12 Negara Bagian AS Bergerak Hentikan Merger Paramount-Warner Bros, Taruhannya US$111 Miliar

Author: Cung Media

Merger Paramount dan Warner Bros. kini masuk fase paling genting setelah 12 negara bagian Amerika Serikat meminta pengadilan menghentikan sementara transaksi senilai US$111 miliar itu. California memimpin langkah ini bersama 11 negara bagian lain untuk mencegah penutupan merger sebelum perkara hukumnya selesai.

Permintaan darurat itu berbentuk temporary restraining order dan preliminary injunction. Para penggugat menilai penggabungan dua raksasa hiburan ini berpotensi melanggar hukum antimonopoli dan bisa menimbulkan kerugian yang sulit dipulihkan jika transaksi sudah telanjur ditutup.

Pertaruhan Besar di Tiga Pasar

Dalam dokumen yang diajukan Senin malam waktu setempat, para negara bagian meminta hakim federal memberi putusan paling lambat 22 Juli. Mereka menegaskan merger itu dapat menghapus persaingan antara Paramount dan Warner Bros., lalu memberi ruang bagi perusahaan gabungan untuk menaikkan harga dan mengurangi produksi.

Gugatan tersebut menyorot tiga pasar sekaligus, yaitu distribusi film rilis luas di bioskop, distribusi film blockbuster, dan distribusi televisi kabel dasar. Menurut tuduhan para penggugat, dampaknya bisa merugikan konsumen, pemilik bioskop, serta perusahaan televisi kabel dan satelit.

Pokok Gugatan Pasar yang Disebut Risiko yang Ditekankan
Merger Paramount-Warner Bros. Distribusi film rilis luas di bioskop Harga naik, produksi turun
Merger Paramount-Warner Bros. Distribusi film blockbuster Kerugian tak dapat dipulihkan
Merger Paramount-Warner Bros. Distribusi televisi kabel dasar Persaingan berkurang

Langkah Hukum Sebelum Transaksi Ditutup

Pada hari yang sama, koalisi 12 negara bagian itu juga mengajukan gugatan atas transaksi US$111 miliar tersebut dengan tuduhan melanggar hukum antimonopoli federal. Mereka berargumen bahwa jika merger selesai lalu kemudian dinyatakan ilegal, kondisi pasar akan sangat sulit dikembalikan seperti semula.

Untuk memenangkan perintah larangan, para negara bagian harus meyakinkan hakim bahwa gugatan mereka punya peluang besar untuk menang. Mereka juga harus menunjukkan bahwa penolakan permohonan akan menimbulkan kerugian yang tidak bisa diperbaiki.

Kantor Jaksa Agung California sebelumnya sudah memberi sinyal akan meminta perintah larangan jika Paramount tidak mau menunda merger selama proses hukum berlangsung. Setelah perusahaan menolak permintaan itu, permohonan resmi pun diajukan.

Jaksa Agung California, Rob Bonta, menyebut raksasa-raksasa industri ini tidak boleh melanjutkan merger sebelum pengadilan mengevaluasi klaim para penggugat secara menyeluruh. Ia juga menegaskan bahwa dirinya bersama koalisi jaksa agung mengajukan permohonan darurat agar pengadilan segera menghentikan merger ini.

Sikap Paramount Skydance

Paramount Skydance menolak tudingan itu dan menyebut pemahaman negara-negara bagian terhadap fakta dan hukum “sangat keliru.” Perusahaan juga berpendapat bahwa penundaan transaksi justru akan merugikan para pekerja industri hiburan yang selama beberapa tahun terakhir terdampak perubahan teknologi.

Menurut perusahaan, perubahan tersebut telah mengganggu mata pencaharian dan menghilangkan puluhan ribu lapangan kerja di industri hiburan California. Putusan atas permohonan larangan ini akan menjadi ujian awal bagi kekuatan gugatan para negara bagian tersebut.

Koalisi serupa sebelumnya sempat berhasil memperoleh putusan yang memblokir merger Nexstar-Tegna untuk sementara pada Maret lalu. Putusan itu kini masih dalam proses banding, sehingga perkara Paramount-Warner Bros. kini menjadi sorotan baru dalam upaya negara bagian menahan konsolidasi besar di industri media.

Source: www.cnnindonesia.com
Terbaru