Menunggu terlalu lama untuk mengganti pembalut saat menstruasi bisa membuat area kewanitaan lebih lembap dan rentan terhadap bakteri. Dampaknya bukan cuma rasa tidak nyaman, tetapi juga bisa memicu iritasi, ruam, keputihan, bau tidak sedap, hingga infeksi saluran kemih.
Karena itu, pembalut sebaiknya tidak dipakai sampai benar-benar penuh. Sejumlah dokter dan tenaga kesehatan menekankan bahwa frekuensi ganti pembalut perlu menyesuaikan derasnya aliran darah dan kenyamanan tubuh, bukan sekadar menunggu waktu terasa “aman”.
Patokan Paling Aman, 3 Sampai 4 Jam Sekali
Direktur Kesehatan Keluarga Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, dr Eni Gustina, MPH, menyarankan pembalut diganti sesering mungkin, setidaknya setiap 3 hingga 4 jam sekali. Jika kondisi masih memungkinkan, penggantian bisa dilakukan maksimal 4 hingga 6 jam sekali.
Anjuran itu terutama penting saat menstruasi sedang deras. Ketika pembalut hampir penuh, area intim lebih cepat lembap dan kebersihan jadi lebih sulit terjaga.
| Waktu Ganti | Rujukan | Keterangan |
|---|---|---|
| Setiap 3-4 jam | dr Eni Gustina, MPH | Patokan rutin yang disarankan |
| Maksimal 4-6 jam | dr Eni Gustina, MPH | Batas maksimal bila masih nyaman |
| 3 kali sehari | Achmad Kemal Harzif | Gambaran umum yang masih dianggap normal |
Tiga Kali Sehari Masih Tergolong Normal
Dokter spesialis kandungan dan ahli fertilitas endokrinologi reproduksi di FKUI-RSCM, Achmad Kemal Harzif, menyebut perempuan Indonesia secara umum mengganti pembalut sekitar tiga kali sehari selama menstruasi. Menurutnya, jumlah itu masih tergolong normal.
Ia menjelaskan bahwa darah menstruasi yang keluar normalnya berkisar 5 cc per pembalut. Meski begitu, frekuensi ganti tetap bisa berbeda pada tiap orang karena dipengaruhi derasnya aliran darah dan jenis pembalut yang dipakai.
Jangan Tunggu Sampai Tidak Nyaman
Achmad Kemal juga menekankan bahwa pembalut perlu diganti lebih cepat bila sudah terasa tidak nyaman, terutama pada hari-hari awal menstruasi saat volume darah biasanya lebih banyak. Pada fase ini, pembalut lebih mudah penuh dan lembap.
Beberapa orang memilih mengganti pembalut setiap selesai ke kamar mandi untuk menjaga kenyamanan area intim. Langkah ini sekaligus membantu mencegah pembalut yang terlalu lama dipakai menjadi sarang bakteri.
Pilih Pembalut Sekali Pakai
Dr Frida Soesanti, SpA(k) dari Ikatan Dokter Anak Indonesia menyarankan perempuan memilih pembalut yang lembut, nyaman, dan sekali pakai. Ia menyebut risiko infeksi bakteri serta infeksi saluran reproduksi cenderung meningkat pada penggunaan pembalut re-useable karena kebersihannya tidak bisa dipastikan.
Pada akhirnya, patokan mengganti pembalut sangat bergantung pada derasnya darah menstruasi dan rasa nyaman masing-masing orang. Namun, batas 3 sampai 4 jam sekali tetap menjadi anjuran yang paling aman untuk membantu menjaga kebersihan area kewanitaan selama menstruasi.







