Nilai 30 nota kesepahaman investasi Indonesia-China telah mencapai sekitar Rp 37,1 triliun, tetapi pemerintah menilai kesepakatan itu harus segera diterjemahkan menjadi proyek di lapangan. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mendorong percepatan realisasi melalui pembentukan perusahaan patungan atau joint venture.
Langkah tersebut menjadi penting karena hubungan ekonomi kedua negara sudah berada pada skala besar, baik dari perdagangan maupun investasi. Pemerintah ingin manfaat kerja sama berikutnya tidak berhenti pada angka transaksi, melainkan ikut memperkuat industri nasional, teknologi, dan tenaga kerja Indonesia.
MoU Harus Berubah Menjadi Investasi Nyata
Dorongan percepatan itu disampaikan Airlangga setelah bertemu Menteri Perdagangan China Wang Wentao di Shanghai, China, pada Kamis (16/7/2026). Pertemuan tersebut membahas arah perdagangan dan investasi kedua negara di sela kunjungan kerja pemerintah Indonesia.
Kesepakatan investasi yang didorong berada dalam kerangka Kerja Sama TCTP Indonesia-China, singkatan dari Two Countries Twin Parks. Platform ini menghubungkan kawasan ekonomi dan industri, pemerintah daerah, serta pelaku usaha dari Indonesia dan China.
Airlangga menilai penandatanganan nota kesepahaman tidak cukup tanpa tindak lanjut yang jelas dan terukur. Dalam keterangan tertulis yang dikutip Kompas.com, ia mengatakan, “Berbagai Nota Kesepahaman yang telah ditandatangani perlu segera ditindaklanjuti menjadi investasi nyata.”
Pemerintah juga melihat joint venture sebagai jalur untuk menggerakkan proyek-proyek yang masih berada pada tahap kesepakatan. Kemitraan usaha antara pelaku Indonesia dan China diharapkan membuat pelaksanaan kerja sama TCTP berjalan lebih cepat.
Menurut Airlangga, pembentukan perusahaan patungan juga diperlukan agar manfaat ekonominya lebih konkret. Skema tersebut dapat menjadi penghubung antara komitmen investasi, kebutuhan kawasan industri, dan aktivitas usaha yang benar-benar berjalan.
Skala Hubungan Ekonomi Indonesia-China
Hubungan ekonomi Indonesia dan China ditopang nilai perdagangan serta arus investasi yang besar. Pemerintah kini menekankan kualitas investasi sebagai agenda berikutnya, bukan sekadar peningkatan nilai kerja sama.
| Indikator | Nilai | Keterangan |
|---|---|---|
| Nota kesepahaman TCTP | 30 MoU | Didorong menjadi investasi nyata |
| Nilai investasi MoU | Rp 37,1 triliun | Bagian dari kerja sama TCTP |
| Nilai perdagangan Indonesia-China | 154,6 miliar dollar AS | Perdagangan kedua negara |
| Realisasi investasi China | Hampir 8,1 miliar dollar AS | Investasi China di Indonesia |
Data tersebut menunjukkan China telah menjadi mitra ekonomi penting bagi Indonesia. Namun, pemerintah menargetkan kerja sama ke depan memberi nilai tambah yang lebih besar bagi kapasitas industri di dalam negeri.
Airlangga menyebut perdagangan yang lebih berimbang sebagai salah satu arah penguatan hubungan ekonomi. Selain itu, transfer teknologi, pengembangan sumber daya manusia, dan peningkatan kapasitas industri nasional turut ditempatkan dalam agenda kerja sama.
Danantara dan Peluang Investasi Berkualitas
Dalam pertemuan dengan Wang Wentao, Airlangga turut memperkenalkan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara atau BPI Danantara. Lembaga itu diharapkan dapat menjadi mitra strategis untuk mendukung masuknya investasi berkualitas dari China.
Pemerintah Indonesia juga mengundang perusahaan China untuk terlibat dalam pengembangan pembangkit listrik tenaga surya atau PLTS berkapasitas 100 gigawatt. Proyek tersebut tengah disiapkan sebagai bagian dari agenda transisi energi Indonesia.
Keterlibatan investor dalam proyek energi menjadi salah satu peluang yang dibuka dalam pembicaraan kedua negara. Pemerintah mengaitkan peluang ini dengan kebutuhan investasi yang tidak hanya besar nilainya, tetapi juga sejalan dengan arah pembangunan nasional.
Dukungan untuk Sekretariat RCEP
Indonesia turut meminta dukungan China terhadap usulan pembentukan Sekretariat RCEP di Indonesia. RCEP atau Regional Comprehensive Economic Partnership merupakan perjanjian perdagangan regional yang implementasinya ingin diperkuat melalui keberadaan sekretariat tersebut.
Airlangga menilai sekretariat RCEP di Indonesia dapat memperkuat pelaksanaan perjanjian perdagangan regional. Kehadirannya juga diharapkan meningkatkan posisi Indonesia dalam kerja sama ekonomi kawasan.
Pertemuan dengan Wang Wentao turut membahas persiapan menuju forum Kerja Sama Ekonomi Asia-Pasifik atau APEC 2026. Forum itu membuka ruang pembahasan lanjutan mengenai peluang memperluas perdagangan dan investasi melalui kerja sama Indonesia-China yang lebih berkualitas.
Fokus pemerintah kini berada pada pelaksanaan 30 MoU yang telah ditandatangani dalam kerangka TCTP. Realisasi proyek dan pembentukan joint venture akan menjadi penentu apakah komitmen Rp 37,1 triliun tersebut benar-benar memberi dampak ekonomi yang terukur.
