5 Hewan Ini Tak Bisa Memejamkan Mata, Laba-Laba Justru Mengandalkan Getaran

Ada hewan yang tidak pernah memejamkan mata, tetapi tetap mampu bertahan hidup dengan sangat baik. Pada sebagian spesies, kondisi itu bukan kelemahan, melainkan hasil adaptasi yang membuat mereka lebih cocok dengan habitatnya.

Yang menarik, cara mereka melihat jauh dari cara manusia bekerja. Ikan, ular, serangga, laba-laba, dan kepiting punya struktur mata yang berbeda, sehingga penglihatan mereka tidak bergantung pada kelopak mata seperti pada banyak hewan darat.

Ikan dan ular sama-sama tak punya kelopak mata

Ikan tidak memiliki kelopak mata, jadi matanya tetap terbuka sepanjang waktu. Saat tidur, aktivitas tubuh ikan menurun, dan sebagian spesies masih berenang pelan sambil menggerakkan sirip serta ekor lebih lambat untuk menghemat energi.

Ular juga tidak bisa memejamkan mata karena tidak memiliki kelopak mata. Sebagai gantinya, mata ular dilindungi kulit atau sisik yang menahan debu dan kotoran, lalu terkelupas berkala bersama lapisan baru.

Serangga dan kepiting melihat dengan cara berbeda

Serangga tidak memakai satu bola mata besar seperti manusia. Mereka memiliki compound eyes atau mata majemuk yang tersusun dari banyak bagian kecil bernama ommatidia.

Setiap ommatidia tidak memiliki kelopak mata, sehingga serangga tidak bisa memejamkan mata. Susunan ini membuat penglihatan mereka tampak seperti pixel bertumpuk dan memungkinkan mereka menangkap berbagai sudut secara bersamaan.

Kepiting juga memakai compound eyes seperti serangga. Mata jenis ini membuat kepiting tidak bisa menutup mata dan melihat dunia dalam bentuk yang mirip pixel bertumpuk.

Laba-laba tidak terlalu mengandalkan penglihatan

Berbeda dari hewan lain dalam daftar ini, laba-laba justru memiliki penglihatan yang buruk. Kebanyakan laba-laba tidak bergantung pada mata untuk beraktivitas karena fungsi penglihatannya terbatas.

Sejumlah laba-laba hanya bisa mendeteksi gerakan, sementara sebagian lain hanya melihat objek buram. Saat berburu atau bergerak, laba-laba lebih banyak mengandalkan getaran dan gerakan benda di sekitarnya.

Peran indra lain lebih dominan

Pada kepiting, mata compound eyes juga punya ciri yang lebih fleksibel karena bisa digerakkan dan memiliki otot yang kuat. Penglihatannya tetap cenderung buram, tetapi bentuk mata kepiting ikut menyesuaikan habitatnya; kepiting yang hidup di dasar laut umumnya punya mata berukuran besar.

Kumpulan hewan ini menunjukkan bahwa penglihatan bukan satu-satunya alat penting untuk bertahan hidup. Pada banyak spesies, pendengaran, penciuman, perasa, dan deteksi getaran justru memegang peran yang lebih besar daripada sekadar melihat.

Source: www.idntimes.com

Baca Juga

Back to top button