Persaingan smartphone di rentang 5 hingga 7 jutaan kini terasa jauh lebih serius. Di kelas ini, pembeli tidak lagi hanya mengejar performa dasar, tetapi juga mencari perangkat yang kuat untuk gaming, kamera, layar cepat, dan baterai besar dalam satu paket.
Itulah yang membuat deretan 10 model ini menonjol. Beberapa jelas menekan di sisi performa, sementara yang lain lebih menarik lewat kamera atau daya tahan baterai yang terasa lebih aman untuk dipakai seharian.
Paling agresif untuk gaming
Poco X7 Pro menjadi salah satu opsi paling kencang di daftar ini berkat MediaTek Dimensity 8400 Ultra, RAM 12GB, dan penyimpanan 512GB. Perangkat ini juga membawa layar AMOLED 6,67 inci 120Hz, baterai 6.000 mAh, dan kamera utama 50MP.
Di sisi lain, iQOO Neo 10 tampil sangat menonjol untuk kebutuhan bermain game. Smartphone ini memakai Snapdragon 8s Gen 4, RAM 8GB, ROM 256GB, layar AMOLED 144Hz, serta baterai 7.000 mAh dengan fast charging 120W.
Poco X8 Pro juga masuk kelompok atas untuk performa dengan Dimensity 8500 Ultra. Kombinasinya terdiri dari RAM 12GB, penyimpanan 512GB, baterai 6.500 mAh dengan fast charging 100W, dan layar AMOLED 120Hz.
Motorola Edge 60 Pro menawarkan pendekatan yang lebih seimbang. Ponsel ini mengandalkan Dimensity 8350, layar OLED 6,7 inci 120Hz, kamera utama 50MP dengan telefoto, dan baterai 6.000 mAh.
Lebih serius di kamera
Xiaomi 14T tetap menarik di sektor kamera berkat kerja sama dengan Leica. Smartphone ini membawa Dimensity 8300 Ultra, kamera utama 50MP dengan lensa telefoto dan ultrawide, layar AMOLED 144Hz, serta baterai 5.000 mAh.
Redmi Note 15 Pro Plus menonjol lewat kamera utama 200MP yang dipasangkan dengan Snapdragon 7s Gen 4. Ponsel ini juga dibekali baterai 6.500 mAh dan layar AMOLED 120Hz.
Tecno Camon 50 Pro hadir sebagai opsi yang lebih ekonomis tetapi tetap lengkap. Perangkat ini menggunakan Dimensity 7400 Ultimate, kamera utama 50MP dengan telefoto dan ultrawide, layar AMOLED 144Hz, RAM 8GB, serta penyimpanan 256GB.
Yang paling aman untuk harian
Samsung Galaxy A56 mengandalkan pengalaman yang stabil lewat Exynos 1580. Spesifikasinya mencakup layar Super AMOLED 6,7 inci, kamera utama 50MP, dan baterai 5.000 mAh.
Infinix Note 60 Pro menawarkan paket yang menarik untuk pengguna produktif dengan anggaran terbatas. Smartphone ini memakai Snapdragon 7s Gen 4, RAM 12GB, penyimpanan 256GB, baterai 6.500 mAh, dan kamera utama 50MP.
iQOO Z11 menjadi salah satu model paling mencolok karena baterai 9.000 mAh yang dibawanya. Perangkat ini juga memakai Snapdragon 7s Gen 4, layar AMOLED 144Hz, dan kamera utama 50MP.
Ringkasan perbedaan utama
| Smartphone | Chipset | Kamera utama | Layar | Baterai |
|---|---|---|---|---|
| Poco X7 Pro | Dimensity 8400 Ultra | 50MP | AMOLED 6,67 inci 120Hz | 6.000 mAh |
| Xiaomi 14T | Dimensity 8300 Ultra | 50MP | AMOLED 144Hz | 5.000 mAh |
| iQOO Neo 10 | Snapdragon 8s Gen 4 | – | AMOLED 144Hz | 7.000 mAh |
| Samsung Galaxy A56 | Exynos 1580 | 50MP | Super AMOLED 6,7 inci | 5.000 mAh |
| iQOO Z11 | Snapdragon 7s Gen 4 | 50MP | AMOLED 144Hz | 9.000 mAh |
| Infinix Note 60 Pro | Snapdragon 7s Gen 4 | 50MP | – | 6.500 mAh |
| Motorola Edge 60 Pro | Dimensity 8350 | 50MP dengan telefoto | OLED 6,7 inci 120Hz | 6.000 mAh |
| Poco X8 Pro | Dimensity 8500 Ultra | – | AMOLED 120Hz | 6.500 mAh |
| Redmi Note 15 Pro Plus | Snapdragon 7s Gen 4 | 200MP | AMOLED 120Hz | 6.500 mAh |
| Tecno Camon 50 Pro | Dimensity 7400 Ultimate | 50MP dengan telefoto dan ultrawide | AMOLED 144Hz | – |
Dengan pilihan seperti ini, pembeli di rentang 5 hingga 7 jutaan punya banyak arah yang bisa dipilih sesuai kebutuhan. Jika prioritas ada di gaming, Poco X7 Pro, iQOO Neo 10, dan Poco X8 Pro terlihat paling agresif, sedangkan Xiaomi 14T dan Redmi Note 15 Pro Plus lebih kuat bagi pengguna yang mengejar kamera.







