1.620 Siswi Ramaikan MLSC Surabaya, Pacarkeling Dan Manukan Kulon Naik Setelah Drama Penalti

Author: Cung Media

Sebanyak 1.620 siswi meramaikan MilkLife Soccer Challenge Surabaya Seri 2 2025-2026 dan menghadirkan dua juara baru di dua kategori usia. SDN Pacarkeling V/186 B merebut gelar KU 12, sedangkan SDN Manukan Kulon memastikan trofi KU 10 setelah sama-sama melewati final yang harus ditentukan lewat adu penalti.

Turnamen sepak bola putri itu digelar di Lapangan Bogowonto dan Lapangan Bola Jala Krida, Surabaya. Total ada 78 SD dan MI dari Surabaya dan sekitarnya yang ikut serta, dengan peserta terbagi ke dalam 73 tim KU 10 dan 77 tim KU 12.

Pacarkeling bangkit di final KU 12

Final KU 12 mempertemukan SDN Pacarkeling V/186 B dan SDN Manukan Kulon dalam duel yang ketat sejak awal. Emily Zitara membawa Manukan Kulon unggul pada menit kelima lewat peluang dari ruang tembak yang sukses menaklukkan kiper Mikayla Ramadhania.

Keunggulan itu bertahan sampai jeda karena Manukan Kulon tetap menjaga tekanan. Pacarkeling kemudian bangkit pada babak kedua dan menyamakan skor lewat tendangan keras Locita Waranggaini Olah Nismara pada menit ke-19.

Skor 1-1 bertahan hingga waktu normal habis sehingga pertandingan berlanjut ke adu penalti. Setelah enam penendang, kedudukan masih 5-5 dan regulasi coin toss dipakai untuk menentukan giliran penendang serta penjaga gawang.

Dalam momen penentuan itu, Darleine Maryam Khairunisa menjalankan tugasnya dengan baik dan memastikan Pacarkeling keluar sebagai juara. Hasil tersebut sekaligus menggagalkan peluang Manukan Kulon membawa pulang dua gelar dari dua kategori.

Pelatih Pacarkeling, Septyan Kurnia Hardiantoro, menyebut timnya tidak diprediksi melaju sejauh itu. Ia mengatakan mayoritas pemain masih berusia 10 tahun, tetapi tampil berani ketika laga masuk fase paling menentukan.

Locita kemudian dinobatkan sebagai Best Player KU 12. Ia menegaskan mental pantang menyerah menjadi modal utama kebangkitan tim setelah sempat tertinggal 0-1.

Manukan Kulon juga menunjukkan daya juang besar

Manukan Kulon sebenarnya juga tampil kuat dalam partai final KU 10. SDN DR. Sutomo V/327 sempat unggul cepat lewat gol Shezan Azarine Fahima pada menit kedua dan Nayla Nur Hafizah tujuh menit kemudian.

Manukan Kulon memperkecil keadaan melalui tendangan bebas jarak jauh Keyvara Malayeka pada babak pertama. Namun, situasi kembali berat setelah Adiba Utomo Putro membuat DR. Sutomo menjauh 3-1 pada babak kedua.

Manukan Kulon menolak menyerah dan membalikkan jalannya pertandingan. Keyvara mencetak dua gol tambahan pada menit ke-24 dan ke-27 untuk melengkapi hattrick dan membuat skor menjadi 3-3 sebelum laga ditentukan lewat adu penalti.

Dalam drama tos-tosan, Manukan Kulon tampil lebih tenang dan memastikan gelar juara KU 10. Keyvara yang terpilih sebagai Best Player KU 10 mengatakan dorongan pelatih membuat timnya tetap fokus mengejar ketertinggalan.

Panggung besar bagi talenta putri Surabaya

Head Coach MilkLife Soccer Challenge, Jacksen Ferreira Tiago, menilai kualitas pemain putri di Surabaya terus meningkat. Ia melihat ekosistem sepak bola di kota itu semakin matang dan melahirkan banyak pemain potensial.

Jacksen juga tengah menyiapkan pemain terbaik untuk masuk ke skuad MilkLife Soccer Challenge All Star yang akan tampil di Kudus pada pertengahan Juni mendatang. Menurut dia, pembinaan yang tepat masih bisa membuat potensi para siswi Surabaya berkembang lebih besar.

Daftar penghargaan individu juga memperlihatkan persaingan yang ketat. KU 10 mencatat Atsilah Dhia Syarafana sebagai top scorer dengan 31 gol, Almahyra Sheza Arifin sebagai Best Goalkeeper, dan SDN Sawahan 4 sebagai Fair Play Team, sementara KU 12 menempatkan Anindita Lesmana sebagai top scorer dengan 29 gol, Ainur Fitriani sebagai Best Goalkeeper, dan SDN Pakis 1/368 sebagai Fair Play Team.

Source: www.medcom.id
Terbaru