Inggris menyerukan respons internasional yang lebih tegas terhadap kekerasan di Sudan saat perhatian dunia kembali mengarah ke El Obeid. Yvette Cooper memperingatkan bahwa kota itu tidak boleh berubah menjadi “tragedi tak masuk akal berikutnya” di tengah debat darurat Dewan Hak Asasi Manusia PBB.
Seruan itu muncul ketika serangan drone terus menimbulkan kekhawatiran di wilayah tersebut. Cooper meminta komunitas internasional menunjukkan “persatuan dan keteguhan” agar pola kekerasan yang mematikan tidak kembali terulang.
El Obeid di bawah ancaman berulang
Dalam beberapa pekan terakhir, puluhan serangan drone menghantam El Obeid di Sudan. Serangan itu disebut menargetkan pekerja bantuan, menewaskan warga sipil, dan mengganggu akses ke layanan penting.
Cooper menilai dunia sudah pernah melihat pola serangan seperti ini sebelumnya. Karena itu, ia menolak sikap diam ketika risiko terhadap warga sipil terus meningkat dan kebutuhan kemanusiaan semakin terdesak.
Bayang-bayang kegagalan di El Fasher
Cooper juga menyinggung El Fasher sebagai contoh kegagalan perlindungan terhadap warga sipil. Ia mengatakan dunia gagal terhadap penduduk El Fasher tahun lalu, ketika terjadi kekejaman yang mengerikan.
Peringatan tersebut membuat situasi El Obeid terlihat sebagai kelanjutan dari risiko yang lebih luas di Sudan. London khawatir keterlambatan respons internasional akan membuka jalan bagi bencana kemanusiaan berikutnya.
| Lokasi | Fokus Kekhawatiran | Dampak yang Disebutkan |
|---|---|---|
| El Obeid | Serangan drone berulang | Korban sipil, pekerja bantuan menjadi sasaran, layanan penting terganggu |
| El Fasher | Contoh kegagalan perlindungan sebelumnya | Kekejaman yang mengerikan terhadap penduduk |
Debat darurat PBB jadi ujian
Debat darurat di Dewan Hak Asasi Manusia PBB pada Jumat menjadi momen penting bagi respons global. Cooper menyebut pertemuan itu sebagai kesempatan sekaligus ujian bagi komunitas internasional.
Ia mendesak negara-negara tidak membiarkan perbedaan sikap memperpanjang penderitaan di lapangan. Menurutnya, dunia harus merespons dengan persatuan dan tekad yang jelas agar kekerasan tidak terus meluas.
Dukungan dari luar ikut disorot
Cooper juga menyoroti bahwa perang di Sudan masih bertahan karena ada dukungan eksternal. Ia mengatakan lebih dari selusin negara terlibat dalam aliran senjata dan bentuk dukungan lain kepada pihak-pihak yang bertikai.
Karena itu, ia meminta pihak-pihak yang memicu konflik untuk menghentikannya sekarang. Ia juga mendesak semua pihak yang punya pengaruh agar segera memakainya untuk mencegah pertumpahan darah lebih lanjut.
Korban sipil terus bertambah
Seorang pejabat senior PBB sebelumnya mengatakan serangan drone menewaskan lebih dari 1.000 warga sipil di negara yang dilanda perang itu dalam lima bulan pertama 2026. Angka tersebut menunjukkan betapa berat biaya kemanusiaan yang terus ditanggung warga Sudan.
Di tengah situasi itu, El Obeid menjadi titik perhatian baru dalam perang yang telah menimbulkan penderitaan luas. Seruan Inggris menegaskan bahwa penghentian kekerasan harus menjadi prioritas sebelum jumlah korban bertambah lagi.







