Samsung semakin dekat ke pasar kacamata pintar berbasis AI, dan bocoran terbaru memberi gambaran paling jelas sejauh ini. Perangkat yang disebut Galaxy Glasses itu justru tampil dengan desain yang sangat mirip kacamata hitam biasa, bukan headset futuristis.
Pilihan desain seperti ini membuat Samsung langsung masuk ke arena yang selama ini dikuasai pendekatan sederhana ala Meta Ray-Ban. Di tengah tren wearable AI, tampilan yang membumi bisa menjadi pembeda utama sekaligus ancaman serius bagi rival yang lebih dulu populer.
Desain yang sengaja dibuat biasa
Video bocor berdurasi 27 detik yang dibagikan SamMobile memperlihatkan bentuk Galaxy Glasses dengan lensa persegi dan gagang yang cukup tebal. Area itu diduga menjadi tempat komponen elektronik utama disimpan tanpa merusak kesan ringkas di wajah.
Detail fisiknya juga terlihat cukup lengkap. Ada area sentuh di gagang kanan, tombol daya, indikator LED yang menghadap ke luar, serta kamera di sisi bingkai lainnya.
Rangka desain ini sejalan dengan bocoran render CAD yang sebelumnya sempat muncul. Dalam gambaran itu, Samsung juga disebut membawa desain bersih dengan bukaan kamera kecil dan branding yang sangat minim.
Kontrol sentuh dan kamera menjadi pusat perhatian
Salah satu animasi dalam video bocor itu menunjukkan kontrol sentuh di gagang kanan. Pengguna tampaknya bisa mengatur volume, mengontrol pemutaran media, dan menavigasi antarmuka lewat usapan satu atau dua jari.
Pola interaksi tersebut terdengar akrab bagi pengguna Meta Ray-Ban yang sudah lebih dulu bermain di kategori yang sama. Kemiripan ini memperkuat kesan bahwa Samsung sedang menyiapkan penantang langsung, bukan produk percobaan yang berdiri sendiri.
Kamera juga menjadi bagian penting dari perangkat ini. Tombol rana di bagian atas gagang kanan disebut bisa dipakai untuk mengambil foto dengan satu tekan, sementara tekan lebih lama akan memulai perekaman video.
Saat foto atau video diambil, LED eksternal disebut akan menyala sebagai penanda perekaman. Di sisi lain, LED yang menghadap ke dalam dikabarkan memberi notifikasi kepada pemakai.
Animasi lain juga memperlihatkan hasil foto dan video yang langsung muncul di ponsel Galaxy terhubung. Integrasi itu disebut berjalan lewat antarmuka Now Bar milik Samsung.
Dibangun sebagai wearable AI
Galaxy Glasses disebut akan diposisikan sebagai wearable yang berfokus pada AI. Perangkat ini kabarnya berjalan dengan Android XR dan memanfaatkan Gemini AI dari Google.
Bocoran sebelumnya menyebut perangkat ini mendukung tugas hands-free seperti mengambil foto, merekam video, menjawab pertanyaan, menerjemahkan secara langsung, navigasi belokan demi belokan, pemutaran musik, dan bantuan suara.
Sebagian besar pemrosesan berat diduga tidak dilakukan langsung di kacamata. Beban itu kemungkinan ditangani oleh ponsel yang terhubung, sehingga perangkat bisa tetap terasa ringan saat dipakai.
Arah ini menunjukkan Samsung ingin menjadikan kacamata pintar bukan sekadar aksesori kamera. Perusahaan tampaknya sedang membangun pintu masuk baru ke ekosistem AI yang lebih luas lewat perangkat yang nyaman dipakai sehari-hari.
Spesifikasi yang sejauh ini paling sering dibocorkan
Sejumlah laporan sebelumnya menyebut Galaxy Glasses memakai chipset Qualcomm Snapdragon AR1. Untuk konektivitas, perangkat ini dikabarkan mendukung Wi‑Fi dan Bluetooth 5.3.
| Komponen | Detail yang Dibocorkan |
|---|---|
| Chipset | Qualcomm Snapdragon AR1 |
| Kamera | 12 megapiksel, diduga Sony IMX681 |
| Konektivitas | Wi‑Fi, Bluetooth 5.3 |
| Baterai | 155mAh |
| Bobot | Sekitar 50 gram |
Di sektor kamera, kacamata ini disebut memakai sensor 12 megapiksel yang diyakini menggunakan Sony IMX681. Perangkat juga dirumorkan dibekali mikrofon bawaan, speaker directional, dan kontrol sentuh.
Samsung juga disebut menyiapkan lensa photochromic yang bisa menyesuaikan diri otomatis terhadap perubahan cahaya. Jika kabar itu benar, perangkat ini akan terasa lebih masuk akal untuk dipakai sepanjang hari.
Galaxy Glasses dikabarkan membawa baterai 155mAh dan diisi ulang melalui carrying case khusus. Bobotnya disebut berada di kisaran 50 gram, angka yang penting untuk perangkat yang memang dirancang dipakai lama di wajah.
Terhubung luas, tetapi Galaxy tetap diuntungkan
Bocoran dari aplikasi pendamping Samsung sebelumnya menunjukkan perangkat ini bisa bekerja dengan sebagian besar ponsel Android. Namun, ponsel Galaxy diperkirakan akan mendapat integrasi lebih dalam dibanding perangkat Android lain.
Petunjuk lain juga mengarah pada kompatibilitas dengan One UI XR, Galaxy Watch, dan Galaxy Ring. Integrasi yang lebih rapat dengan layanan Google seperti Maps dan Gemini menunjukkan Samsung sedang menyusun ekosistem AI yang saling terhubung.
Samsung belum mengumumkan Galaxy Glasses secara resmi. Meski begitu, pembicaraan yang beredar menyebut perangkat itu bisa diperkenalkan pada acara Galaxy Unpacked berikutnya di London pada 22 Juli.
Seluruh detail yang beredar sejauh ini masih berasal dari bocoran, jadi spesifikasi dan fitur akhirnya masih bisa berubah. Namun, video terbaru itu sudah cukup untuk menunjukkan satu hal penting, Samsung tampaknya serius menantang Meta di kategori kacamata pintar dengan formula yang terasa familier, ringan, dan mudah dipakai.
Source: www.indiatoday.in






