Pasar HP Rp1 juta sampai Rp4 jutaan makin ketat, dan pembeli kini terlihat lebih memilih perangkat yang benar-benar terasa manfaatnya dalam pemakaian harian. Baterai besar, layar 120 Hz, performa kencang, dan kamera dengan OIS mulai jadi kombinasi yang paling dicari.
Di kelas harga ini, beberapa model mencatat penjualan ribuan hingga belasan ribu unit. Angka itu menunjukkan bahwa konsumen tidak lagi berhenti di harga murah, tetapi juga menimbang daya tahan, kecepatan, dan fitur kamera yang lebih stabil.
| Model | Harga | Catatan Penjualan / Daya Tarik |
|---|---|---|
| Samsung Galaxy A07 | Rp1,7 jutaan | Lebih dari 5.000 unit |
| Redmi A7 Pro | Rp1,8 jutaan | Lebih dari 10.000 unit |
| Infinix Hot 70 | Rp2,2 jutaan | Skor AnTuTu V11 570.000+ |
| Redmi Note 15 4G | Rp2,7 jutaan | Lebih dari 16.000 unit |
| Techno Spark 50 | Rp2,8 jutaan | Terjual 2.000 unit |
| Infinix Note 60 | Rp4,4 jutaan | Lebih dari 5.000 unit |
| Vivo iQOO Z11 | Rp4,9 jutaan | Skor AnTuTu V10 1,2 juta |
Performa dan baterai masih jadi daya tarik utama
Samsung Galaxy A07 menjadi salah satu model yang kuat di segmen bawah dengan layar 6,7 inci PLS Infinity-U HD+ 90 Hz, Helio G99, RAM hingga 6 GB, dan memori 128 GB UFS 2.2. Daya tahannya ditopang baterai 5.000 mAh dengan fast charging 25W.
Redmi A7 Pro juga bergerak kencang dengan layar 6,9 inci IPS HD+ 120 Hz, Unisoc T7250, RAM 4 GB, serta pilihan penyimpanan 64 GB dan 128 GB. Ponsel ini membawa baterai 6.000 mAh yang diklaim mampu bertahan dua hari.
Infinix Hot 70 menonjol di kalangan gamer budget berkat Helio G100 Ultimate, RAM 8+8 GB, memori 256 GB, dan layar 6,78 inci IPS HD+ 120 Hz. Skor AnTuTu V11 yang menembus 570.000+ poin membuatnya terlihat lebih agresif di kelas harga tersebut.
Layar mulus dan baterai jumbo makin penting di kelas menengah bawah
Redmi Note 15 4G tampil sebagai salah satu model paling laris di kelasnya dengan total penjualan lebih dari 16.000 unit. Perangkat ini mengandalkan panel AMOLED 6,77 inci Full HD+ 120 Hz dengan kecerahan puncak 3.200 nits, Helio G100 Ultra, RAM 8+8 GB, memori 256 GB, dan baterai 6.000 mAh berpengisian 33W.
Techno Spark 50 ikut masuk daftar berkat baterai 7.000 mAh yang menjadi nilai jual utama. Spesifikasi lainnya mencakup layar 6,78 inci IPS HD+ 120 Hz, Helio G81, RAM 4 GB sampai 8 GB, serta memori 128 GB dan 256 GB.
Di level yang lebih tinggi, Infinix Note 60 mulai memperkuat posisi di segmen Rp4 jutaan. Ponsel ini telah terjual lebih dari 5.000 unit dan membawa skor AnTuTu V11 sekitar 990.000 poin, layar AMOLED melengkung 6,78 inci 144 Hz, serta baterai 6.500 mAh dengan 45W Allround Fast Charge.
Kamera OIS mulai ikut menentukan pilihan
Selain baterai besar, kamera yang stabil juga semakin dilirik pembeli. Infinix Note 60 hadir dengan kamera utama 50 MP ber-OIS, kamera ultrawide 8 MP, dan sensor flick untuk kebutuhan konten harian yang lebih rapi.
Vivo iQOO Z11 berada di puncak daftar dari sisi tenaga dengan skor AnTuTu V10 yang menembus 1,2 juta poin. Ponsel ini memakai Snapdragon 7s Gen 4, RAM 8+8 GB, memori 256 GB UFS 3.1, dan kamera utama 50 MP dengan OIS Anti-Blur serta kamera selfie 32 MP.
Dari sisi daya tahan, iQOO Z11 juga paling ekstrem di daftar ini karena dibekali baterai 9.020 mAh dan fast charging 90W. Sistem pendingin vapor chamber ikut disiapkan agar suhu tetap terjaga saat dipakai bermain gim atau menjalankan aplikasi berat.
Peta penjualan ini memperlihatkan bahwa pasar HP murah dan menengah kini bergerak ke arah yang lebih fungsional. Layar 120 Hz, baterai 6.000 mAh ke atas, performa tinggi, dan OIS mulai menjadi pembeda utama di kelas Rp1-4 jutaan.







