tanpa perlu headphone tambahan.

Untuk menjaga pengalaman augmented reality tetap stabil, perangkat ini juga mendukung pelacakan kepala 3DoF atau Three Degrees of Freedom. Teknologi itu memungkinkan sistem membaca pergerakan kepala pengguna sehingga tampilan virtual terasa lebih natural saat digunakan.

Harga mulai 499,99 dolar AS

Acer memasarkan AR Vision GR0 mulai dari 499,99 dolar AS untuk pasar Amerika Serikat. Di Eropa, harganya dimulai dari 599 euro, sementara pasar Australia mendapat banderol sekitar 999 dolar Australia.

Hingga awal Juni 2026, Acer Indonesia belum mengumumkan tanggal peluncuran resmi maupun harga lokal. Informasi global menyebut perangkat ini akan hadir bertahap di berbagai wilayah mulai kuartal ketiga hingga kuartal keempat 2026, tetapi jadwal untuk Indonesia masih belum dipastikan.

Dengan bobot ringan, layar Micro OLED ganda, dukungan Android, iPhone, laptop, dan PC Windows, Acer AR Vision GR0 muncul sebagai salah satu kacamata AR yang paling menarik di 2026. Perangkat ini memperlihatkan arah baru komputasi personal yang semakin dekat dengan bentuk layar portabel, praktis, dan futuristis.

Source: yoursay.suara.com

Terkait