Perjalanan Andoni Iraola menuju Liverpool bukanlah lompatan mendadak. Setiap klub yang ia tangani memperlihatkan pola yang sama: tim berkembang, tampil agresif, dan sering memberi kejutan kepada lawan yang lebih besar.
Dari AEK Larnaca di Siprus sampai Bournemouth di Premier League, rekam jejak itu membuat penunjukannya ke Anfield terasa sebagai puncak dari proses panjang. Liverpool kini mendapat pelatih yang datang bukan hanya dengan nama, tetapi juga dengan bukti perkembangan di setiap persinggahan.
1. AEK Larnaca, awal karier yang langsung berbuah trofi
Iraola memulai karier manajerialnya di AEK Larnaca pada 2018-2019 setelah pensiun sebagai pemain. Pekerjaan pertamanya itu langsung menghasilkan Piala Super Siprus, sebuah awal yang keras sekaligus menjanjikan.
2. CD Mirandés, nama yang mulai diperhatikan lebih luas
Ia kemudian kembali ke Spanyol untuk melatih CD Mirandés pada 2019-2020. Di klub kasta kedua itu, Iraola membawa tim melaju hingga semifinal Copa del Rey.
Perjalanan Mirandés juga mencuri perhatian karena mereka menyingkirkan Celta Vigo, Sevilla, dan Villarreal. Hasil tersebut membuat reputasi Iraola sebagai pelatih dengan sentuhan taktik yang sulit ditebak semakin kuat.
3. Rayo Vallecano, promosi dan kemenangan atas raksasa Spanyol
Pada 2020-2023, Iraola memimpin Rayo Vallecano dan langsung memberi dampak besar. Pada musim pertamanya, ia membawa klub itu promosi ke La Liga.
Selama tiga musim di Vallecas, Rayo bahkan pernah menumbangkan Barcelona dan Real Madrid lewat gaya bermain yang agresif. Periode ini menegaskan bahwa tim asuhannya tidak gentar menghadapi lawan mana pun.
4. AFC Bournemouth, langkah besar di Premier League
Iraola lalu menyeberang ke Premier League untuk menangani AFC Bournemouth pada 2023-2026. Di Vitality Stadium, progresnya terlihat jelas dari musim ke musim.
Bournemouth finis di posisi ke-12 pada musim pertama, lalu naik ke peringkat ke-9 pada musim berikutnya. Pada musim ketiga, 2025/2026, ia membawa tim finis di posisi ke-6 dan lolos ke kompetisi Eropa untuk pertama kalinya.
Musim terakhirnya juga ditandai rekor 18 pertandingan tanpa kekalahan pada paruh kedua musim. Catatan itu ikut menguatkan citranya sebagai salah satu pelatih paling menjanjikan di Inggris.
5. Liverpool, ujian terbesar sekaligus paling bergengsi
Pada 4 Juni 2026, Liverpool resmi menunjuk Iraola sebagai suksesor Arne Slot. Tantangannya kini jauh lebih berat karena ia harus mengelola skuad bertabur bintang dengan target gelar domestik dan Liga Champions.
Modal utamanya datang dari perjalanan panjang yang memperlihatkan perkembangan stabil di setiap klub sebelumnya. Dari trofi di Siprus, kejutan di Copa del Rey, promosi di Spanyol, hingga tiket Eropa di Inggris, Iraola tiba di Anfield dengan riwayat yang terus naik.
| Klub | Periode | Pencapaian Utama |
|---|---|---|
| AEK Larnaca | 2018-2019 | Juara Piala Super Siprus |
| CD Mirandés | 2019-2020 | Semifinal Copa del Rey |
| Rayo Vallecano | 2020-2023 | Promosi ke La Liga dan menumbangkan tim besar |
| AFC Bournemouth | 2023-2026 | Finis peringkat 6 dan lolos ke Eropa |
| Liverpool | 2026-Sekarang | Target gelar utama |
Di Liverpool, Iraola kini menghadapi panggung paling berat dalam kariernya. Namun, jejak di AEK Larnaca, Mirandés, Rayo Vallecano, dan Bournemouth menunjukkan pola yang konsisten: ia membuat timnya naik kelas di setiap kesempatan.
