Norwegia akhirnya menutup luka lama yang tertinggal sejak Piala Dunia 1994 dengan cara yang jauh lebih manis. Di Amerika Serikat, mereka bukan hanya kembali ke panggung besar, tetapi juga menembus perempat final untuk pertama kalinya.
Yang membuat perjalanan ini terasa berbeda adalah kehadiran tiga putra legenda timnas Norwegia dalam skuad utama. Erling Haaland, Alexander Sørloth, dan Kristian Thorstvedt membawa warisan keluarga yang dulu ikut merasakan pahitnya kegagalan pada 1994.
Warisan 1994 yang Kembali ke Panggung Besar
Haaland, Sørloth, dan Thorstvedt sama-sama punya hubungan langsung dengan skuad Norwegia di Piala Dunia 1994. Alf-Inge Haaland masuk skuad saat itu, Gøran Sørloth menjadi penyerang, sementara Erik Thorstvedt adalah kiper utama Norwegia.
Kini, ketiganya tampil dalam peran yang berbeda dan lebih menentukan. Haaland menjadi ujung tombak andalan Manchester City, Sørloth menempati lini depan Atletico Madrid, sedangkan Thorstvedt mengisi sektor tengah dengan karakter kompetitif yang diwarisi dari keluarganya.
| Pemain | Ayah | Peran di Piala Dunia 1994 |
|---|---|---|
| Erling Haaland | Alf-Inge Haaland | Skuad Norwegia |
| Alexander Sørloth | Gøran Sørloth | Penyerang Norwegia |
| Kristian Thorstvedt | Erik Thorstvedt | Kiper utama Norwegia |
Luka Lama di Giants Stadium
Perjalanan Norwegia pada 1994 berakhir tragis di Grup E yang dihuni Italia, Meksiko, dan Republik Irlandia. Tiga tim finis dengan empat poin, tetapi Norwegia tersingkir karena kalah selisih gol dan produktivitas.
Dalam laga penentu melawan Republik Irlandia di Giants Stadium, Norwegia bermain imbang 0-0 dalam duel ketat yang sarat kartu kuning. Erik Thorstvedt menjaga gawang, Kjetil Rekdal mengatur permainan, dan Gøran Sørloth ikut memimpin serangan, sementara Alf-Inge Haaland hanya duduk di bangku cadangan.
Norwegia sempat menunggu hasil laga Italia kontra Meksiko setelah pertandingan berakhir. Namun skor 1-1 di partai lain itu justru memastikan mereka pulang lebih awal.
MetLife Stadium Mengubah Akhir Cerita
Tiga puluh dua tahun kemudian, tempat yang sama kembali menjadi panggung pembuktian. Kali ini, Norwegia bermain di MetLife Stadium, nama baru dari Giants Stadium, dan menghadapi Brasil di babak 16 besar Piala Dunia 2026.
Tim asuhan Ståle Solbakken sempat tertekan ketika Brasil mendapat penalti setelah Kristoffer Ajer melanggar Matheus Cunha. Ørjan Nyland lalu menjaga asa Norwegia tetap hidup dengan menggagalkan eksekusi Bruno Guimarães.
Momentum berubah setelah Oscar Bobb dan Andreas Schjelderup masuk dari bangku cadangan. Pada menit ke-79, Schjelderup mengirim umpan silang akurat dari sisi kiri yang disundul Haaland untuk membawa Norwegia unggul 1-0.
Haaland kemudian menambah gol lewat tembakan mendatar dari luar kotak penalti yang melewati sela kaki Danilo. Brasil hanya sempat memperkecil ketertinggalan melalui penalti Neymar sebelum Norwegia menang 2-1.
Pencapaian Terbesar dalam Sejarah Norwegia
Kemenangan atas Brasil menjadi momen paling penting dalam sejarah sepak bola Norwegia karena mengantar mereka ke perempat final Piala Dunia untuk pertama kalinya. Di tribun, Gøran Sørloth dan Erik Thorstvedt menyaksikan anak-anak mereka melampaui pencapaian generasi 1994.
Bagi Norwegia, hasil ini terasa seperti pembalasan atas kegagalan yang bertahan lebih dari tiga dekade. Amerika Serikat pernah menjadi tempat berhentinya mimpi mereka, tetapi kini justru menjadi lokasi lahirnya sejarah baru.
Dengan Haaland sebagai pemimpin lini depan dan dua penerus legenda lain di sisinya, Norwegia menutup penantian panjang yang dimulai dari kekecewaan 1994. Perjalanan itu kini berlanjut dengan target yang jauh lebih besar di panggung yang sama.
Source: www.beritasatu.com






