Perbedaan pendapat kerap muncul lebih cepat daripada kesepakatan dalam percakapan sehari-hari. Karena itu, kemampuan menerima pandangan yang berseberangan menjadi penting agar komunikasi tetap berjalan tanpa berubah menjadi pertengkaran.
Masalahnya, banyak orang tersulut bukan hanya karena isi pendapat lawan bicara, tetapi juga karena ego yang terlalu dominan. Saat itu terjadi, pendapat pribadi dianggap paling benar dan ruang untuk perspektif lain langsung menutup.
Sadari bahwa pikiran sendiri tidak selalu benar
Langkah paling awal adalah menerima bahwa tidak ada kebenaran mutlak dalam semua hal. Kesadaran ini membuat seseorang lebih berhati-hati sebelum menyanggah pendapat orang lain.
Sikap tersebut juga membantu menahan dorongan untuk langsung menolak argumen yang berbeda. Diskusi pun menjadi lebih sehat karena ada ruang untuk mempertimbangkan ulang pandangan sendiri.
Biasakan melihat masalah dari sudut pandang lain
Menerima perbedaan menuntut kebiasaan melihat persoalan dari sisi yang tidak sama. Cara ini mendorong seseorang memahami alur pikir lawan bicara terlebih dahulu sebelum menilai atau menyalahkannya.
Kebiasaan itu membuat sikap lebih terbuka atau open minded. Dalam jangka panjang, seseorang juga lebih siap menghadapi perbedaan tanpa bersikap kaku.
Pahami bahwa perbedaan adalah hal yang mutlak
Setiap orang punya cara berpikir yang berbeda dalam melihat sebuah fenomena. Kenyataan ini tidak bisa dihindari, sehingga memaksakan orang lain untuk sepaham justru hanya menimbulkan jarak.
Ketika perbedaan dipahami sebagai sesuatu yang wajar, penilaian terhadap pendapat orang lain biasanya menjadi lebih tenang. Orang pun cenderung berpikir ulang sebelum menghakimi pandangan yang tidak sejalan.
Kendalikan ego agar tidak menjadi patokan
Ego yang tinggi sering membuat seseorang bersikap kolot dalam berdiskusi. Dalam kondisi seperti ini, pendapat pribadi diperlakukan sebagai ukuran utama, sementara pandangan lain langsung dicap salah.
Jika dibiarkan, pola semacam ini berdampak buruk pada kehidupan sosial. Karena itu, mengalahkan ego menjadi langkah penting agar seseorang tidak terjebak dalam pola pikir yang tertutup.
Hindari emosi saat berdiskusi
Diskusi yang dipenuhi emosi biasanya berakhir sebagai debat kusir. Situasi seperti itu tidak membantu penyelesaian masalah dan justru sering memicu pertengkaran antara dua pihak.
Sebaliknya, kepala dingin membuat pembicaraan lebih dewasa dan bijaksana. Fokus pun bergeser dari keinginan menang sendiri ke upaya memahami persoalan secara lebih jernih.
Lima cara ini tidak langsung membuat seseorang setuju pada semua pendapat. Namun, langkah sederhana seperti menahan ego, membuka sudut pandang, dan mengendalikan emosi dapat membantu percakapan tetap berjalan tanpa mengorbankan rasa saling menghargai.
Source: www.idntimes.com