Cuaca labil masih membayangi sejumlah wilayah Indonesia pada Kamis ini. BMKG mengeluarkan peringatan dini hujan untuk 15-17 Juli 2026, dengan fokus utama pada potensi hujan sedang hingga lebat serta angin kencang di banyak daerah.
Meski begitu, tidak ada wilayah yang diprakirakan mengalami hujan lebat hingga sangat lebat pada hari ini. BMKG juga belum menempatkan satu pun daerah dalam kategori Awas, atau hujan sangat lebat hingga ekstrem.
Wilayah yang perlu waspada hujan sedang hingga lebat
| Wilayah | Status | Kondisi |
|---|---|---|
| Sumatra Utara | Waspada | Hujan sedang hingga lebat |
| Kepulauan Riau | Waspada | Hujan sedang hingga lebat |
| Kalimantan Barat | Waspada | Hujan sedang hingga lebat |
| Kalimantan Utara | Waspada | Hujan sedang hingga lebat |
| Sulawesi Tengah | Waspada | Hujan sedang hingga lebat |
| Sulawesi Barat | Waspada | Hujan sedang hingga lebat |
| Sulawesi Selatan | Waspada | Hujan sedang hingga lebat |
Wilayah yang berpotensi angin kencang
| Wilayah | Status | Kondisi |
|---|---|---|
| Banten | Siaga | Angin kencang |
| Jawa Timur | Siaga | Angin kencang |
| Kalimantan Selatan | Siaga | Angin kencang |
| Lampung | Siaga | Angin kencang |
| Maluku | Siaga | Angin kencang |
| Nusa Tenggara Barat | Siaga | Angin kencang |
| Nusa Tenggara Timur | Siaga | Angin kencang |
| Papua Barat | Siaga | Angin kencang |
| Sulawesi Selatan | Siaga | Angin kencang |
| Sulawesi Tenggara | Siaga | Angin kencang |
| Sulawesi Utara | Siaga | Angin kencang |
Dalam prakiraan Potensi Hujan Indonesia Sepekan ke Depan periode 14-20 Juli, BMKG menyebut musim kemarau makin dominan dan mulai mencapai puncaknya di banyak wilayah. Lembaga itu mencatat 432 Zona Musim, atau sekitar 60,5 persen wilayah Indonesia, telah mengalami musim kemarau pada dasarian I Juli 2026.
Untuk Dasarian II Juli 2026, sekitar 91,45 persen wilayah Indonesia diprediksi mengalami curah hujan kategori rendah. Sebanyak 8,52 persen wilayah berada pada kategori menengah, sedangkan hanya sekitar 0,03 persen wilayah yang diprakirakan menerima curah hujan kategori tinggi.
Curah hujan rendah, yakni kurang dari 50 mm per dasarian, diperkirakan terjadi di sebagian besar Sumatra, Jawa, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan, dan Sulawesi. Kondisi serupa juga diprediksi melanda Maluku Utara, Maluku, serta sebagian wilayah Papua.
Di tengah dominasi kemarau, gangguan atmosfer masih bisa memicu pertumbuhan awan hujan. Gelombang Kelvin diprakirakan aktif melintasi sebagian Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, Riau, Sulawesi bagian utara, hingga Maluku Utara.
Sementara itu, Gelombang Rossby Ekuatorial diprakirakan aktif di sekitar Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat, Bali, Pulau Jawa, Sumatra bagian tengah hingga selatan, serta Sulawesi bagian tengah dan selatan. Kombinasi faktor inilah yang membuat hujan dan angin kencang tetap perlu diwaspadai di sejumlah daerah.
Source: www.cnnindonesia.com






