Zendhy Kusuma Tak Hanya Main Gitar, Ia Sedang Mencetak Generasi Baru Gitaris Indonesia

Regenerasi gitaris Indonesia kini bergerak ke arah yang lebih serius. Zendhy Herdian Kusuma mendorong pembinaan yang tidak berhenti pada panggung, tetapi membangun sistem belajar yang rapi untuk menyiapkan generasi baru gitaris.

Pesan itu menguat saat ia hadir di Experience Guitars Show 2026 di Lippo Mall Nusantara. Di sana, ia tampil bukan hanya sebagai musisi, tetapi juga sebagai sosok yang menekankan pentingnya pendidikan bagi masa depan industri musik.

Dari panggung ke ruang belajar

Latar belakang akademik Zendhy memperkuat langkahnya di dunia pendidikan musik. Ia menempuh pendidikan di Institut Kesenian Jakarta dan mengantongi sertifikasi internasional LRSL serta FLCM dari University of West London.

Bekal itu membuat posisinya tidak hanya dikenal sebagai pemain gitar, tetapi juga sebagai pendidik. Ia membangun fondasi teknis dan musikal yang lebih terarah bagi para gitaris muda.

Melalui Zendhy Kusuma Guitar School yang berdiri sejak 2021, ia membina gitaris dari berbagai level. Programnya menyasar pemula hingga tingkat lanjutan agar jalur pembelajaran tetap berkesinambungan.

Di sekolah tersebut, pembelajaran tidak dibatasi pada teknik bermain gitar. Siswa juga dibekali pemahaman yang lebih luas tentang rasa, struktur lagu, dan eksplorasi sound.

Disiplin dan konsistensi jadi kunci

Zendhy menilai disiplin menjadi bagian penting dalam proses belajar. Ia menegaskan bahwa konsistensi adalah syarat utama untuk berkembang sebagai gitaris.

“Gitaris yang sukses adalah gitaris yang konsisten,” ujarnya.

Pendekatan itu dirancang agar siswa tidak hanya mahir secara teknis. Mereka juga diharapkan siap menghadapi perjalanan panjang di dunia musik dan tahan terhadap proses yang tidak singkat.

Fokus tersebut menunjukkan bahwa pembinaan yang dibangun Zendhy tidak mengejar hasil cepat. Ia ingin melahirkan musisi yang kuat dalam teknik sekaligus matang dalam perjalanan karier.

Musik sebagai sarana memberi dampak

Bagi Zendhy, musik tidak berhenti sebagai keterampilan individu. Ia memandang musik sebagai sarana untuk memberi dampak kepada orang lain dan lingkungan sekitar.

Karena itu, pendidikan yang ia bangun selalu menekankan nilai dan karakter. Ia ingin musisi yang lahir dari proses belajar memiliki kontribusi nyata, bukan hanya mengejar pencapaian pribadi.

“Sebaik-baiknya manusia adalah yang bermanfaat bagi manusia lainnya,” kata Zendhy.

Prinsip itu menjadi dasar pembentukan musisi yang kompeten sekaligus berintegritas. Kemampuan memainkan instrumen dipadukan dengan sikap dan tanggung jawab sosial dalam satu proses belajar.

Menjawab kebutuhan industri musik

Kurikulum di sekolah gitarnya juga disusun agar selaras dengan kebutuhan industri musik saat ini. Siswa didorong untuk tumbuh secara adaptif, kreatif, dan siap bersaing di tengah perubahan yang cepat.

Langkah itu relevan dengan kebutuhan regenerasi musisi Indonesia yang terus berjalan. Pendidikan yang terarah dipandang sebagai salah satu kunci untuk menjaga kualitas skena musik ke depan.

Dukungan atas kiprah Zendhy juga datang dari Andra Ramadhan. Ia menyebut Zendhy sebagai musisi, gitaris, dan komposer yang sangat handal, sekaligus menilai dirinya sebagai salah satu extraordinary guitarist di Indonesia.

Pengakuan itu mempertegas posisi Zendhy sebagai figur yang menjembatani performa dan pendidikan. Ke depan, ia menargetkan penguatan ekosistem pendidikan musik yang lebih luas agar lahir generasi gitaris yang bukan hanya piawai, tetapi juga mampu memberi dampak berkelanjutan bagi industri musik Indonesia.

Source: www.idntimes.com

Baca Juga

Back to top button