Belanja barang thrift memang bisa terasa seperti cara pintar untuk berhemat. Namun, tidak semua barang bekas benar-benar murah jika dihitung bersama biaya perbaikan, pembersihan, dan risiko ketahanan pakainya.
Karena itu, pembeli perlu melihat lebih jauh dari label harga. Kondisi fisik, kebersihan, bau, dan potensi perbaikan bisa menentukan apakah barang itu layak dibawa pulang atau justru akan menambah pengeluaran.
1. Baju dengan noda atau lubang
Pakaian sering menjadi incaran utama saat thrifting karena modelnya masih menarik dan harganya rendah. Meski begitu, baju yang sudah berlubang atau rusak parah sebaiknya dihindari.
Virginia Chamlee, ahli thrifting sekaligus penulis buku Big Thrift Energy, menilai kerusakan kecil bisa menjadi masalah setelah pakaian dipakai. Bahan yang sudah lemah juga berisiko makin rusak dan membuat pakaian terasa tidak nyaman.
2. Furnitur berlapis kain
Sofa dan kursi bekas kerap terlihat menggiurkan karena harganya lebih murah dibanding barang baru. Tetapi, furnitur berlapis kain sebaiknya tidak dibeli sembarangan karena banyak bagian yang tidak bisa diperiksa hanya dari luar.
Barang seperti ini berisiko menyimpan debu, jamur, dan kutu. Audra Samnotra, pemilik Social Swan Decor, menyebut penggantian lapisan kain furnitur bukan pekerjaan sederhana dan biasanya membutuhkan biaya yang tidak sedikit.
3. Barang yang terlalu mahal
Tidak semua barang di toko thrift otomatis murah. Ada juga barang bekas yang dijual dengan harga tinggi, bahkan selisihnya dengan barang baru tidak terlalu jauh.
Karena itu, membandingkan harga sebelum membeli menjadi langkah penting. Cara ini membantu menilai apakah barang tersebut benar-benar sepadan atau justru membuat pengeluaran membengkak.
4. Barang yang bau menyengat
Kondisi barang bekas juga bisa terbaca dari baunya. Aroma asap rokok, jamur, atau bau apek yang kuat sering sulit dihilangkan, bahkan setelah dibersihkan berkali-kali.
Bau yang menyengat bisa menandakan ada masalah pada material atau cara penyimpanan barang. Jika aromanya sudah terasa mengganggu sejak awal, pembeli sebaiknya mempertimbangkan ulang sebelum memutuskan membeli.
Thrifting tetap bisa menjadi cara cerdas untuk mendapatkan barang dengan harga terjangkau. Tetapi, pilihan yang terburu-buru justru bisa berakhir pada barang yang tidak nyaman dipakai, sulit dirawat, atau butuh biaya tambahan.
