BFI Run kembali mencuri perhatian karena edisi ke-9 ini menargetkan 10.000 pelari di ICE BSD City, Kabupaten Tangerang, Banten. Ajang besutan BFI Finance itu juga menyiapkan total hadiah Rp1,2 miliar, sehingga daya tariknya bukan hanya soal jumlah peserta, tetapi juga peluang prestasi dan pengalaman lomba yang lebih besar.
Antusiasme publik terlihat cepat sejak penjualan tiket dibuka pada 12 Desember 2025. Seluruh tiket untuk kategori Half Marathon, 10K, dan 5K langsung habis dalam waktu singkat, menandakan tingginya minat komunitas lari maupun peserta umum terhadap event ini.
Kuota terbesar sejak 2016
Direktur BFI Finance Sudjono mengatakan jumlah peserta tahun ini menjadi yang terbesar sejak BFI Run pertama kali digelar pada 2016. Menurut dia, kuota dinaikkan menjadi 10.000 peserta agar penyelenggaraan bisa menjangkau lebih banyak pelari.
Pernyataan itu disampaikan dalam Pre-Event BFI Run 2026 di Midaz Senayan Golf, Jakarta, Rabu (6/5/2026). Dalam kesempatan itu, Sudjono menegaskan bahwa respons besar dari peserta menjadi dorongan bagi penyelenggara untuk terus menjaga kualitas lomba.
Hadiah lintasan menuju Sydney dan Yokohama
Daya tarik BFI Run tahun ini tidak berhenti pada podium dan hadiah lomba. Untuk peserta Half Marathon, panitia kembali membuka Overseas Marathon Challenge yang memberi kesempatan tampil di ajang internasional.
Delapan pelari dengan catatan finis di bawah 2 jam 00 menit akan diberangkatkan ke Sydney Marathon di Australia. Sementara itu, 12 peserta dengan waktu terbaik dan finis di bawah 2 jam 20 menit akan mendapat peluang tampil di Yokohama Marathon di Jepang.
Aturan finis dibuat ketat
Panitia menetapkan batas waktu berbeda untuk tiap kategori demi menjaga kelancaran lomba. Cut-off time yang berlaku adalah 3 jam untuk Half Marathon, 1 jam 45 menit untuk 10K, dan 1 jam untuk 5K.
Peserta yang tidak menyelesaikan lomba dalam batas waktu tersebut akan didiskualifikasi. Mereka juga tidak akan menerima medali penamat, dan jersey penamat khusus kategori Half Marathon tidak diberikan.
Persiapan teknis terus dimatangkan
BFI Finance menyebut persiapan teknis masih terus berjalan menjelang hari pelaksanaan. Pekerjaan yang dikerjakan meliputi penyusunan rute, pengaturan tenaga medis, penyediaan fasilitas medis, serta penataan race village dan fasilitas pendukung lainnya.
Sudjono menekankan bahwa keamanan dan kenyamanan peserta tetap menjadi prioritas utama. Untuk itu, BFI Run 2026 kembali menggandeng race management RunID agar jalur lomba aman dan titik start-finish tetap berada di ICE BSD City.
Dukungan mitra makin luas
Penyelenggaraan tahun ini juga ditopang oleh banyak mitra dari berbagai sektor. ICE BSD City-Sinar Mas Land menjadi official venue, Brooks menjadi official apparel, Pocari Sweat menjadi official isotonic drink, dan Bank Jago berperan sebagai mitra bank.
Dukungan lain datang dari Asuransi Aswata, Asuransi Sinarmas, Chubb Life Insurance, OONA Insurance, Asuransi Raksa Pratikara, Asuransi Panfic, Asuransi Astra Buana, Etiqa Insurance, dan FWD Insurance. Kehadiran mereka memperkuat ekosistem acara yang melibatkan kebutuhan olahraga, keamanan, hingga kenyamanan peserta.
Sejumlah brand lain juga ikut meramaikan gelaran ini, mulai dari Otospector, Tiger Balm, Datalabs, Pristine8.6+, Strive Sports Nutrition, Nisuma, Zinc, Ciptadent, Azzura, Posh, Eastvara Mall, Garmin, Shokz, Caplang, HL Sport, Red 1, BMW Astra, Greenfields, hingga St Ives. Sudjono menyebut kolaborasi tersebut diarahkan bukan hanya untuk mendukung kelancaran acara, tetapi juga untuk membangun kerja sama jangka panjang yang bermanfaat bagi masyarakat dan mendorong gaya hidup sehat.
BFI Run 2026 pun tampil sebagai ajang yang menggabungkan kompetisi, kesempatan internasional, dan dukungan industri yang luas. Dengan kuota besar, tiket yang cepat habis, serta hadiah yang signifikan, ajang ini kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu event lari yang paling disorot tahun ini.
