Tanaman indoor tidak hanya membuat rumah terlihat lebih hidup. Beberapa jenisnya juga dikenal bisa membantu menyaring senyawa berbahaya seperti benzena, formaldehida, amonia, xylene, dan toluena dari udara di dalam ruangan.
Manfaat ini jadi menarik karena udara dalam rumah disebut bisa dua sampai lima kali lebih tercemar dibanding udara luar, menurut Environmental Protection Agency (EPA). Di sisi lain, rata-rata orang juga menghabiskan hampir 90 persen waktunya di dalam ruangan setiap hari.
Tanaman yang paling banyak dicari untuk fungsi ini
Palem Bambu termasuk salah satu pilihan yang menonjol karena tampilannya cantik sekaligus dikenal cukup baik dalam menyaring formaldehida, benzena, hingga xylene. Tanaman tropis ini juga bisa tumbuh cukup tinggi, sehingga kemampuan penyaringan udaranya terasa lebih maksimal.
Spider Plant menjadi favorit lain karena perawatannya sederhana dan tidak membutuhkan perhatian berlebihan. Tanaman ini tetap bisa tumbuh di ruangan dengan cahaya matahari tidak langsung, dan akar putihnya yang tebal membantu menyimpan cadangan air serta nutrisi.
| Tanaman | Keunggulan Utama | Kebutuhan Perawatan | Catatan |
|---|---|---|---|
| Palem Bambu | Membantu menyaring formaldehida, benzena, dan xylene | Cocok di ruang tamu atau dekat jendela | Bisa tumbuh cukup tinggi |
| Spider Plant | Mudah dirawat dan aman untuk hewan peliharaan | Tahan di cahaya matahari tidak langsung | Akar tebal menyimpan air dan nutrisi |
| Lidah Mertua | Menyaring formaldehida, benzena, dan toluena | Sangat mudah dirawat, tidak butuh banyak air | Sering ditempatkan di kamar tidur |
| Gerbera | Membantu mengurangi benzena dan formaldehida | Butuh sinar matahari cukup | Warna bunga beragam |
| Krisan | Membantu mengurangi amonia dan benzena | Perlu perhatian khusus pada sensitivitas tertentu | Bunganya bisa bertahan hingga sekitar enam minggu |
Bunga yang juga punya fungsi ganda
Gerbera menawarkan manfaat yang praktis untuk rumah karena bukan hanya membantu mengurangi benzena dan formaldehida, tetapi juga memberi warna yang cerah pada ruangan. Pilihan warnanya beragam, mulai dari putih, merah, kuning, ungu, hingga oranye.
Krisan juga dikenal sebagai tanaman pembersih udara alami yang cukup efektif. Tanaman ini mampu membantu mengurangi amonia dan benzena, sementara bunganya bisa bertahan hingga sekitar enam minggu.
Tanaman populer untuk sudut rumah
Lidah Mertua tetap jadi salah satu tanaman indoor paling populer karena bentuknya minimalis dan perawatannya sangat mudah. Tanaman ini membantu menyaring formaldehida, benzena, hingga toluena, dan sering dipilih untuk kamar tidur karena menghasilkan oksigen pada malam hari.
Meski begitu, Lidah Mertua perlu dijauhkan dari kucing atau anjing karena bisa beracun bagi hewan peliharaan. Karena itu, penempatan tanaman ini sebaiknya dipikirkan sejak awal, terutama di rumah yang punya binatang peliharaan.
Di antara lima pilihan tersebut, masing-masing punya daya tarik berbeda, mulai dari kemampuan menyaring udara, kemudahan perawatan, hingga nilai dekoratif. Kombinasi itu membuat tanaman indoor tetap diminati sebagai cara sederhana untuk membuat rumah terasa lebih segar dan nyaman.
Dengan memilih tanaman yang sesuai dengan kondisi cahaya, kebiasaan merawat, dan keberadaan hewan peliharaan, manfaatnya bisa lebih terasa tanpa perlu membeli banyak sekaligus. Dari ruang tamu sampai kamar tidur, tanaman yang tepat dapat memberi sentuhan hijau sekaligus membantu kualitas udara di dalam rumah.
