5 HP Android Ini Segera Kehabisan Update, Saatnya Pikirkan Ganti Sebelum Rentan

Sejumlah HP Android yang masih dipakai sehari-hari ternyata sudah masuk fase akhir dukungan perangkat lunak. Begitu pembaruan sistem dan keamanan berhenti, perangkat tidak lagi mendapat tambalan terbaru untuk menutup celah yang terus bermunculan.

Kondisi ini penting diperhatikan karena ponsel yang sudah lewat masa dukungan bisa menjadi lebih rentan terhadap ancaman keamanan dan mulai tertinggal dari sisi kompatibilitas aplikasi. Beberapa model populer yang dirilis beberapa tahun lalu kini sedang mendekati batas itu.

Google Pixel 6 dan Pixel 6 Pro paling dekat ke akhir dukungan

Google Pixel 6 dan Pixel 6 Pro menjadi nama yang paling menonjol dalam daftar ini. Keduanya diperkenalkan pada 28 Oktober 2021 dan awalnya dijanjikan lima tahun pembaruan sistem operasi utama serta pembaruan keamanan.

Karena hitungan dukungannya dimulai sejak Oktober 2021, masa pembaruan kedua ponsel itu akan berakhir pada Oktober 2026. Pixel 6 dan Pixel 6 Pro datang dengan Android 12, dan Android 17 menjadi pembaruan besar terakhir yang diterima.

Motorola, OnePlus, dan Sony juga masuk daftar

Motorola Moto G Stylus 5G (2023) juga akan kehilangan dukungan resmi pada 2026. Ponsel ini meluncur pada Juni 2023 dengan Android 13 dan hanya dijanjikan satu pembaruan Android utama ke Android 14 serta tiga tahun pembaruan keamanan.

Dengan skema itu, dukungan resmi Moto G Stylus 5G (2023) berakhir pada akhir Juni 2026. Saat rilis, perangkat ini dipasarkan mulai US$ 399 atau sekitar Rp 6,5 juta.

OnePlus 10T menyusul sebagai perangkat lain yang mendekati akhir masa pakai perangkat lunaknya. Ponsel ini dirilis pada Agustus 2022 dengan OxygenOS 13 berbasis Android 12 dan dijanjikan tiga pembaruan Android utama serta empat tahun pembaruan keamanan.

Berdasarkan jadwal tersebut, OnePlus 10T akan berhenti menerima pembaruan resmi pada Agustus 2026. Saat diluncurkan, harganya mulai US$ 649 atau sekitar Rp 10,6 juta.

Sony Xperia 5 V juga termasuk yang akan kehilangan dukungan pada 2026. Sony menetapkan penghentian pembaruan keamanan untuk Xperia 5 V pada 1 Agustus 2026, sehingga setelah tanggal itu perangkat tidak lagi menerima pembaruan keamanan lewat OTA.

Xperia 5 V meluncur dengan Android 13 dan kemudian mendapat Android 14 serta Android 15. Android 15 menjadi pembaruan sistem operasi besar terakhir untuk perangkat ini, yang saat rilis dibanderol lebih dari US$ 1.000 atau sekitar Rp 16,3 juta.

Motorola Edge (2023) menjadi model berikutnya yang akan berhenti mendapat pembaruan resmi pada 2026. Ponsel ini debut pada Oktober 2023 dengan Android 13 dan janji dua kali pembaruan sistem operasi serta tiga tahun pembaruan keamanan.

Dengan ketentuan itu, Motorola Edge (2023) akan berhenti menerima pembaruan pada akhir September 2026. Harga awal perangkat ini tercatat US$ 600 atau sekitar Rp 9,8 juta.

Daftar pengganti yang disebut punya masa dukung lebih panjang

Untuk pengguna Pixel 6 dan Pixel 6 Pro, lini Pixel terbaru disebut sebagai opsi yang lebih lama masa dukungannya. Google Pixel 10, Pixel 10 Pro, dan Pixel 10 Pro XL disebut menawarkan dukungan yang lebih panjang, sementara Pixel 8 Pro masih dianggap menarik karena spesifikasinya kompetitif.

Pengguna Moto G Stylus 5G (2023) dapat melirik Motorola Moto G Stylus (2026) karena masih mempertahankan fungsi stylus. Alternatif lain yang disebut adalah Nothing Phone (4a) Pro yang berada di kelas menengah dengan desain berbeda.

Untuk OnePlus 10T, OnePlus 15R disebut sebagai opsi yang layak dipertimbangkan. Model ini menawarkan layar lebih besar, baterai lebih besar, serta peningkatan memori dan penyimpanan, dengan harga awal US$ 700 atau sekitar Rp 11,4 juta.

Pemilik Xperia 5 V disebut bisa mempertimbangkan Samsung Galaxy S26, Samsung Galaxy S26+, OnePlus 15, atau Google Pixel 10 Pro. Sementara bagi pengguna Motorola Edge (2023), opsi paling masuk akal di ekosistem yang sama adalah Motorola Edge (2026) dengan banderol awal US$ 600 atau sekitar Rp 9,8 juta.

Pembaruan perangkat lunak bukan sekadar soal fitur baru. Begitu dukungan resmi berhenti, perangkat kehilangan tambalan keamanan dan berisiko makin sulit mengikuti kebutuhan aplikasi modern.

Itulah sebabnya HP yang sudah mendekati akhir masa dukungan sering dianggap perlu dievaluasi lebih cepat, terutama jika dipakai untuk aktivitas harian yang bergantung pada keamanan dan kompatibilitas.

Source: www.beritasatu.com

Terkait