Tarikan New Honda Vario Evo 160 tidak hanya berubah karena desain yang dibuat lebih agresif. Pada model ini, pembaruan mesin eSP+ 160cc justru menjadi alasan utama respons motor terasa lebih enteng sejak putaran bawah.
Poin yang paling menonjol ada pada kenaikan torsi sebesar 0,2 Nm. Angka itu terlihat kecil, tetapi Astra Motor Yogyakarta menyebut efeknya terasa dalam pemakaian harian karena gas lebih responsif di berbagai kondisi jalan.
Mesin Jadi Fokus Utama
Skutik ini memakai mesin 160cc, 4 katup, PGM-FI eSP+ yang diklaim memberi kombinasi performa tinggi dan efisiensi bahan bakar. Technical Training Coordinator Astra Motor Yogyakarta, Danang Priyo Kumoro, menyebut kenaikan torsi itu membuat rasa berkendara seperti motor dengan ruang bakar yang baru dibersihkan.
Efek yang dijelaskan adalah tenaga terasa lebih ringan dari putaran bawah, menengah, hingga atas. Bahkan, perbedaan itu disebut berpotensi terasa sampai ke top speed yang berbeda.
| Aspek | New Honda Vario Evo 160 | Catatan |
|---|---|---|
| Mesin | 160cc, 4 katup, PGM-FI eSP+ | Fokus pada performa dan efisiensi |
| Torsi | Naik 0,2 Nm | Di klaim membuat tarikan lebih enteng |
| Karakter berkendara | Lebih ringan dari putaran bawah hingga atas | Disorot untuk pemakaian harian dan perjalanan jauh |
Desain Baru, Tetapi Bukan Sekadar Kosmetik
Astra Motor Yogyakarta juga membawa perubahan visual yang lebih tajam dan runcing pada upper front serta side body. Identitas V-Shape tetap dipertahankan agar keluarga Vario masih mudah dikenali.
People Network Development Supervisor Astra Motor Yogyakarta, Christa Adhi Dharma, menjelaskan bahwa perubahan itu membuat tampilan motor terasa lebih speedy. Di sisi lain, arah pembaruan ini menunjukkan bahwa versi baru tidak berhenti pada penyegaran ringan.
Salah satu yang paling mencuri perhatian adalah varian baru bernama “Nitro”. Nama tersebut dipakai untuk menegaskan aura kecepatan pada kasta tertinggi keluarga Vario.
Marketing Manager Astra Motor Yogyakarta, Julius Armando, mengatakan penamaan Nitro dipilih agar kesan kencang lebih kuat muncul. Honda juga ingin menonjolkan karakter varian tertinggi 160 yang disebut lebih kencang dibandingkan Vario 125, dengan dukungan warna yang lebih eksklusif.
Fitur Praktis Tetap Dipertahankan
Selain mesin dan tampilan, pembaruan lain hadir lewat USB Type C Charger dan Pop Up Center Hook. Dua fitur ini disiapkan untuk menjawab kebutuhan mobilitas harian pengguna skutik premium.
USB Type C Charger memberi kemudahan saat pengendara perlu mengisi daya perangkat di perjalanan. Sementara Pop Up Center Hook dibuat agar membawa barang bawaan jadi lebih praktis.
Pendekatan itu membuat New Honda Vario Evo 160 tetap terasa fungsional, bukan hanya sporty dari luar. Astra Motor Yogyakarta menempatkan kenyamanan pakai harian sebagai bagian penting dari paket pembaruannya.
Dipamerkan Langsung ke Publik
Astra Motor Yogyakarta memperkenalkan model ini untuk wilayah Yogyakarta, Kedu, dan Banyumas lewat Regional Press Gathering di Astra Motor Safety Riding Center Yogyakarta, Selasa (30/6/2026). Peluncuran ini menjadi bagian dari strategi memperkuat posisi di segmen skutik premium.
Region Head Astra Motor Yogyakarta, Lukas Ferinata, menyebut kehadiran New Honda Vario Evo 160 sebagai respons atas kebutuhan masyarakat pada motor yang tangguh, bertenaga, dan tetap menarik secara visual. Ia menyoroti evolusi desain agresif, performa mesin responsif, dan fitur fungsional sebagai nilai jual utama.
Masyarakat yang ingin melihat langsung ubahan motor ini bisa datang ke Regional Public Event pada 27 Juli 2026 hingga 2 Agustus 2026 di Pakuwon Mall Jogja, Society Atrium, UG Floor. Selama periode itu, pengunjung dapat melihat detail pembaruan, mendapatkan promo, dan mencoba sensasi berkendaranya lewat booth riding test.
Kehadiran unit uji coba menjadi penting karena klaim utama motor ini memang ada pada tarikan yang lebih enteng dan respons yang lebih cepat sejak putaran awal. Dengan begitu, pembeda New Honda Vario Evo 160 tidak hanya ada pada wajah Nitro, tetapi juga pada karakter mesin yang dibuat lebih ringan saat dipakai sehari-hari.
Source: www.suara.com






