Pasar roda dua di Indonesia kembali kedatangan empat model baru dengan karakter yang sangat berbeda. Ada motor edisi spesial untuk penggemar balap, kendaraan off-road supercharged, dual purpose untuk medan ringan, dan skutik harian yang praktis.
Ragam ini membuat konsumen punya lebih banyak pilihan, dari motor bergaya balap sampai kendaraan petualang berperforma tinggi. Empat nama yang muncul adalah Yamaha MX King 150 Prima Pramac Livery, Kawasaki Teryx H2, Kawasaki KLX 150 XPL, dan Kawasaki Modenas Brusky 125.
Yamaha MX King 150 Prima Pramac Livery
Model ini hadir sebagai edisi spesial dengan inspirasi warna dan grafis tim Prima Pramac Yamaha MotoGP. Produksinya dibatasi hanya 2.000 unit untuk pasar Indonesia, sehingga posisinya memang lebih ditujukan bagi penggemar yang mencari motor dengan nuansa koleksi.
Di sektor mesin, MX King 150 Prima Pramac Livery memakai konfigurasi satu silinder 150 cc, 4-katup, berpendingin cairan, dan sudah injeksi bahan bakar. Tenaganya mencapai 11,3 kW pada 8.500 rpm dengan torsi 13,8 Nm pada 7.000 rpm, lalu disalurkan lewat transmisi manual lima percepatan.
Yamaha juga membekalinya dengan lampu depan LED tiga elemen, panel instrumen digital, lampu hazard, suspensi belakang monoshock, rem cakram depan dan belakang, serta ban tubeless lebar dengan velg 17 inci.
Di antara semua model yang datang, Kawasaki Teryx H2 menjadi yang paling ekstrem. Side-by-side ini mengusung mesin empat silinder segaris 999 cc berpendingin cairan dengan teknologi supercharger, dan tenaganya disebut lebih dari 250 hp.
Kawasaki memasangkan transmisi otomatis CVT dan sistem penggerak empat roda atau 4WD untuk mendukung karakter off-road-nya. Kendaraan ini juga memakai suspensi independen bertravel panjang di keempat roda, ground clearance tinggi, pengereman cakram hidrolik depan dan belakang, serta ban berukuran besar.
Di kabin, Teryx H2 menawarkan mode berkendara yang bisa dipilih, power steering elektrik, panel instrumen digital, sabuk pengaman, rangka pelindung, dan kapasitas empat penumpang.
| Model | Mesin / Tenaga | Fitur Utama |
|---|---|---|
| Yamaha MX King 150 Prima Pramac Livery | 150 cc, 11,3 kW, 13,8 Nm | LED tiga elemen, panel digital, lampu hazard, rem cakram depan-belakang |
| Kawasaki Teryx H2 | 999 cc supercharged, lebih dari 250 hp | CVT, 4WD, suspensi independen, power steering elektrik, 4 penumpang |
| Kawasaki KLX 150 XPL | 144 cc, 11,5 dk, 11,3 Nm | Upside down 35 mm, Uni Trak, hand guard, skid plate, velg jari-jari |
| Kawasaki Modenas Brusky 125 | 124,8 cc, 9,3 dk, 10 Nm | USB, bagasi 14 liter, lampu LED, panel kombinasi, kick starter |
Kawasaki KLX 150 XPL
KLX 150 XPL mengisi segmen dual purpose dengan mesin satu silinder 144 cc, 4-tak SOHC, berpendingin udara, dan injeksi bahan bakar. Output-nya berada di angka sekitar 11,5 dk pada 8.000 rpm dengan torsi 11,3 Nm pada 6.500 rpm, dipasangkan ke transmisi manual lima percepatan.
Bobotnya tercatat 118 kilogram, sementara perangkat pendukungnya mencakup suspensi depan upside down 35 mm, suspensi belakang Uni Trak dengan setelan preload, velg jari-jari 21 inci di depan dan 18 inci di belakang, serta ban dual purpose.
Untuk penggunaan harian dan medan ringan, Kawasaki menambahkan lampu LED, panel instrumen digital, hand guard, skid plate pelindung mesin, dan grafis baru.
Kawasaki Modenas Brusky 125
Berbeda dari tiga model lain, Brusky 125 menyasar mobilitas harian dengan format skutik kompak. Motor ini memakai mesin satu silinder 124,8 cc, 4-tak SOHC, berpendingin udara, dengan sistem Electronic Fuel Injection atau EFI.
Tenaganya berada di angka 9,3 dk pada 7.500 rpm dan torsi 10 Nm pada 6.000 rpm, lalu disalurkan melalui transmisi otomatis CVT. Dimensinya ringkas, dengan panjang 1.890 mm, lebar 850 mm, dan tinggi 1.150 mm.
Untuk menunjang kepraktisan, Brusky 125 memiliki tinggi jok 760 mm, bobot sekitar 108 kilogram, tangki bahan bakar 5,1 liter, dan bagasi bawah jok 14 liter. Daftar fiturnya mencakup lampu LED depan dan belakang, panel instrumen kombinasi analog-digital, port USB, lampu hazard, starter elektrik, serta kick starter sebagai cadangan.
Keempat model ini menunjukkan arah yang berbeda dari masing-masing pabrikan, dari motor koleksi bertema MotoGP sampai kendaraan off-road bertenaga besar. Di sisi lain, pasar juga tetap mendapat opsi yang lebih sederhana untuk kebutuhan harian dan jalur campuran.







