5 Warna Feses yang Perlu Diwaspadai, Dari Hitam hingga Merah

Perubahan warna feses bisa menjadi petunjuk awal bahwa ada sesuatu yang sedang terjadi di sistem pencernaan. Sebagian memang dipengaruhi makanan atau obat, tetapi beberapa warna juga dapat menandakan masalah serius yang tidak boleh diabaikan.

Joshua Peck, M.D., ahli gastroenterologi di Ohio GI/Gastro Health, menegaskan kepada Shape Magazine bahwa perubahan warna feses yang tidak bisa dijelaskan sebaiknya diperiksa tenaga kesehatan. Karena itu, memantau warna feses adalah langkah sederhana yang bisa membantu mendeteksi gangguan lebih cepat.

5 Warna Feses yang Perlu Diperhatikan

Feses yang sehat umumnya berada pada spektrum cokelat hingga kecokelatan bercampur hijau. Di luar itu, warna hitam, hijau, kuning, abu-abu atau pucat, dan merah memiliki makna yang berbeda-beda dan perlu dicermati.

Warna FesesMakna KemungkinanKapan Perlu Waspada
HitamBisa dipicu makanan berpewarna hitam, suplemen zat besi, atau obat seperti Pepto-BismolJika hitam, cair seperti aspal, dan berbau sangat menyengat, itu bisa menandakan pendarahan gastrointestinal
HijauSering terkait konsumsi sayuran berdaun hijau atau makanan yang bergerak terlalu cepat di usus saat diareUmumnya normal, tetapi tetap perlu dicermati jika disertai keluhan pencernaan lain
KuningBisa menunjukkan malabsorpsi, yakni tubuh kesulitan menyerap lemakPerlu diperiksa bila feses sangat busuk, mengambang, atau tampak berminyak
Abu-abu atau pucatMenandakan feses kekurangan cairan empedu dan dapat berkaitan dengan penyumbatan pada sistem drainase hatiIni perlu perhatian medis segera, terutama bila disertai kulit atau mata yang menguning
MerahBisa dipicu buah bit atau makanan dengan pewarna merah, tetapi juga dapat menandakan adanya darahHarus dianggap tanda bahaya bila bukan karena makanan pemicu dan perlu segera diperiksa

Hitam, bukan selalu karena makanan

Feses hitam tidak selalu berarti kondisi berbahaya. Jika seseorang baru saja mengonsumsi makanan berpewarna hitam, suplemen zat besi, atau obat tertentu seperti Pepto-Bismol, warna hitam bisa muncul sementara.

Namun, feses hitam yang cair seperti aspal dan berbau sangat menyengat harus diwaspadai. Dr. Peck menyebut kondisi itu dapat menandakan pendarahan di sistem gastrointestinal dan perlu diperlakukan sebagai darurat medis.

Hijau, bisa terjadi karena pola makan atau proses cerna

Warna hijau pada feses sering kali tidak berbahaya. Konsumsi sayuran berdaun hijau seperti selada dan bayam dapat membuat sisa makanan tampak hijau karena tidak dicerna sepenuhnya.

Feses juga bisa berwarna hijau saat bergerak terlalu cepat melalui sistem pencernaan, misalnya ketika diare. Dalam kondisi ini, empedu tidak sempat terserap sepenuhnya sehingga warna cokelat khas feses belum terbentuk sempurna.

Kuning, berkaitan dengan penyerapan lemak

Feses kuning dengan tetesan minyak mengarah pada malabsorpsi. Kondisi ini berarti tubuh kesulitan menyerap lemak dari makanan, dan bisa berkaitan dengan gangguan pankreas, masalah usus, atau kekurangan enzim tertentu.

Dr. Peck juga menyebut feses yang sangat busuk dan mengambang bisa menjadi tanda penyakit celiac. Karena itu, perubahan warna kuning yang menetap sebaiknya tidak diabaikan dan layak diperiksa lebih lanjut.

Abu-abu atau pucat, perlu perhatian ekstra

Feses yang tampak abu-abu atau pucat menunjukkan kekurangan cairan empedu. Kondisi ini bisa berkaitan dengan masalah pada sistem drainase hati dan menjadi sinyal yang mengkhawatirkan.

Joshua Peck mengatakan warna abu-abu atau pucat bisa berarti ada penyumbatan pada sistem drainase hati. Ia juga mengingatkan untuk memperhatikan tanda penurunan fungsi hati, seperti kulit atau mata yang menguning.

Merah, selalu anggap serius bila bukan dari makanan

Warna merah pada feses sering langsung dikaitkan dengan darah. Meski buah bit atau makanan dengan pewarna merah bisa menjadi pemicunya, warna ini tetap perlu diperlakukan hati-hati jika tidak ada asupan yang menjelaskannya.

Menurut dr. Peck, penyebab paling umum darah pada feses adalah wasir. Namun, darah juga bisa muncul karena kanker usus besar, penyakit radang usus seperti penyakit Crohn atau kolitis ulserativa, dan sejumlah kemungkinan lain.

Jika warna merah muncul tanpa penjelasan yang jelas, langkah paling aman adalah segera berkonsultasi ke dokter. Pemeriksaan lebih cepat membantu membedakan apakah perubahan itu hanya dipicu makanan atau menjadi tanda masalah yang lebih serius.

Terkait