3 Teknologi di Bola Piala Dunia 2026 yang Membuat VAR Makin Cepat dan Sulit Salah

Author: Cung Media

Bola resmi Piala Dunia 2026, Adidas Trionda, tidak sekadar dipakai untuk menggelindingkan laga. Di dalamnya, ada tiga teknologi yang dirancang untuk membuat keputusan wasit lebih cepat, lebih akurat, dan lebih transparan.

Inovasi ini bekerja dalam satu ekosistem yang terhubung dengan VAR dan Semi-Automated Offside Technology. Artinya, setiap sentuhan bola bisa dipantau secara real-time lalu diolah menjadi data yang membantu perangkat pertandingan membaca situasi sulit dalam hitungan detik.

Sensor 500Hz yang membaca gerak bola dengan detail kecil

Di dalam Trionda terdapat chip sensor gerak bernama Inertial Measurement Unit atau IMU. Sensor ini digantung di bagian tengah bola dan mampu menangkap serta mengirimkan data pergerakan hingga 500 kali per detik.

Frekuensi itu membuat sistem bisa merekam detail kecil dengan akurasi milidetik. Data yang dikirim mencakup kecepatan laju, arah putaran atau spin, trajektori penerbangan, hingga sentuhan sekecil apa pun yang terjadi di lapangan.

Kecepatan pembacaan data tersebut menuntut pasokan daya yang stabil. Karena itu, Trionda memerlukan proses pengisian daya khusus sebelum pertandingan dimulai agar sensor tetap bekerja tanpa gangguan sepanjang laga.

Terhubung langsung dengan VAR

Sensor pada Trionda juga terintegrasi langsung dengan Video Assistant Referee. Koneksi ini membantu proses peninjauan insiden penting, terutama saat wasit harus menilai pelanggaran handball yang samar atau menentukan pemain terakhir yang menyentuh bola di depan gawang.

Setiap kontak fisik pada permukaan bola akan memicu sinyal getaran khusus. Sinyal itu langsung dikirim ke sistem komputer di ruang pertandingan dan menghasilkan grafik data yang bisa dibaca sebagai bukti teknis.

Integrasi ini memangkas waktu peninjauan karena wasit tidak harus bergantung penuh pada pemutaran ulang dari berbagai sudut kamera. Sistem kemudian membantu memperkecil risiko kesalahan manusia dalam keputusan penting.

Mendukung Semi-Automated Offside Technology

Teknologi ketiga yang menonjol dari Trionda adalah dukungannya terhadap Semi-Automated Offside Technology atau SAOT. Tantangan utama dalam penentuan offside manual adalah menentukan momen pelepasan umpan secara tepat, dan sensor 500Hz membantu mengunci fraksi milidetik saat kaki pemain pertama kali menyentuh bola.

Setelah waktu tendangan tercatat secara digital, sistem komputer menggabungkannya dengan data posisi visual 3D para pemain. Data itu dikumpulkan oleh kamera pelacak di sudut-sudut stadion.

Kecerdasan buatan kemudian memproses kedua data tersebut secara simultan. Dalam hitungan detik, sistem dapat menarik garis pembatas offside virtual untuk membantu pengadil lapangan mengambil keputusan.

Ketiga teknologi itu membuat Trionda bukan sekadar bola pertandingan biasa. Adidas menempatkan bola resmi Piala Dunia 2026 ini sebagai perangkat yang ikut mendukung akurasi pertandingan dan kerja perwasitan modern.

Dengan sensor gerak berfrekuensi tinggi, integrasi VAR, dan dukungan SAOT, bola ini dirancang agar setiap momen krusial bisa terbaca lebih jelas. Di level turnamen sebesar Piala Dunia, detail kecil seperti ini bisa menentukan kecepatan keputusan dan kualitas jalannya pertandingan.

Source: www.idntimes.com
Terbaru