Tablet di kelas Rp5 jutaan kini makin sulit dibedakan dari laptop ringkas untuk kebutuhan kerja dan kuliah. Di rentang ini, pengguna sudah bisa mendapat perangkat dengan chipset kencang, layar besar, dukungan stylus, hingga fitur display out ke monitor eksternal.
Menariknya, sejumlah model juga datang dengan paket yang sudah siap pakai sejak dibuka dari boks. Ada yang unggul di baterai besar, ada yang menawarkan storage lega, dan ada pula yang menonjol lewat dukungan software jangka panjang.
Honor Pad 10, baterai terbesar untuk mobilitas panjang
Honor Pad 10 dijual Rp5,6 jutaan dan membawa baterai 10.100 mAh. Klaim daya tahannya mencapai 28 jam pemutaran video nonstop, jadi cocok untuk pengguna yang sering berpindah tempat tanpa ingin sering mencari charger.
Di sisi performa, tablet ini memakai Snapdragon 7 Gen 3, RAM 8GB dengan Honor RAM Turbo, serta storage 256GB UFS 3.1. Layarnya berukuran 12,1 inci dengan resolusi 2.5K, sementara Honor Doc membantu pengeditan dokumen, spreadsheet, dan perpindahan file dengan drag-and-drop.
Xiaomi Pad 7, kencang dan siap ke monitor eksternal
Xiaomi Pad 7 hadir di harga Rp5,4 jutaan dengan Snapdragon 7+ Gen 3. Layarnya berukuran 11,2 inci, beresolusi 3.2K, punya refresh rate 144Hz, serta dukungan Dolby Vision dan Dolby Atmos.
Keunggulan utamanya ada pada port USB 3.2 yang mendukung display out. Artinya, tablet ini bisa langsung dihubungkan ke monitor eksternal atau proyektor memakai kabel data biasa, meski keyboard dan stylus dijual terpisah.
Poco Pad X1, penyimpanan paling lega di basis yang sama
Poco Pad X1 dibanderol Rp5,6 jutaan dan memakai basis perangkat yang sama dengan Xiaomi Pad 7. Chipset Snapdragon 7+ Gen 3, layar, baterai, dan dukungan display out tetap dipertahankan.
Bedanya ada di storage yang naik menjadi 512GB UFS 4.0. Dengan selisih harga sekitar Rp200 ribu dari Xiaomi Pad 7, opsi ini terasa menarik untuk file proyek besar, video, atau kebutuhan kerja jangka panjang.
Huawei MatePad 11.5-inch New Standard Edition, paling siap kerja dari awal
Huawei MatePad 11.5-inch New Standard Edition berada di kisaran Rp5 jutaan kecil. Paket penjualannya sudah menyertakan keyboard fisik dan stylus gratis, sehingga perangkat ini langsung siap dipakai untuk kerja atau kuliah.
Tablet ini memakai Kirin T82B, RAM 8GB, ROM 256GB, layar 2.5K 120Hz, dan baterai 10.100 mAh. WPS Office versi PC-Level membuat tampilan dan formula dokumen terasa seperti di laptop, tetapi port USB masih versi 2.0 dan perangkat ini tidak menyediakan slot SIM card.
Motorola Motopad 60 Pro, layar terbesar di kelasnya
Motorola Motopad 60 Pro dipasarkan di kisaran Rp5 jutaan kecil dan dibuat di bawah naungan Lenovo Indonesia. Layarnya 12,7 inci dengan resolusi 3K dan refresh rate 144Hz, memberi ruang kerja luas terutama untuk split screen.
Di dalamnya ada MediaTek Dimensity 8300, ROM 256GB UFS 4.0, serta dukungan MicroSD hingga 1TB. Boks penjualannya juga sudah menyertakan Stylus Motopen Pro, port USB-C 3.2 mendukung display out, dan empat speaker dengan tuning JBL.
Samsung Galaxy Tab S10 Lite, unggul di dukungan software
Samsung Galaxy Tab S10 Lite dijual Rp5,3 jutaan dalam varian Wi-Fi only. Tablet ini membawa S-Pen bawaan dengan 4.096 tingkat tekanan, palm rejection tinggi, layar 10,9 inci 90Hz, serta Exynos 1380 dengan RAM 6GB.
Nilai paling kuatnya ada pada janji update software hingga 6 tahun. Perangkat ini juga dibekali fitur Galaxy AI seperti Handwriting Help dan integrasi Gemini AI, meski kepala charger tidak ikut disertakan di paket penjualan.
Di antara pilihan yang ada, Huawei MatePad 11.5-inch New Standard Edition terlihat paling praktis untuk pengguna yang ingin paket kerja siap pakai. Namun jika prioritas utama ada pada performa dan display out, Xiaomi Pad 7 atau Poco Pad X1 menjadi opsi yang paling menarik di kelas harga ini.







