Disney membawa Moana ke layar lebar dalam format live-action pada 10 Juli 2026, dan proyek ini tidak diposisikan sebagai salinan langsung film animasi 2016. Alih-alih mengulang persis versi lama, film ini disebut sebagai reimagining yang tetap menempatkan budaya Pasifik sebagai pusat cerita.
Itu membuat Moana live-action menarik bukan hanya untuk penggemar lama, tetapi juga untuk penonton yang ingin melihat bagaimana kisah yang sudah akrab itu dibangun ulang dengan pendekatan visual yang lebih nyata. Sebelum masuk ke bioskop, ada lima hal penting yang sudah terungkap dan layak dicermati.
1. Disney Menyebutnya Reimagining, Bukan Sekadar Remake
Perbedaan paling penting ada pada cara film ini diposisikan. Disney menegaskan bahwa versi live-action adalah reimagining, sehingga alur utamanya masih dikenali tetapi penyajiannya tidak harus sama persis dengan film animasi sebelumnya.
Pendekatan ini memberi ruang untuk pengalaman yang terasa baru. Penonton akan melihat perjalanan Moana dengan efek visual dan kehadiran aktor manusia yang membuat petualangan lautnya tampil lebih nyata di layar.
2. Catherine Lagaʻaia Dipilih Jadi Moana
Tokoh utama kini diperankan oleh aktris muda pendatang baru, Catherine Lagaʻaia. Ia terpilih lewat audisi ketat karena dinilai mampu merepresentasikan keberanian Moana dan kedekatannya dengan budaya Pasifik.
Di balik layar, Auliʻi Cravalho tetap terlibat sebagai produser eksekutif. Keterlibatan pengisi suara asli Moana itu menjaga kesinambungan karakter sekaligus memberi dukungan bagi regenerasi peran di versi live-action.
| Elemen | Versi Animasi | Versi Live-Action |
|---|---|---|
| Moana | Diisi suara oleh Auliʻi Cravalho | Diperankan Catherine Lagaʻaia |
| Keterlibatan Auliʻi Cravalho | Pemeran suara utama | Produser eksekutif |
3. Dwayne Johnson Kembali Sebagai Maui
Salah satu magnet terbesar film ini adalah kembalinya Dwayne Johnson sebagai Maui. Jika sebelumnya ia hanya mengisi suara, kini ia tampil langsung sebagai manusia setengah dewa itu di layar.
Dengan bantuan tata rias dan efek visual, karakter Maui yang humoris dan percaya diri akan hadir dalam format fisik. Kehadiran ini memberi warna baru bagi tokoh yang sudah sangat dikenal lewat versi animasi.
4. Budaya Pasifik Tetap Jadi Inti Cerita
Disney tetap menempatkan budaya Polinesia sebagai pusat narasi. Pemilihan para pemeran yang memiliki latar belakang keturunan kepulauan Pasifik menjadi salah satu cara menjaga kedekatan film dengan akarnya.
Petualangan Moana tidak hanya membawa unsur hiburan, tetapi juga menonjolkan tradisi, hubungan dengan leluhur, dan penghormatan terhadap alam. Unsur-unsur inilah yang membuat Moana tetap punya identitas kuat di tengah banyaknya adaptasi Disney lain.
5. Lagu-Lagu Ikonik Akan Kembali Dengan Sentuhan Baru
Elemen musikal tetap menjadi nyawa Moana live-action. Lagu seperti How Far I’ll Go dan You’re Welcome dipastikan kembali hadir untuk menjaga koneksi emosional dengan film sebelumnya.
Keterlibatan Lin-Manuel Miranda, Mark Mancina, dan Opetaia Foaʻi ikut menjaga warna musik aslinya. Meski begitu, interpretasinya akan mengikuti performa langsung para pemeran sehingga nuansanya diperkirakan berbeda dari versi animasi.
Dengan kombinasi pemain baru, kembalinya Dwayne Johnson, dan pendekatan yang menekankan akar budaya Pasifik, Moana live-action diposisikan sebagai tontonan yang menawarkan nostalgia sekaligus rasa baru. Bagi penonton yang mengikuti film aslinya, proyek ini menjanjikan petualangan yang akrab tetapi tetap punya kejutan visual dan musikal.
Source: mediaindonesia.com






