Tablet murah dengan stylus kini makin dilirik mahasiswa karena fungsinya tidak lagi sekadar untuk hiburan. Perangkat ini dipakai untuk mencatat kuliah, membaca PDF tebal, sampai mengerjakan tugas yang butuh layar lebih luas.
Di kelas hemat dan menengah, ada beberapa nama yang paling sering dianggap aman untuk kebutuhan kuliah. Masing-masing punya karakter berbeda, dari yang paling murah sampai yang paling siap dipakai jangka panjang.
Lenovo Idea Tab paling hemat, tapi ada kompromi di performa
Lenovo Idea Tab menjadi pintu masuk paling murah karena stylus sudah langsung ada di dalam kotak. Tablet ini memakai layar 11 inci LCD 2.5K dengan refresh rate 90 Hz dan rasio 16:10 yang terasa lega saat membaca slide atau catatan.
Untuk mencatat, Lenovo menyertakan Tap Pen dengan baterai AAA. Aplikasi Nebo yang dibawanya juga disebut punya konversi tulisan tangan ke teks yang paling baik di kelasnya.
Namun, perangkat ini punya catatan di sisi software karena ZUI dinilai tidak stabil dan kerap lagging. Saat membuka PDF yang sangat besar, chipset-nya juga disebut mudah megap-megap sehingga lebih cocok untuk pencatat kasual.
Lenovo Idea Tab Pro dan Moto Pad 60 Pro memberi ruang kerja lebih lapang
Bagi mahasiswa yang ingin layar lebih besar, Lenovo Idea Tab Pro dan Moto Pad 60 Pro jadi opsi menarik karena keduanya identik dan hanya berbeda nama di beberapa wilayah. Tablet ini membawa layar 12.7 inci dengan resolusi mendekati 3K dan refresh rate 144 Hz.
Stylus sudah termasuk dalam paket dan bisa diisi daya lewat USB-C. Pengalaman mencatatnya dinilai sangat memuaskan karena bidang kerja terasa seperti buku catatan fisik dan respons goresannya langsung tanpa delay yang mengganggu.
Yang perlu diperhatikan, kecerahan maksimalnya hanya 500 nits. Di kelas yang terang atau ruang terbuka, layar bisa tampak redup, sementara dukungan update software juga disebut sangat terbatas.
OnePlus Pad Go 2 tampil paling seimbang di kelas value
OnePlus Pad Go 2 hadir sebagai opsi mid-range yang paling seimbang. Tablet ini memakai layar 12.1 inci dengan kecerahan hingga 900 nits, mendukung Dolby Vision, dan menjalankan Oxygen OS yang bersih tanpa bloatware.
Aspek rasio 7:5 membuatnya nyaman untuk membaca PDF dan multitasking. Untuk catatan kuliah, perangkat ini mendukung OnePlus Stylo yang sering ditawarkan gratis di situs resmi, meski stylus-nya tidak bisa menempel secara magnetis ke bodi tablet.
Ada juga kekurangan yang perlu dicatat. Layar tidak memiliki lapisan anti-glare sehingga mudah memantulkan bayangan di ruangan terang, dan fitur auto-brightness bawaannya disebut sering tidak akurat.
Samsung Galaxy Tab S10 Lite paling aman untuk umur pakai panjang
Samsung Galaxy Tab S10 Lite cocok untuk mahasiswa yang ingin ekosistem Android yang kuat dan dukungan software panjang. Samsung memberikan jaminan 7 tahun update software, dukungan MicroSD, dan layar 10.9 inci dengan refresh rate 90 Hz.
Paket penjualannya sudah termasuk S Pen gratis tanpa baterai, sementara Samsung Notes menjadi nilai tambah karena aplikasi itu dinilai sebagai salah satu pencatat terbaik di Android saat ini. Kombinasi ini membuatnya terasa siap dipakai sejak awal tanpa biaya tambahan untuk stylus.
Kekurangannya ada pada absennya dukungan Samsung DeX penuh sehingga kurang ideal bila ingin dipakai sebagai pengganti laptop. Samsung juga tidak menyertakan kepala charger di dalam kotak penjualan.
Mana yang paling masuk akal untuk mahasiswa?
Untuk budget paling ketat, Lenovo Idea Tab tetap jadi pilihan paling hemat karena stylus sudah ikut masuk paket penjualan. Tetapi jika ingin pengalaman yang lebih matang untuk belajar harian, OnePlus Pad Go 2 dan Samsung Galaxy Tab S10 Lite tampil sebagai opsi paling aman bagi pengguna Android.
Lenovo Idea Tab Pro dan Moto Pad 60 Pro cocok untuk yang lebih butuh layar besar dan pengalaman menulis yang luas. Sementara itu, pengguna Apple tetap punya iPad 11th Gen sebagai opsi yang paling sinergis berkat dukungan aplikasi seperti Goodnotes 6, Notability, dan Procreate yang lebih matang.
