Menjelang aksi mahasiswa di Bundaran HI, Jakarta Pusat, perhatian tidak hanya tertuju pada tuntutan yang dibawa massa. Ada pula soal keselamatan peserta di lapangan, mulai dari perlindungan fisik sampai keamanan perangkat digital yang mereka bawa.
Melanie Subono ikut mengingatkan hal itu lewat sejumlah imbauan yang dianggap penting agar demonstran tetap waspada. Pesannya sederhana, tetapi krusial: jangan hanya siap secara sikap, tapi juga siap menghadapi situasi yang bisa berubah cepat di tengah kerumunan.
Lindungi mata dan wajah sejak awal
Melanie meminta peserta aksi menyiapkan pelindung mata sebelum turun ke jalan. Goggles disebut sebagai pilihan ideal, tetapi kacamata biasa tetap bisa dipakai selama mampu melindungi mata.
Ia juga menyarankan masker dan rompi pelindung tambahan. Perlengkapan ini dinilai membantu mengurangi risiko saat situasi di lapangan menjadi tidak menentu.
Bawa logistik mandiri untuk berjaga-jaga
Selain perlengkapan utama, Melanie mengingatkan pentingnya membawa logistik pribadi. Ia menyinggung kemungkinan aksi berlangsung hingga malam, sehingga kebutuhan dasar perlu disiapkan sejak awal.
Biskuit dan camilan disebut sebagai bekal sederhana yang bisa membantu menjaga kondisi peserta tetap stabil. Intinya, peserta tidak disarankan hanya mengandalkan kesiapan simbolik tanpa memperhatikan kebutuhan fisik selama berada di lapangan.
Amankan ponsel dengan pengunci yang lebih aman
Perhatian lain yang disorot Melanie adalah keamanan digital, terutama pada ponsel. Ia mengimbau peserta aksi mengganti sistem pengunci agar perangkat tidak mudah dibuka paksa bila terjadi keadaan darurat.
Melanie menyarankan agar peserta tidak hanya mengandalkan sidik jari atau pemindai retina. Menurut dia, kombinasi huruf atau angka lebih aman karena tetap bisa dipakai saat kondisi fisik tidak memungkinkan membuka perangkat dengan cara biasa.
Aktifkan pelacak lokasi dan dokumentasikan kejadian
Melanie juga meminta peserta memastikan fitur pelacak lokasi tetap aktif. Langkah ini dinilai penting untuk memudahkan pemantauan dan mengantisipasi keadaan darurat selama aksi berlangsung.
Ia menekankan agar kejadian di lapangan direkam lewat video bila muncul insiden. Dalam unggahan Instagram, Melanie menyebut, “Jika terjadi keadaan darurat, ambil video sebanyak-banyaknya karena bukti akan sangat membantu.”
Waspadai penyusup dan jangan bergerak sendirian
Pesan terakhir Melanie berkaitan dengan kemungkinan hadirnya penyusup di tengah massa aksi. Ia mengingatkan bahwa orang yang tidak dikenal bisa saja menyamar sebagai mahasiswa untuk memecah konsentrasi peserta.
Karena itu, demonstran diminta tidak bergerak sendirian dan saling mengingat siapa saja yang berada dalam satu kelompok. Kewaspadaan kolektif dianggap penting agar peserta tidak mudah diadu domba saat situasi memanas di Bundaran HI.
Aksi mahasiswa dari BEM UI dan Aliansi Mahasiswa dijadwalkan berlangsung hari ini, Jumat, dengan isu kenaikan BBM dan sejumlah kebijakan pemerintah menjadi sorotan utama massa.
Source: www.suara.com






