Mesin mobil sering disalahkan saat konsumsi BBM terasa cepat habis, padahal kebiasaan di balik kemudi kerap jadi penyebab yang lebih besar. Cara mengemudi, beban kendaraan, sampai rutinitas perawatan bisa membuat bensin lebih boros tanpa disadari.
Itu sebabnya, efisiensi bahan bakar tidak hanya ditentukan oleh kondisi mesin. Hyundai Mobil Indonesia menyoroti bahwa kebiasaan kecil saat berkendara bisa menjadi pembeda besar antara mobil yang irit dan mobil yang terasa boros.
1. Berkendara Terlalu Agresif
Gaya mengemudi yang terlalu agresif membuat suplai bahan bakar lebih banyak terpakai dibandingkan berkendara halus. Saat pedal gas diinjak tiba-tiba, mesin juga bekerja kurang efisien.
2. Sering Mengerem Mendadak
Pola memacu mobil lalu mengerem keras membuat energi kendaraan terbuang sia-sia. Saat mobil harus berakselerasi lagi dari awal, mesin dipaksa bekerja ekstra dan BBM ikut terkuras.
3. Membawa Muatan Berlebihan di Dalam Kabin
Mobil yang penuh barang di bagasi atau kabin menanggung bobot lebih besar. Semakin berat beban yang diangkut, semakin besar tenaga dan bensin yang dibutuhkan untuk melaju.
4. Tekanan Angin Ban yang Kurang Ideal
Ban yang kempis memperlebar area tapak yang menempel ke aspal. Kondisi ini meningkatkan tahanan gulung sehingga mesin memerlukan tenaga dan BBM lebih besar untuk membuat roda bergerak normal.
5. Jarang Servis Secara Berkala
Filter udara yang kotor, oli yang melewati masa pakai, dan busi yang aus dapat menurunkan kualitas pembakaran. Akibatnya, konsumsi bahan bakar naik dan efisiensi mobil menurun.
6. Melewatkan Eco Mode
Banyak mobil modern sudah dilengkapi Eco Mode untuk mengatur respons mesin dan transmisi agar lebih efisien. Fitur ini ideal digunakan saat kemacetan perkotaan, tetapi kerap diabaikan pengemudi yang lebih sering memakai mode Normal atau Sport.
| Kebiasaan | Dampak ke BBM | Inti Masalah |
|---|---|---|
| Berkendara agresif | Bahan bakar lebih banyak terpakai | Gas diinjak tiba-tiba |
| Sering mengerem mendadak | Energi kendaraan terbuang | Pola gas-rem tidak efisien |
| Muatan berlebihan | Beban mesin meningkat | Mobil jadi lebih berat |
| Tekanan ban kurang ideal | Tahanan gulung naik | Mesin butuh tenaga lebih besar |
| Jarang servis berkala | Pembakaran tidak optimal | Komponen kendaraan tidak prima |
| Lupa pakai Eco Mode | Efisiensi bahan bakar turun | Mode berkendara kurang hemat |
Jika konsumsi BBM terasa makin boros, enam kebiasaan ini layak dicek lebih dulu sebelum menyalahkan mesin. Perubahan kecil di cara berkendara dan perawatan bisa langsung memengaruhi efisiensi mobil di jalan.
Source: www.liputan6.com






