7 Cara Tetap Wangi Saat Menstruasi, dari Mandi Sampai Pilihan Pakaian yang Tepat

Author: Cung Media

Selama menstruasi, tubuh bisa lebih mudah berkeringat dan memunculkan bau yang mengganggu. Perubahan hormon estrogen dan progesteron membuat kelenjar keringat, terutama kelenjar apokrin, bekerja lebih aktif sehingga aroma tubuh lebih mudah tercampur bakteri.

Kondisi ini sering membuat banyak perempuan merasa kurang nyaman. Karena itu, menjaga tubuh tetap segar saat menstruasi perlu dilakukan dengan langkah yang konsisten dan sederhana.

1. Jaga kebersihan badan setiap hari

Mandi secara teratur menjadi langkah dasar untuk menjaga tubuh tetap segar selama menstruasi. Idealnya, mandi dilakukan minimal dua kali sehari agar kulit tetap lembap dan produksi keringat bisa berkurang.

Area intim juga perlu mendapat perhatian khusus. Membersihkannya dengan sabun khusus atau air hangat dapat membantu menjaga keseimbangan pH kulit dan mengurangi risiko iritasi yang memicu bau kurang sedap.

2. Pakai deodoran setelah mandi

Deodoran dapat membantu menjaga kesegaran tubuh selama menstruasi, tetapi penggunaannya perlu diperhatikan. Produk dengan aroma terlalu kuat sebaiknya dihindari karena bisa bertabrakan dengan aroma alami tubuh dan memicu iritasi.

Waktu terbaik memakainya adalah setelah mandi saat kulit sudah kering. Cara ini membantu produk menyerap lebih baik dan memberi perlindungan sepanjang hari.

3. Ganti pembalut secara teratur

Pembalut sebaiknya diganti setiap 4 hingga 6 jam sekali. Saat aliran darah lebih banyak, penggantian bisa dilakukan lebih sering agar bau tidak sedap tidak terserap oleh tubuh.

Pembalut yang bersih juga penting untuk mencegah kelembapan berlebih. Kebiasaan ini membantu mengurangi risiko infeksi jamur atau bakteri, termasuk vaginosis bakterial.

4. Perhatikan pola makan

Makanan tertentu dapat memperburuk bau badan selama menstruasi. Bawang putih, makanan pedas, dan kafein disebut dapat memengaruhi hormon tubuh, metabolisme, dan produksi keringat.

Sebaliknya, makanan sehat yang kaya serat serta air putih yang cukup membantu proses detoksifikasi tubuh. Makanan olahan tinggi gula juga sebaiknya dikurangi karena dapat memicu inflamasi dan memperburuk bau badan.

5. Gunakan parfum atau body mist secukupnya

Parfum bisa membantu tubuh tetap wangi dan meningkatkan rasa percaya diri. Namun, pemakaiannya perlu dibatasi agar aromanya tidak terlalu mencolok.

Semprotkan sedikit di area leher atau pergelangan tangan. Jika ingin aroma yang lebih ringan, body mist bisa menjadi pilihan karena dapat digunakan berulang kali sepanjang hari.

6. Pilih pakaian yang menyerap keringat

Bahan pakaian juga berpengaruh pada aroma tubuh. Katun menjadi pilihan yang disarankan karena lebih mampu menyerap keringat dan membiarkan kulit bernapas.

Bahan sintetis cenderung menahan panas dan kelembapan, sehingga tubuh terasa lebih panas dan keringat lebih mudah menumpuk. Dengan sirkulasi udara yang lebih baik, produksi keringat berlebih dapat berkurang.

7. Kurangi kafein dan hindari alkohol

Kafein dan alkohol dapat meningkatkan produksi keringat dan membuat bau badan lebih menyengat. Saat menstruasi, perubahan hormonal dapat memperkuat efek tersebut sehingga aroma tubuh lebih mudah tercium.

Mengurangi atau menghindari kedua zat itu selama masa menstruasi dapat membantu tubuh tetap segar. Langkah ini bisa melengkapi kebiasaan lain seperti menjaga kebersihan, memilih pakaian yang tepat, dan mengganti pembalut secara rutin.

Source: www.beautynesia.id
Terbaru