Keterampilan menjahit, memasak, atau tata rias sering menjadi titik awal, tetapi belum otomatis membuat sebuah usaha mampu bertahan. Bluebird Group mencoba menjembatani tahap yang lebih sulit itu melalui Kartini Bisa, program inkubasi bisnis untuk istri dan putri pengemudi.
Program yang merupakan singkatan dari Kartini Bikin Usaha ini tidak berhenti pada pelatihan keterampilan. Sebanyak 30 peserta terpilih akan dibawa hingga tahap mengembangkan produk, menyusun perhitungan biaya, menentukan pemasaran, dan menguji rencana usaha di hadapan pasar.
Fokus pada usaha yang siap berkembang
Pendekatan inkubasi ini menempatkan peserta sebagai calon pelaku usaha yang perlu memahami bisnis secara menyeluruh. Materi pembelajaran mencakup praktik dan penugasan agar gagasan usaha dapat diterjemahkan menjadi rencana yang lebih terukur.
Peserta juga mendapat pendampingan berkala dalam kelompok kecil bersama mentor dan praktisi. Format tersebut memberi ruang untuk membahas kebutuhan serta hambatan yang berbeda pada setiap usaha secara lebih spesifik.
Bluebird Group menyiapkan tahapan program dari pembelajaran sampai validasi produk. Rangkaian ini dirancang agar peserta tidak hanya menguasai teknik produksi, melainkan juga memiliki dasar untuk mengembangkan usaha secara berkelanjutan.
| Tahap | Kegiatan Utama | Fokus |
|---|---|---|
| Pembelajaran | Materi, praktik, dan penugasan | Produk, biaya, pemasaran, dan model usaha |
| Pendampingan | Mentoring kelompok kecil berkala | Kebutuhan dan tantangan setiap usaha |
| Validasi | Presentasi rencana usaha dan bazar | Masukan untuk pengembangan berikutnya |
Dari rencana bisnis menuju respons pembeli
Pada akhir masa inkubasi, para peserta akan mempresentasikan rencana pengembangan usaha kepada dewan juri. Mereka juga akan memperkenalkan produk melalui bazar, sehingga proses belajar tidak hanya berlangsung di ruang kelas.
Bazar menjadi bagian penting karena peserta dapat menerima masukan sebelum membawa usahanya ke tahap berikutnya. Respons terhadap produk dan rencana bisnis tersebut diposisikan sebagai bahan evaluasi dalam pengembangan usaha.
Model ini membedakan Kartini Bisa dari pelatihan yang semata-mata berfokus pada penguasaan keterampilan. Peserta diarahkan untuk melihat hubungan antara kualitas produk, biaya, strategi pemasaran, dan model bisnis.
Chief Marketing Officer PT Blue Bird Tbk Monita Moerdani mengatakan banyak anggota Kartini Bluebird telah memiliki keterampilan serta semangat untuk memulai usaha. Tantangan berikutnya, menurut dia, adalah membantu kemampuan tersebut berkembang menjadi bisnis yang dapat bertahan dan terus tumbuh.
“Kartini Bisa lahir sebagai langkah lanjutan dari perjalanan tersebut. Kami ingin menghadirkan lebih dari sekadar pelatihan, tetapi sebuah proses pendampingan yang membantu peserta memahami bagaimana membangun usaha secara menyeluruh, mulai dari mengembangkan produk, menghitung biaya, menentukan strategi pemasaran, hingga memiliki model bisnis yang lebih siap berkembang,” ujar Monita.
Kelanjutan pemberdayaan perempuan sejak 2014
Kartini Bisa merupakan pengembangan dari Kartini Bluebird, program pemberdayaan perempuan di bawah pilar keberlanjutan BlueLife. Inisiatif tersebut telah berjalan sejak 2014 dan pada awalnya berkembang dari kelas menjahit.
Seiring perjalanan program, materi Kartini Bluebird meluas ke tata boga, tata rias, dan pengembangan soft skill. Program ini telah menjangkau 1.416 istri dan putri pengemudi di berbagai kota di Indonesia.
Peserta inkubasi dipilih dari anggota Kartini Bluebird yang setidaknya telah mengikuti tiga kegiatan komunitas. Media Indonesia melaporkan, calon peserta juga perlu memiliki kemauan kuat untuk berusaha serta berasal dari keluarga pengemudi dengan rekam jejak kedisiplinan dan kondite yang baik.
Kriteria itu digunakan untuk memilih peserta yang dinilai siap menjalani proses pendampingan usaha. Dengan demikian, program tidak hanya menargetkan munculnya ide bisnis, tetapi juga komitmen untuk menjalankan dan mengembangkannya.
Monita menilai akses pada pengetahuan, jejaring, dan pendampingan yang tepat dapat memperbesar peluang perempuan membangun kemandirian ekonomi. Melalui inkubasi ini, Bluebird menargetkan lahirnya wirausaha dengan bekal bisnis yang lebih matang bagi diri sendiri dan keluarganya.
