10 Jemaah Haji Asal Jatim Meninggal, 9 Wafat di Tanah Suci dan 1 di Surabaya

Sebanyak 10 jemaah haji asal Jawa Timur meninggal dunia selama operasional keberangkatan Embarkasi Surabaya. Dari jumlah itu, sembilan orang wafat di Tanah Suci dan satu jemaah meninggal di dalam negeri.

Ketua PPIH Embarkasi Surabaya, Mohammad As’adul Anam, menyampaikan duka cita atas wafatnya para jemaah. Ia juga mendoakan agar amal ibadah mereka diterima Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan.

Data itu menunjukkan bahwa risiko kesehatan tetap menjadi perhatian utama dalam rangkaian ibadah haji. Di sisi lain, proses keberangkatan jamaah dari Embarkasi Surabaya terus berjalan hingga mencapai 83 persen dari total rencana.

Sembilan jemaah wafat di Tanah Suci

Nama-nama jemaah yang wafat di Tanah Suci berasal dari sejumlah daerah di Jawa Timur dan tersebar di beberapa kloter. Mereka adalah Kamariyah Dul Tayib, 85 tahun, dari Kloter 8 Pasuruan; Abd Wachid, 71 tahun, dari Kloter 7 Pasuruan; Fajar Puja Sasmita, 53 tahun, dari Kloter 11 Kota Malang; dan Sibiatun Saji, 72 tahun, dari Kloter 33 Lamongan.

Selain itu, daftar tersebut juga memuat Mustika Rajim D, 75 tahun, dari Kloter 47 Gresik; Suyono Reso, 58 tahun, dari Kloter 62 Jombang; Dumaiyah Gopur, 67 tahun, dari Kloter 6 Pasuruan; Asraf Sudam, 65 tahun, dari Kloter 1 Probolinggo; serta Tarni Talikah Kastamun, 66 tahun, dari Kloter 55 Sidoarjo.

Sebaran nama itu memperlihatkan bahwa jemaah yang wafat datang dari berbagai kabupaten dan kota di Jawa Timur. Rentang usia mereka juga cukup lebar, dari 53 tahun hingga 85 tahun.

Satu jemaah meninggal di dalam negeri

Satu jemaah yang wafat di dalam negeri adalah Tini Atmin, 56 tahun, dari Kloter 43 Kabupaten Gresik. Ia meninggal saat menjalani perawatan di RSUD Haji Surabaya karena sakit jantung.

Kondisi itu ikut menambah daftar jemaah yang keberangkatannya tertunda karena alasan kesehatan. Dalam data PPIH Embarkasi Surabaya, ada 13 jemaah yang belum bisa diberangkatkan.

Masih ada 13 jemaah tertunda berangkat

Dari 13 jemaah tersebut, 10 orang tercatat sakit, satu orang berstatus pendamping, dan dua jemaah lain juga tertunda karena kondisi kesehatan. As’adul menyebut beberapa nama yang belum berangkat berasal dari sejumlah kloter di Jawa Timur.

Mereka antara lain Manah Saram dari Kloter 73 Pamekasan, Nawawi Syamsul Arifin dan Abdul Manaf dari Kloter 86 Bondowoso, serta Sahwati Marta Is dari Kloter 87 Bondowoso. Ada pula Rafiin P Supatri dan Fathor Rahman Bunawardi dari Kloter 89 Situbondo, Ahmad Dahlan Said dari Kloter 92, dan Abd Rohmat dari Kloter 95 asal Jember.

Nama lain yang ikut tercatat adalah Bahauddin Sajemur Saundar, Sundari Mudin Sabet, dan Suswati Sabue Naima sebagai pendamping Kloter 96. Sementara Regina Kasbun yang menunda keberangkatan karena sakit dan Budiman Her, pendamping Kloter 93 asal Jember, berada di KNO Medan.

Keberangkatan masih berjalan

Hingga saat ini, Embarkasi Surabaya telah memproses keberangkatan 36.413 jemaah dan petugas. Jumlah itu terbagi dalam 98 kloter dan mencerminkan sebagian besar target keberangkatan sudah berjalan.

Di tengah proses itu, kabar wafatnya 10 jemaah menjadi pengingat bahwa ibadah haji selalu membawa tantangan fisik yang berat. Kondisi kesehatan jemaah tetap menjadi faktor penting yang terus dipantau selama keberangkatan dan pelaksanaan ibadah.

Source: surabaya.kompas.com
Terkait