Mobilitas tinggi sering membuat pengalaman internet berubah-ubah ketika pengguna berpindah lokasi. XLSmart kini menerapkan 5G Blanket Coverage di delapan wilayah Jawa Timur untuk menghadirkan koneksi yang lebih konsisten dalam satu kawasan.
Perluasan ini menempatkan kualitas jaringan sebagai taruhan penting di tengah meningkatnya aktivitas digital. Koneksi cepat dan stabil dibutuhkan untuk bekerja, belajar, berjualan, menikmati hiburan, hingga menjalankan transaksi digital.
Delapan Wilayah dengan 5G Blanket Coverage
Surabaya menjadi kota pertama yang mengadopsi konsep tersebut sebelum jangkauannya diperluas ke tujuh daerah lain. Berbeda dari penguatan sinyal pada titik tertentu, blanket coverage dirancang agar kualitas konektivitas lebih merata saat pelanggan bergerak.
| Wilayah | Jenis Daerah | Status |
|---|---|---|
| Surabaya | Kota | 5G Blanket Coverage |
| Sidoarjo | Kabupaten | 5G Blanket Coverage |
| Gresik | Kabupaten | 5G Blanket Coverage |
| Bangkalan | Kabupaten | 5G Blanket Coverage |
| Pamekasan | Kabupaten | 5G Blanket Coverage |
| Sampang | Kabupaten | 5G Blanket Coverage |
| Sumenep | Kabupaten | 5G Blanket Coverage |
| Tuban | Kabupaten | 5G Blanket Coverage |
Delapan wilayah itu mencakup Surabaya, Sidoarjo, Gresik, Bangkalan, Pamekasan, Sampang, Sumenep, dan Tuban. Penerapan tersebut diarahkan untuk mengurangi penurunan kualitas jaringan yang dapat terasa ketika pengguna berpindah dari satu lokasi ke lokasi lain.
PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk memilih Jawa Timur sebagai salah satu wilayah prioritas karena kebutuhan digital tumbuh di banyak sektor. Industri, pendidikan, perdagangan, serta UMKM menjadi bagian dari aktivitas yang membutuhkan konektivitas semakin cepat dan andal.
Lonjakan Trafik Data dan Infrastruktur Jaringan
Data XLSmart menunjukkan trafik layanan data di Jawa Timur naik 6 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Rata-rata konsumsi data pelanggan di wilayah ini juga telah mencapai 25 GB per bulan.
Pertumbuhan konsumsi itu didorong oleh streaming, mobile gaming, media sosial, video conference, serta transaksi digital. Kebutuhan juga meningkat seiring pemakaian aplikasi berbasis AI dan layanan cloud yang memerlukan kapasitas besar serta latensi rendah.
Untuk menopang permintaan tersebut, XLSmart melakukan modernisasi jaringan di Jawa Timur. Infrastruktur perusahaan di provinsi ini didukung lebih dari 29.000 BTS, dengan mayoritas berupa BTS 4G.
Di dalam jaringan tersebut terdapat sekitar 2.100 BTS 5G yang melayani seluruh kabupaten dan kota di Jawa Timur. Penguatan kapasitas ini menjadi bagian dari upaya membangun fondasi digital di wilayah tersebut.
Regional Group Head XLSmart Area Jawa Timur, Dodik Ariyanto, mengatakan permintaan layanan digital terus meningkat. “Karena itu kami terus meningkatkan kualitas jaringan dan memperluas implementasi 5G Blanket Coverage agar pelanggan dapat menikmati pengalaman internet yang semakin cepat, stabil, dan konsisten,” ujar Dodik.
Dampak untuk Aktivitas Harian dan Usaha
Jaringan 5G yang lebih merata dapat mendukung video beresolusi tinggi, gim daring dengan latensi rendah, pembelajaran jarak jauh, dan pengiriman dokumen berukuran besar. Kebutuhan itu semakin relevan karena aktivitas digital tidak lagi hanya dilakukan dari satu lokasi tetap.
Bagi pelaku usaha, konektivitas yang lebih andal berpotensi mempercepat pemanfaatan transaksi non-tunai, marketplace, pemasaran digital, dan kolaborasi berbasis komputasi awan. Infrastruktur jaringan juga membuka ruang pemakaian teknologi digital di manufaktur, logistik, kesehatan, pelabuhan, perdagangan, pendidikan, dan pariwisata.
Head of Regional Technical Network XLSmart, Moch. Irwan Harahap, menilai kualitas konektivitas menjadi faktor penting untuk mempercepat adopsi teknologi digital. Menurutnya, jaringan berkualitas dapat membuka lebih banyak peluang bagi masyarakat untuk belajar, bekerja, berkreasi, dan mengembangkan usaha.
Ke depan, XLSmart menyatakan akan terus meningkatkan kapasitas jaringan dan memperluas 5G Blanket Coverage di wilayah strategis. Langkah itu ditujukan untuk menyiapkan infrastruktur menghadapi pertumbuhan AI, Internet of Things, layanan cloud, dan ekonomi digital.
Source: www.suara.com






