9 Ikan Konsumsi Ini Tetap Tangguh di Air Keruh, Cocok untuk Kolam Sederhana

Kolam yang airnya tidak selalu jernih bukan berarti sulit untuk dibudidayakan. Sejumlah ikan konsumsi justru dikenal tetap kuat tumbuh di air keruh, berlumpur, dan kondisi oksigen yang menurun.

Karakter ini membuat pilihan ikan menjadi faktor penting bagi pembudidaya yang mengandalkan kolam sederhana. Saat kualitas air berubah, jenis ikan yang adaptif bisa mengurangi risiko kegagalan dan tetap punya nilai jual yang baik.

Lele dan gabus, dua yang paling tahan kondisi berat

Lele termasuk ikan yang paling dikenal tahan air keruh karena memiliki organ pernapasan tambahan bernama arborescent. Organ ini membantu lele menyerap oksigen langsung dari udara, sehingga ikan ini tetap bisa hidup di kolam berlumpur dan kurang jernih.

Selain itu, lendir pada permukaan tubuh lele membantu melindungi dari infeksi bakteri dan mendukung pergerakan di lingkungan berlumpur. Gabus juga punya daya tahan tinggi karena mampu hidup di perairan keruh, dangkal, dan minim oksigen dengan bantuan organ pernapasan tambahan.

Ketahanan gabus terlihat jelas saat lingkungan memburuk, termasuk pada musim kemarau. Ikan ini bahkan dapat bertahan dengan bersembunyi di lumpur yang lembap.

Betok, gurame, dan patin sama-sama bisa beradaptasi

Betok dikenal kuat menghadapi lingkungan ekstrem, termasuk air keruh, suhu berubah, dan kadar oksigen yang turun. Daya tahannya didukung organ labirin yang membantu ikan ini mengambil oksigen dari udara.

Gurame juga tergolong tahan pada kondisi air keruh dan minim oksigen karena memanfaatkan organ labirin. Selama masih dapat mencapai permukaan air, gurame tetap bisa bertahan meski kualitas air menurun.

Patin lebih menyukai air bersih, tetapi ikan ini tetap mampu hidup di perairan keruh dan berlumpur. Patin tidak membutuhkan aliran air yang kuat dan masih dapat hidup di perairan tenang dengan kadar oksigen rendah.

Nila, mujair, mas, dan tawes cukup fleksibel di banyak kondisi

Nila menjadi salah satu ikan konsumsi yang banyak dipilih karena daya adaptasinya luas. Ikan ini dapat hidup di air tawar, air payau, dan lingkungan yang kurang optimal, serta mampu menghadapi perubahan suhu, pH, dan kualitas air.

Mujair yang masih berkerabat dekat dengan nila juga dikenal punya daya adaptasi tinggi. Ikan ini dapat hidup di berbagai lingkungan perairan dan cukup tahan pada kualitas air yang tidak selalu stabil.

Ikan mas memiliki toleransi yang baik terhadap perubahan lingkungan, termasuk kekeruhan tinggi, perubahan suhu, tingkat keasaman, dan kadar oksigen yang tidak stabil. Sifat ini membuatnya cukup mudah dibudidayakan di berbagai jenis perairan.

Tawes juga masuk daftar ikan air tawar bernilai ekonomi cukup tinggi dan relatif mudah dibudidayakan. Ikan ini mampu menyesuaikan diri di kolam tanah, kolam semen, tambak, dan keramba jaring apung.

Secara umum, sembilan ikan yang sering disebut tahan air keruh adalah lele, gabus, mas, patin, nila, gurame, betok, mujair, dan tawes. Masing-masing punya keunggulan adaptasi berbeda, mulai dari toleransi oksigen rendah hingga kemampuan hidup di perairan berlumpur.

Bagi pembudidaya, kecocokan ikan dengan kondisi kolam sering kali lebih penting daripada sekadar pertumbuhan dan pasar. Karena itu, ikan-ikan tangguh ini menjadi pilihan yang praktis saat kualitas air tidak selalu ideal.

Terkait