3 Alasan Oh Mi Ja Menolak Pengobatan di Doctor on the Edge, Bukan Sekadar Takut Sakit

Keputusan Oh Mi Ja menolak pengobatan di Doctor on the Edge terasa menyentuh karena lahir dari ketakutan yang sangat manusiawi. Saat warga Pyeondongdo mengetahui ia mengidap kanker stadium akhir, banyak orang berharap ia mau menjalani perawatan, tetapi Mi Ja justru memilih jalan berbeda.

Ia bahkan tidak datang ke jadwal pengobatan yang sudah disusun cucunya sendiri, Yuk Ha Ri. Di balik penolakannya, ada tiga alasan besar yang membuat sikap Mi Ja tidak sesederhana membantah saran dokter.

Efek samping membuat Mi Ja semakin ragu

Mi Ja sempat setuju menjalani pengobatan dan datang ke rumah sakit pusat untuk menjalani tes awal. Ia kemudian berbicara dengan Do Ji Ui, dokter yang juga pacar Ha Ri, sebelum akhirnya mundur.

Penjelasan soal efek samping justru membuatnya takut. Mi Ja membayangkan pengobatan bisa berjalan buruk dan malah merenggut nyawanya, bukan menyelamatkannya.

Yang paling ia khawatirkan bukan hanya rasa sakit. Ia juga memikirkan dampak emosional yang akan diterima Ha Ri jika pengobatan itu gagal.

Ia sudah lelah dengan pengalaman panjang melawan kanker

Alasan lain datang dari riwayat panjang Mi Ja menghadapi penyakit itu. Ia sudah pernah menjalani rangkaian pengobatan untuk sembuh total, dan upaya tersebut sempat berhasil.

Bahkan, dokter pernah menyatakan bahwa Mi Ja sudah sembuh total dari kanker. Namun penyakit itu muncul lagi, dan ingatan terhadap proses perawatan sebelumnya kembali membebani pikirannya.

Mi Ja merasa pengobatan yang dulu ia jalani sangat menyiksa. Karena itu, ia tidak ingin kembali melalui proses yang menurutnya menguras tenaga dan menyakitkan.

Waktu bersama cucu menjadi hal yang paling ia kejar

Dari semua pertimbangannya, Mi Ja sebenarnya hanya ingin menjalani sisa hidup dengan tenang bersama Yuk Ha Ri. Ia tidak ingin terus berada di rumah sakit, karena waktu yang tersisa baginya terasa terlalu berharga untuk dihabiskan demi perawatan yang belum tentu berhasil.

Setiap kali melihat pasien lain meninggal, pikirannya langsung tertuju pada Ha Ri. Ia membayangkan cucunya akan merasakan kesedihan yang sama, dan itu membuatnya semakin yakin untuk tidak memaksa diri menjalani pengobatan.

Mi Ja ingin meninggal sebagai nenek Ha Ri, bukan sebagai pasien rumah sakit. Bagi dirinya, kebersamaan singkat jauh lebih penting daripada harapan sembuh yang belum tentu bisa tercapai.

Sikap itu membuat penolakan Mi Ja terasa lebih rumit daripada sekadar tidak patuh pada saran dokter. Do Ji Ui pun tidak bisa memaksanya, karena ia memahami alasan di balik keputusan sang nenek.

Di sisi lain, pilihan Mi Ja juga menempatkan Ha Ri dalam posisi emosional yang sulit. Hubungan keluarga, rasa takut kehilangan, dan keinginan untuk tetap dekat menjadi inti dari konflik yang membuat kisah Oh Mi Ja begitu kuat di Doctor on the Edge.

Source: www.idntimes.com

Terkait