Zelenskiy Tuding Moskow Usai Serangan Rudal Kyiv Tewaskan 24 Warga, Tiga Anak Jadi Korban

Serangan rudal Rusia ke sebuah blok apartemen di Kyiv memicu kemarahan Presiden Volodymyr Zelenskiy dan menewaskan 24 orang, termasuk tiga anak. Di lokasi yang hancur itu, Zelenskiy meletakkan mawar merah dan menuntut Moskow dihukum atas serangan yang ia sebut nyaris meratakan satu bagian bangunan.

Pemerintah kota Kyiv langsung menetapkan hari berkabung. Bendera diturunkan setengah tiang, sementara semua acara hiburan di ibu kota dibatalkan atau ditunda sebagai tanda duka bagi para korban.

Pencarian Berlangsung Lebih dari 28 Jam

Operasi pencarian dan penyelamatan di gedung apartemen tersebut berlangsung lebih dari 28 jam. Kementerian Dalam Negeri mengatakan ratusan petugas menyisir sekitar 3.000 meter kubik puing untuk memastikan tidak ada korban lain yang tertinggal.

Pejabat kota menyebut 24 jenazah ditemukan dari reruntuhan. Sekitar 30 orang berhasil diselamatkan hidup-hidup, hampir 50 orang terluka, dan sekitar 400 warga membutuhkan dukungan psikologis setelah serangan itu.

Zelenskiy mengatakan para petugas tanggap darurat bekerja tanpa henti selama lebih dari sehari. Ia menyampaikan pernyataan itu usai mengunjungi lokasi serangan di distrik Darnytskyi, di tepi kiri Sungai Dnipro, sambil berbicara langsung dengan para penyelamat.

Serangan Terberat ke Kyiv Tahun Ini

Pejabat Ukraina menyebut serangan ke ibu kota itu sebagai serangan udara terberat Rusia terhadap Kyiv tahun ini. Gedung apartemen yang dihantam rudal menjadi salah satu titik paling parah yang terdampak dalam rentetan serangan tersebut.

Menurut analisis awal yang disampaikan Zelenskiy, Rusia menggunakan rudal Kh-101 buatan baru dalam serangan itu. Ia menilai serangan tersebut menunjukkan pola penghancuran yang terus berulang terhadap wilayah sipil Ukraina.

Moskow belum segera menanggapi serangan ke gedung apartemen tersebut. Rusia selama ini membantah sengaja menargetkan warga sipil, meski serangan udaranya kerap menghantam bangunan tempat tinggal dan infrastruktur sipil di seluruh Ukraina.

Gelombang Serangan Meluas

Dalam dua hari berturut-turut pekan ini, Rusia meluncurkan lebih dari 1.500 drone dan puluhan rudal ke berbagai wilayah Ukraina, menurut pejabat Ukraina. Serangan itu juga menimbulkan korban di wilayah barat Ukraina yang jauh dari garis depan.

Sedikitnya enam orang tewas dalam serangan pada Rabu di Ukraina barat. Rentetan serangan lintas wilayah itu memperlihatkan bahwa sasaran Rusia tidak hanya berada di area dekat pertempuran.

Zelenskiy menegaskan Rusia tidak boleh dinormalisasi selama terus menghancurkan nyawa dan berusaha lolos dari hukuman. Ia kembali mendesak sekutu Ukraina untuk memperkuat pertahanan udara agar serangan semacam ini bisa ditahan lebih baik.

Di Kyiv, suasana duka tampak jelas di ruang publik yang biasanya ramai. Dengan bendera setengah tiang dan kegiatan hiburan yang dihentikan, ibu kota Ukraina itu menghabiskan hari untuk menghormati para korban dan mencari jawaban atas salah satu serangan paling mematikan di kota tersebut tahun ini.

Baca Juga

Back to top button