5 Tablet Anak Sekolah untuk Belajar, dari Rp1 Jutaan hingga Andal Pakai Stylus

Tablet kini bukan sekadar perangkat hiburan anak. Layar yang lebih lapang daripada ponsel membuatnya lebih nyaman untuk membaca materi, mengikuti kelas, mengerjakan tugas, hingga menggambar.

Harga bukan satu-satunya penentu saat memilih tablet untuk pelajar. Orang tua juga perlu melihat fitur pengawasan, perlindungan mata, baterai, serta dukungan stylus sesuai pola belajar anak.

Di kelas harga yang beragam, Redmi Pad SE menjadi pilihan yang disebut berada di kisaran Rp1 jutaan. Sementara itu, model lain menawarkan nilai tambah berupa perangkat lunak khusus anak, performa tinggi, atau stylus untuk mencatat.

ModelLayarPerforma atau BateraiKeunggulan Utama
Huawei MatePad SE 10.4 Kids Edition10,4 inciSnapdragon 680Parental Assistant dan Kids Corner
Apple iPad mini A17 ProLiquid RetinaChip A17 ProApple Pencil dan Wi-Fi 6E
HONOR Pad X790HzSnapdragon 680, 7.020 mAhPanel metal dan perlindungan mata
Samsung Galaxy Tab S10 Lite10,9 inci, 90HzRAM 6GB, 8.000 mAhDukungan S Pen
Xiaomi Redmi Pad SE11 inci FHD+, 90Hz8.000 mAhSertifikasi TÜV Rheinland

1. Huawei MatePad SE 10.4 Kids Edition

Huawei MatePad SE 10.4 Kids Edition menempatkan kontrol orang tua sebagai daya tarik utama. Fitur Parental Assistant memungkinkan pengaturan durasi penggunaan, aplikasi, dan konten yang dapat diakses anak.

Perangkat ini memakai casing pelindung dengan pegangan agar lebih aman saat dibawa. Teknologi Eye Comfort bersertifikasi TÜV Rheinland serta pengingat postur juga ditujukan untuk membantu kenyamanan ketika anak menatap layar.

Kids Corner menyediakan lebih dari 100 permainan edukatif untuk aktivitas belajar sambil bermain. Layar 10,4 inci dan chipset Qualcomm Snapdragon 680 mendukung kebutuhan belajar harian.

2. Apple iPad mini A17 Pro

Apple iPad mini A17 Pro menyasar keluarga yang membutuhkan tablet berperforma lebih tinggi dalam ukuran yang ringkas. Bentuknya yang ringan membuat perangkat ini lebih mudah dibawa ke sekolah atau digunakan bergantian di rumah.

Layar Liquid Retina menawarkan tampilan tajam untuk membaca materi dan membuat gambar. Kompatibilitas Apple Pencil memberi ruang untuk mencatat, menggambar, dan membuat ilustrasi secara lebih interaktif.

Chip A17 Pro mendukung respons tablet saat menjalankan sejumlah aplikasi edukasi. Dukungan Wi-Fi 6E juga menjadi nilai tambah untuk kebutuhan konektivitas.

3. HONOR Pad X7

HONOR Pad X7 mengandalkan Snapdragon 680 untuk menjalankan aplikasi belajar. Kombinasi tersebut membuatnya diposisikan sebagai pilihan yang menarik dari sisi performa dan harga.

Baterai berkapasitas 7.020 mAh ditujukan untuk pemakaian sepanjang hari tanpa terlalu sering mengisi daya. Layarnya memiliki refresh rate 90Hz agar pergerakan tampilan terasa lebih mulus saat membuka materi atau konten edukasi.

Tablet ini turut membawa fitur perlindungan mata untuk membantu mengurangi rasa lelah saat dipakai lama. Panel belakang berbahan logam memberi kesan kokoh, sementara bobotnya dirancang tetap ringan untuk anak.

4. Samsung Galaxy Tab S10 Lite

Samsung Galaxy Tab S10 Lite membawa layar 10,9 inci dengan refresh rate 90Hz dalam bodi ramping. Area pandang yang luas dapat membantu anak saat membaca dokumen, menyaksikan video pembelajaran, atau membuka beberapa materi.

Dukungan S Pen menjadi pembeda untuk kegiatan mencatat, menggambar, dan mengerjakan tugas sekolah. RAM 6GB juga mendukung penggunaan beberapa aplikasi secara bersamaan.

Untuk kebutuhan belajar yang lebih panjang, tablet ini dibekali baterai 8.000 mAh. Kapasitas tersebut menjadi nilai tambah bagi penggunaan sepanjang hari.

5. Xiaomi Redmi Pad SE

Xiaomi Redmi Pad SE dapat dipertimbangkan sebagai perangkat belajar pertama dengan anggaran lebih terjangkau. Tablet ini disebut berada di kisaran Rp1 jutaan dan menggunakan layar FHD+ 11 inci dengan AdaptiveSync 90Hz.

Redmi Pad SE telah mengantongi sertifikasi TÜV Rheinland Low Blue Light dan Flicker Free untuk mendukung kenyamanan mata. Baterai 8.000 mAh melengkapi perangkat ini untuk penggunaan seharian.

Pilihan akhir perlu disesuaikan dengan usia serta kebutuhan belajar anak. Untuk siswa sekolah dasar, parental control dan perlindungan mata dapat menjadi prioritas, sedangkan tugas presentasi, menggambar, atau mengedit dokumen membutuhkan stylus dan performa yang lebih tinggi.

Terkait