6 Cara Sederhana Menenangkan Otak yang Terlalu Aktif Saat Menjelang Tidur

Pikiran yang terus berputar saat menjelang tidur sering membuat tubuh tetap terjaga meski mata sudah lelah. Kondisi ini kerap muncul ketika stres, cemas, atau setelah seharian menerima terlalu banyak rangsangan.

Masalahnya, malam hari justru sering menjadi waktu ketika otak menagih semua hal yang belum selesai. Pekerjaan, percakapan, kekhawatiran kecil, sampai daftar tugas besok bisa muncul bersamaan dan membuat tubuh sulit benar-benar masuk ke mode istirahat.

Tulis isi kepala sebelum tidur

Salah satu cara sederhana yang bisa membantu adalah journaling. Sleep Station menyebut kebiasaan menulis dapat membuat otak lebih tenang karena pikiran yang mengganggu dipindahkan ke atas kertas.

Isi jurnal tidak perlu rumit. Cukup tulis hal yang membuat cemas, daftar tugas besok, atau hal-hal yang patut disyukuri hari itu agar otak tidak terus memutarnya saat akan tidur.

Bantu tubuh lewat napas yang lebih teratur

Saat cemas atau overthinking, tubuh biasanya ikut tegang. Napas menjadi pendek, dada terasa sesak, dan jantung berdetak lebih cepat, sehingga tubuh sulit masuk ke fase istirahat.

Teknik pernapasan 4-7-8 bisa dipakai sebagai langkah praktis. Polanya sederhana, yaitu menarik napas selama empat detik, menahan tujuh detik, lalu mengembuskan napas selama delapan detik.

Luangkan beberapa menit untuk meditasi

Meditasi tidak harus lama atau dilakukan dalam suasana yang benar-benar hening. Lima sampai sepuluh menit meditasi sederhana sudah cukup untuk membantu tubuh dan pikiran lebih rileks sebelum tidur.

Caranya bisa dimulai dengan duduk atau berbaring nyaman sambil fokus pada pernapasan. Saat pikiran lain muncul, biarkan saja lewat tanpa dilawan, lalu kembalikan perhatian ke napas.

Kurangi paparan gadget di kamar

Scrolling media sosial sebelum tidur memang terasa menghibur, tetapi otak tetap menerima arus informasi baru dari video, notifikasi, berita, atau percakapan di layar. Akibatnya, otak tetap aktif meski tubuh sudah lelah.

WebMD menyebut cahaya biru dari gadget juga bisa mengganggu produksi melatonin, hormon yang membantu tubuh merasa mengantuk. Karena itu, kamar bebas gadget bisa menjadi langkah yang cukup efektif untuk membantu tidur lebih mudah datang.

Atur waktu khusus untuk cemas

Banyak orang justru merasa paling overthinking saat lampu kamar dimatikan. Saat itu, otak seperti menagih semua kekhawatiran yang sempat tertunda sepanjang hari.

Salah satu cara yang disarankan para ahli tidur adalah membuat worry-time. Sediakan 15–20 menit di sore atau malam hari untuk menulis dan memikirkan hal-hal yang membuat cemas.

Gunakan cognitive shuffling untuk mengalihkan fokus

Cognitive shuffling adalah teknik yang mengalihkan otak dari pola berpikir penuh kekhawatiran ke pola yang lebih acak, mirip dengan cara kerja pikiran saat mulai tertidur. Teknik ini bisa membantu menghentikan alur pikiran yang terlalu fokus pada masalah.

Caranya sederhana. Pilih satu kata, misalnya “pantai”, lalu pikirkan kata-kata lain yang dimulai dari huruf pertama kata itu, seperti “pohon”, “pasir”, dan “payung”.

Dengan pola yang acak seperti ini, otak punya ruang untuk berhenti berputar di satu kekhawatiran. Banyak orang merasa teknik ini cukup efektif untuk membantu tubuh lebih cepat terlelap.

Source: www.beautynesia.id

Terkait