AC Milan Incar Ruben Amorim, Manchester United Lepas Beban Rp400 Miliar

Kabar kedatangan Ruben Amorim ke AC Milan membawa dampak besar bukan hanya untuk Rossoneri, tetapi juga untuk Manchester United. Jika kesepakatan itu benar-benar tuntas, United bisa terlepas dari kewajiban membayar sisa kompensasi pemecatan sang pelatih secara penuh.

Amorim disebut sudah sangat dekat menandatangani kontrak berdurasi dua tahun dengan opsi perpanjangan untuk musim ketiga. Di San Siro, ia diproyeksikan menjadi figur baru yang diharapkan mampu mengangkat performa Milan setelah dua musim yang belum stabil.

Milan bergerak cepat mencari arah baru

Sejumlah laporan dari Italia dan Inggris menyebut proses menuju kesepakatan berjalan lancar. AC Milan ingin segera mengamankan Amorim karena klub menilai proyek mereka membutuhkan penyegaran besar di kursi pelatih.

Kebutuhan itu tidak lepas dari hasil yang kurang memuaskan dalam dua musim terakhir. Milan gagal menembus empat besar secara beruntun dan hanya menutup Serie A di peringkat kedelapan serta kelima.

Situasi tersebut membuat klub memerlukan pelatih dengan karakter kuat dan rencana jangka menengah yang jelas. Amorim dinilai cocok dengan profil itu karena pengalaman dan reputasinya di level Eropa.

Manchester United ikut merasakan dampaknya

Di sisi lain, langkah Amorim menuju Milan memberi kabar baik bagi Manchester United. Begitu ia resmi bekerja di klub baru, Setan Merah tidak lagi memikul sisa kompensasi pemecatannya secara penuh.

Klausul pemecatan pada Januari 2026 mewajibkan United membayar pesangon sebesar 16,7 juta Paun. Dengan kurs 1 pound setara Rp 23.767, nilai itu nyaris menyentuh Rp 400 miliar.

Namun, saat Amorim kembali aktif melatih, beban finansial klub otomatis berkurang. Manajemen United pun terbebas dari sebagian besar kewajiban terkait kontrak sang pelatih.

Alasan pemecatan yang memicu biaya besar

United memutuskan melepas Amorim pada awal tahun ini setelah performa tim merosot tajam. Saat itu, Setan Merah tertahan di peringkat keenam klasemen sementara Premier League dan posisinya dinilai menyulitkan jalan menuju Liga Champions.

Situasi itu menjadi lebih rumit meski kuota kelolosan ke Liga Champions sudah bertambah menjadi lima besar. Manajemen kemudian bergerak cepat mencari pengganti agar target musim tetap terjaga.

Michael Carrick lalu ditunjuk sebagai suksesor di kursi kepelatihan. Keputusan tersebut terbukti efektif karena Carrick mampu mengangkat performa tim hingga United menutup musim di peringkat ketiga.

Pergerakan Amorim kini memperlihatkan bagaimana kebutuhan teknis Milan dan kepentingan finansial United saling terkait. Jika pengumuman resmi segera keluar, Milan mendapatkan pelatih baru untuk membangun proyeknya, sementara United berpeluang meredakan beban kompensasi yang sempat membayangi.

Terkait