Harga HP murah di kelas Rp 1 jutaan makin terasa ketat, tetapi beberapa model masih menawarkan kombinasi fitur yang cukup masuk akal untuk kebutuhan harian. Di tengah penyesuaian spesifikasi akibat tekanan biaya produksi dan pasokan chip memori, pembeli kini harus lebih cermat memilih prioritas.
Untuk pemakaian dasar, perangkat di segmen ini masih bisa dipakai untuk komunikasi, produktivitas ringan, hingga kebutuhan lapangan seperti driver ojek online. Namun, kompromi seperti RAM yang lebih kecil, storage 64 GB, layar HD+, hingga penyimpanan eMMC kini semakin sering ditemui.
| Model | Harga | Fitur Menonjol | Catatan |
|---|---|---|---|
| Itel A200 | Rp 1,5 juta-Rp 1,6 juta | Layar 120 Hz, IP rating, audio jack, infrared blaster | Masih pakai eMMC 5.1, charging 10 watt, kamera 13 MP |
| Itel City 200 | Rp 1,7 jutaan | NFC, IP65, baterai 5.200 mAh, infrared blaster, audio jack | Tanpa light sensor dan gyro |
| Tecno Spark Go 3 | Rp 1.849.000-Rp 1.949.000 | Layar 120 Hz adaptif, IP rating, audio jack | Varian 4/64 GB dan 4/128 GB |
| Samsung Galaxy A07 | Rp 1,8 jutaan | Helio G99, UFS 2.2, update sampai 6 tahun, kamera 50 MP, charging 25 watt | Belum ada NFC, opsi memori terbatas |
| Redmi A7 Pro / Poco C81 Pro | Rp 1,8 juta-Rp 1,9 juta | Layar 6,9 inci 120 Hz, baterai 6.000 mAh, UFS, update Android 4 kali | Tanpa NFC dan IP rating |
| vivo Y19s Pro | Rp 1,6 juta-Rp 1.999.000 | Fast charging 44 watt, Dual Speaker, IP64, audio jack | Chipset UniSOC T612, storage eMMC, tanpa NFC |
| Motorola G06 Power | Rp 1,9 jutaan saat promo | Baterai 7.000 mAh, NFC, speaker stereo, UI bersih, IP64, kamera 50 MP | eMMC, charging 18 watt |
1. Itel A200
Itel A200 dibanderol sekitar Rp 1,5 juta hingga Rp 1,6 juta untuk dua varian memori. Daya tarik utamanya ada pada layar 120 Hz, sertifikasi IP, audio jack, dan infrared blaster.
Di sisi lain, perangkat ini belum mendukung NFC dan masih memakai eMMC 5.1. Pengisian dayanya juga masih 10 watt, sementara kamera utama turun menjadi 13 MP.
2. Itel City 200
Itel City 200 dijual sekitar Rp 1,7 jutaan untuk RAM 4 GB dan storage 128 GB. Ponsel ini menonjol lewat NFC, IP65, baterai 5.200 mAh, infrared blaster, dan audio jack.
Komprominya terletak pada absennya light sensor dan sensor gyro. Artinya, fitur auto brightness tidak tersedia dan penggunaan untuk kebutuhan tertentu perlu disesuaikan.
3. Tecno Spark Go 3
Tecno Spark Go 3 berada di kisaran Rp 1.849.000 untuk varian RAM 4 GB dan storage 64 GB. Ada juga versi 4/128 GB yang dijual Rp 1.949.000 dengan chipset UniSOC T7250.
Keunggulan yang ditawarkan adalah layar 120 Hz adaptif, IP rating, dan audio jack. Kombinasi ini membuatnya tetap menarik untuk pengguna yang mencari layar mulus dan fitur dasar yang lengkap.
4. Samsung Galaxy A07
Samsung Galaxy A07 masih relevan di harga Rp 1,8 jutaan untuk varian RAM 4 GB dan storage 64 GB. Nilai jual terbesarnya datang dari chipset Helio G99 yang disebut paling kencang di daftar ini.
Ponsel ini juga memakai penyimpanan UFS 2.2, mendukung pembaruan perangkat lunak hingga 6 tahun, dan membawa kamera 50 MP dengan mikrofon ganda. Pengisian dayanya 25 watt sudah termasuk di paket penjualan, tetapi belum ada NFC dan opsi memorinya terbatas.
5. Redmi A7 Pro atau Poco C81 Pro
Redmi A7 Pro dan Poco C81 Pro adalah dua model identik yang sama-sama dijual di kisaran Rp 1,8 juta hingga Rp 1,9 juta untuk RAM 4 GB dan storage 128 GB. Keduanya menonjol lewat layar 6,9 inci dengan refresh rate 120 Hz dan baterai 6.000 mAh.
Selain itu, penyimpanannya sudah mendukung UFS meski memakai UniSOC T7250. Janji pembaruan versi Android sampai 4 kali juga menjadi daya tarik, meski untuk pasar Indonesia keduanya belum membawa NFC dan IP rating.
6. vivo Y19s Pro
vivo Y19s Pro dijual Rp 1,6 juta untuk RAM 4 GB dan storage 64 GB, sedangkan versi 6 GB dan 128 GB dibanderol Rp 1.999.000. Keunggulan utamanya ada pada fast charging 44 watt, Dual Speaker, IP64, dan audio jack.
Namun, chipset yang dipakai masih UniSOC T612 dan storage-nya masih eMMC. NFC juga tidak tersedia, sehingga perangkat ini lebih cocok untuk pengguna yang mengutamakan pengisian cepat dan audio.
7. Motorola G06 Power
Motorola G06 Power mengandalkan baterai 7.000 mAh dan dijual sekitar Rp 1,9 jutaan saat promo. Di luar promo, harga varian 4 GB/128 GB adalah Rp 2.099.000, sementara versi 8 GB/128 GB mencapai Rp 2,5 jutaan.
Motorola juga menyematkan NFC, speaker stereo, UI yang bersih dari iklan, IP64, dan kamera utama 50 MP. Kekurangannya ada pada penyimpanan eMMC dan pengisian daya 18 watt yang terasa lama untuk kapasitas sebesar itu.
Di antara tujuh pilihan ini, Samsung Galaxy A07 tampak paling kuat untuk pengguna yang mengejar performa dan dukungan jangka panjang. Sementara itu, Motorola G06 Power dan Redmi A7 Pro atau Poco C81 Pro lebih menarik untuk yang memprioritaskan baterai besar dan pengalaman pakai yang nyaman.
Itel City 200 dan vivo Y19s Pro juga punya posisi yang jelas karena menawarkan fitur praktis seperti NFC, IP rating, atau fast charging. Di kelas harga ini, pilihan terbaik sangat ditentukan oleh kebutuhan utama, bukan sekadar angka spesifikasi di atas kertas.
Source: www.suara.com






