3 Persen Pedagang Kuasai Polymarket, Mayoritas Malah Terseret Rugi Jutaan Dolar

Author: Cung Media

Analisis terbaru atas aktivitas perdagangan di Polymarket memperlihatkan ketimpangan yang sangat besar antara kelompok kecil pedagang berpengalaman dan mayoritas peserta pasar. Temuan dari London Business School dan Yale menyebut sekitar 3 persen pedagang dengan informasi mendalam menjadi penopang utama akurasi harga, sementara sebagian besar trader justru berakhir merugi.

Gambaran itu makin jelas ketika data transaksi di platform ini sudah mencapai skala miliaran dolar. Mengutip data firma Dune yang dilaporkan Bloomberg, lebih dari 100.000 dompet digital tercatat merugi minimal $1.000 sejak awal tahun 2025, meski pada saat yang sama ada kelompok kecil yang berhasil mengumpulkan keuntungan besar dari pasar yang sama.

Likuiditas berada di tangan segelintir akun

Konsentrasi perdagangan di Polymarket terlihat sangat tinggi pada sedikit dompet digital. Laporan tersebut menyebut hanya 5 persen dompet yang menguasai 75 persen total transaksi, sehingga arah pasar banyak dipengaruhi oleh pedagang dengan modal besar dan toleransi risiko yang tinggi.

Kelompok kecil ini juga mencatat hasil keuangan yang sangat jauh dari rata-rata pengguna. Secara kolektif, mereka membukukan laba sebesar $131 juta, dan 823 akun di dalam kelompok itu masing-masing meraup keuntungan bersih lebih dari $100.000.

Di sisi lain, kerugian yang muncul dari akun bervolume rendah juga terkumpul pada angka yang sama, yaitu $131 juta. Pola ini menunjukkan bahwa pasar prediksi bisa menjadi lahan yang sangat menguntungkan bagi minoritas, tetapi sekaligus mahal bagi banyak peserta lain.

Keuntungan tidak selalu datang dari keberuntungan

Riset akademis yang dipimpin Roberto Gómez-Cram dan kolega mencoba memisahkan pengaruh keterampilan dari unsur acak dalam hasil perdagangan. Tim peneliti memakai simulasi setiap taruhan sebanyak 10.000 kali dengan metode arah lempar koin untuk menilai apakah laba pedagang muncul dari kemampuan membaca pasar atau dari keberuntungan semata.

Hasil analisis menunjukkan bahwa dari para pemenang terbesar berdasarkan laba kotor, hanya 12 persen yang benar-benar memiliki keunggulan keterampilan di atas tolok ukur. Temuan ini memperkuat pandangan bahwa keuntungan di Polymarket sangat terkonsentrasi pada pedagang yang memiliki pemahaman lebih baik atas informasi dan dinamika kontrak.

Pola tersebut juga menegaskan bahwa kualitas penemuan harga di pasar prediksi tidak bergantung pada banyaknya peserta. Dari data yang tersedia, justru sejumlah kecil akun berpengetahuan yang tampak memegang peran besar dalam membaca peluang lebih cepat dan lebih tepat.

Peran informasi privat dalam pasar prediksi

Studi itu juga menyoroti risiko pengaruh informasi non-publik terhadap pergerakan harga. Salah satu contoh yang disebut adalah kasus penggulingan Nicolás Maduro di Venezuela pada Januari lalu, ketika tiga akun baru menempatkan investasi besar pada kontrak terkait sesaat sebelum operasi terjadi.

Langkah itu menghasilkan keuntungan kolektif lebih dari $630.000. Meski tidak ada bukti pelanggaran, peristiwa tersebut menunjukkan bahwa informasi privat dapat mendorong harga bergerak cepat dan memberi keunggulan besar bagi pihak yang mengetahuinya lebih dulu.

Fenomena ini menjadi salah satu alasan Polymarket terus menarik perhatian. Platform tersebut mengubah berbagai peristiwa menjadi instrumen perdagangan, mulai dari politik, ekonomi, hingga olahraga, sehingga pengguna dapat membaca probabilitas kejadian secara real time.

Namun, data perdagangan yang muncul memperlihatkan bahwa akses terhadap keuntungan tidak merata. Di tengah meningkatnya volume dan minat pasar, hasil terbesar tetap mengalir ke minoritas pedagang yang memiliki informasi, modal, atau kecepatan eksekusi yang lebih baik.

Bernstein masih melihat ruang pertumbuhan besar untuk industri pasar prediksi dan memperkirakan volumenya bisa mencapai $1 triliun pada 2030. Proyeksi itu menunjukkan sektor ini masih punya peluang ekspansi, tetapi distribusi keuntungannya sejauh ini tetap condong pada segelintir pelaku yang paling unggul dalam membaca pasar.

Terbaru