Berat badan anak yang sulit naik tidak selalu berkaitan dengan porsi makan yang kurang. Bila kondisi ini disertai sakit perut berulang, muntah, diare, atau sulit buang air besar, orang tua perlu memberi perhatian lebih pada kesehatan pencernaannya.
Saluran cerna berperan penting dalam menyerap nutrisi yang dibutuhkan selama masa pertumbuhan. Gangguan yang dibiarkan berlarut-larut dapat membuat anak tidak nyaman saat makan dan berpotensi memengaruhi kecukupan nutrisinya.
Konsultan Gastroenterohepatologi Anak Eka Hospital MT Haryono, Dr. dr. Eva Jeumpa Soelaeman, Sp.A (K), menekankan bahwa sistem pencernaan anak memiliki kebutuhan penanganan yang berbeda dari orang dewasa. Keluhan berulang perlu dicermati agar masalah yang mendasarinya dapat ditangani lebih awal.
| Gangguan | Keluhan atau Dampak |
|---|---|
| Konstipasi kronis | Sulit BAB dalam waktu lama dan tinja keras |
| Diare akut dan kronis | Kehilangan banyak cairan akibat infeksi atau intoleransi makanan |
| GERD pada anak | Mual dan muntah akibat asam lambung naik ke kerongkongan |
| Alergi makanan dan intoleransi laktosa | Keluhan perut setelah mengonsumsi makanan atau zat tertentu |
| Malabsorpsi | Berat badan sulit naik meski anak makan banyak |
1. Konstipasi Kronis
Konstipasi kronis ditandai dengan kesulitan buang air besar yang berlangsung lama, sering kali disertai tinja yang keras. Asupan serat yang kurang dapat menjadi pemicu, tetapi faktor psikologis juga dapat memperpanjang keluhan.
Anak yang pernah merasa sakit ketika BAB dapat menahan keinginan untuk pergi ke toilet. Kebiasaan menahan BAB ini bisa membuat sembelit berlanjut sehingga memerlukan pendekatan penanganan yang tepat.
2. Diare Akut dan Kronis
Diare pada anak dapat muncul akibat infeksi atau intoleransi terhadap makanan tertentu. Kondisi ini perlu diperhatikan karena tubuh anak dapat kehilangan banyak cairan.
Orang tua dapat mencatat waktu munculnya diare, frekuensinya, serta makanan yang dikonsumsi anak sebelumnya. Catatan tersebut dapat membantu dokter memahami apakah keluhan muncul berulang atau memiliki kaitan dengan pola makan tertentu.
3. GERD pada Anak
GERD pada anak terjadi ketika asam lambung naik kembali menuju kerongkongan. Kondisi ini dapat memicu mual dan muntah, terutama bila pola makan anak tidak teratur.
Jadwal makan yang lebih konsisten dapat membantu sistem pencernaan bekerja lebih stabil. Pengaturan waktu makan juga menjadi salah satu kebiasaan yang dapat membantu melatih pola kerja asam lambung.
4. Alergi Makanan dan Intoleransi Laktosa
Alergi makanan merupakan reaksi dari sistem kekebalan tubuh terhadap makanan tertentu. Sementara itu, intoleransi laktosa berkaitan dengan ketidakmampuan tubuh mencerna zat tertentu dan dapat menimbulkan gangguan pada perut.
Kembung atau diare setelah minum susu sapi maupun mengonsumsi makanan tertentu perlu diperhatikan. Eliminasi makanan sebaiknya dilakukan setelah berkonsultasi dengan dokter, bukan hanya berdasarkan dugaan orang tua.
5. Gangguan Penyerapan Nutrisi
Gangguan penyerapan nutrisi atau malabsorpsi dapat membuat berat badan anak tetap sulit naik walaupun ia tampak makan dalam jumlah banyak. Kondisi ini berkaitan dengan proses tubuh menyerap zat gizi dari makanan di saluran pencernaan.
Karena itu, kenaikan berat badan tidak cukup dinilai dari banyaknya porsi makanan yang dihabiskan anak. Pemeriksaan lebih lanjut dapat diperlukan untuk mengetahui apakah ada gangguan dalam proses penyerapan nutrisi.
Pola Makan Perlu Dijaga
Pola makan anak ikut berperan dalam pencegahan dan penanganan gangguan pencernaan. Jenis makanan, porsi, serta jadwal makan harian perlu diatur secara konsisten sesuai kebutuhan anak.
Sayur, buah, dan air putih yang cukup dapat membantu mencegah konstipasi. Sebaliknya, camilan tinggi gula, garam, dan pengawet perlu dibatasi karena dapat mengganggu keseimbangan bakteri baik atau mikrobioma di usus.
Keluhan yang muncul berulang sebaiknya tidak dianggap sebagai masalah sepele, terutama bila disertai perubahan pola BAB atau berat badan yang tidak bertambah. Penanganan yang sesuai dapat membantu anak memperoleh kenyamanan pencernaan dan asupan nutrisi selama tumbuh kembangnya.
