Jane Austen kembali terasa relevan di layar lebar karena tujuh karyanya sudah diadaptasi menjadi film. Yang paling baru adalah Sense and Sensibility, sebuah cerita yang menunjukkan bagaimana tema Austen masih mudah hidup di era sekarang.
Pesona novel-novel Austen ada pada konflik yang dekat dengan banyak pembaca: cinta, kelas sosial, harga diri, logika, dan pilihan hidup. Dari kisah keluarga hingga sindiran sosial, karya-karyanya terus menemukan penonton baru lewat format film.
Sense and Sensibility terbit pada 1811 dan berpusat pada dua saudari Dashwood, Elinor dan Marianne. Elinor mewakili akal sehat dan pertimbangan praktis, sementara Marianne melambangkan emosi, gairah romantis, dan spontanitas.
Novel ini berlatar di Inggris pada akhir abad ke-18. Adaptasi filmnya sudah dibuat dua kali, yaitu pada 1995 dan 2026, dengan Daisy Edgar-Jones dan George MacKay sebagai pemeran.
Pride and Prejudice adalah salah satu judul paling terkenal dari Jane Austen. Novel terbitan 1813 ini mengikuti Elizabeth Bennet dan Fitzwilliam Darcy yang harus mengatasi kesombongan dan prasangka agar bisa bersatu.
Karya ini pertama kali diangkat sebagai TV mini series pada 1995. Versi filmnya rilis pada 2005 dengan Keira Knightley, lalu pada musim semi 2026 cerita ini akan kembali diadaptasi dengan Emma Corrin.
3. Persuasion
Persuasion terbit pada 1817 dan membawa tema kesempatan kedua dalam cinta. Tokoh utamanya, Anne Elliot, dipengaruhi keluarganya untuk memutuskan pertunangan dengan Kapten Frederick Wentworth karena dianggap tidak sederajat dan tidak memiliki kekayaan.
Delapan belas tahun kemudian, Wentworth kembali sebagai sosok yang lebih sukses dan kaya. Anne pun harus berhadapan dengan penyesalan masa lalu saat cinta lama mereka muncul lagi di tengah aturan kelas sosial.
4. Emma
Emma terbit pada 1815 dan dikenal sebagai novel komedi klasik. Kisahnya berpusat pada Emma Woodhouse, gadis muda yang cantik, pintar, kaya, dan gemar menjadi mak comblang.
Cerita ini menyoroti keangkuhan masa muda dan risiko cinta yang disalahpahami. Dua versi filmnya dirilis pada 1996 dengan Gwyneth Paltrow, lalu pada 2020 dengan Anya Taylor-Joy sebagai Emma Woodhouse.
5. Mansfield Park
Mansfield Park terbit pada 1814 dan tampil lebih matang serta berani dibanding beberapa karya Austen lain. Novel ini menyoroti dilema moral, stratifikasi kelas sosial, dan integritas pribadi di Inggris pada masa itu.
Cerita berfokus pada Fanny Price, gadis miskin yang tinggal bersama kerabat kaya di Mansfield Park. Ia mencintai Edmund Betram, tetapi Edmund justru jatuh cinta pada Mary Crawford, dan film adaptasinya hadir pada 1999 dengan Frances O’Connor dan Jonny Lee Miller.
6. Northanger Abbey
Northanger Abbey terbit pada 1817 sebagai satire komedi. Tokoh utamanya adalah Catherine Morland, gadis lugu berusia 17 tahun yang terobsesi pada novel fiksi gotik.
Catherine diundang ke Bath oleh tetangga kaya, lalu berteman dengan Henry Tilney dan jatuh cinta kepadanya. Saat berkunjung ke Northanger Abbey, imajinasinya yang liar membuatnya membayangkan rahasia mengerikan di rumah itu, dan filmnya sudah diproduksi dua kali, pada 1987 dan 2007 dengan Felicity Jones serta JJ Fields.
7. Lady Susan
Lady Susan punya posisi unik karena merupakan karya epistolary atau kumpulan surat yang ditulis sekitar 1790-an. Karya ini baru diterbitkan pada 1871, tetapi ceritanya sudah lama menawarkan karakter yang kuat untuk layar.
Tokoh utamanya adalah janda cantik, cerdas, dan manipulatif yang memakai pesonanya untuk mencari suami kaya, mempertahankan gaya hidup mewah, dan mengendalikan orang di sekitarnya. Versi filmnya hadir dengan judul Love & Friendship pada 2016, dengan Kate Beckinsale memerankan Lady Susan.
Jejak adaptasi ini menunjukkan bahwa karya Jane Austen tetap punya tempat kuat di budaya populer. Buku-bukunya juga masih mudah ditemukan dalam bahasa Inggris maupun terjemahan Indonesia, baik di toko buku offline maupun marketplace.
Source: www.idntimes.com






