Penangkapan Taufik Hidayat oleh Polda Jawa Barat membawa rasa lega bagi YTR, korban dugaan penyekapan dan penganiayaan yang masih menjalani pemulihan. Setelah lama terpisah dari keluarga dan ditemukan dalam kondisi memprihatinkan, YTR merasa proses hukum mulai bergerak ke arah yang membuatnya lebih tenang.
Di rumah sakit, YTR menyampaikan langsung bahwa kabar penangkapan itu membuatnya lebih bahagia dan lebih aman. Ucapan itu juga memperlihatkan bahwa beban psikologis yang ia alami belum benar-benar hilang, meski kini sudah berada dalam pengawasan medis.
Rasa lega setelah pelaku diamankan
YTR mengucapkan terima kasih kepada Kapolda dan pihak-pihak yang membantu pengungkapan kasus tersebut. Ia juga menyebut nama Deddy, Kapolda, dan jajaran kepolisian yang ikut menangani perkara ini, sebagaimana disampaikan melalui akun Instagram keluarga.
“Alhamdulillah senang sekali, terima kasih Bapak Kapolda sudah membantu saya. Saya jadi lebih senang lagi, saya lebih bahagia lagi, dan saya lebih tenang karena dia sudah tertangkap,” ujar YTR.
Ketenangan itu menjadi penting karena YTR masih menjalani pemulihan fisik dan mental. Kondisinya disebut masih membutuhkan perawatan lanjutan, termasuk gangguan penglihatan, luka pada wajah, dan kesulitan berjalan.
Harapan agar hukuman dijatuhkan seberat mungkin
Di tengah rasa lega, YTR tetap menaruh harapan besar pada proses hukum. Ia meminta agar pelaku dijatuhi hukuman yang setimpal dengan perbuatan yang diduga dilakukan terhadap dirinya.
“Saya ingin dia dihukum seberat mungkin. Biar dia ngerasain apa yang saya rasain,” kata YTR.
Pernyataan itu menunjukkan bahwa luka yang ia alami belum selesai. Bagi keluarga, penangkapan pelaku memang memberi rasa aman, tetapi pemulihan korban masih menjadi prioritas utama.
Keluarga ikut menuntut keadilan
Harapan hukuman berat juga datang dari keluarga dekat YTR. Erni, tante korban yang aktif membagikan perkembangan kondisi keponakannya di media sosial, meminta agar pelaku dijatuhi hukuman seberat-beratnya dan setimpal.
Sementara itu, ayah YTR menilai hukuman berat memang pantas dijatuhkan karena dampak yang dialami putrinya sangat besar. Ia bahkan menyebut kemungkinan hukuman seumur hidup sebagai bentuk keadilan yang layak.
“Ya hukumlah seberat-beratnya. Sebenarnya kan kita negara hukum, ya kalau bisa seumur hidup saja. Sebenarnya kan anak kita juga seumur hidup cacat,” katanya.
Ucapan itu menggambarkan beratnya beban keluarga sejak YTR ditemukan kembali dalam kondisi yang sangat buruk. Mereka sempat kehilangan kontak cukup lama sebelum akhirnya bertemu lagi dalam situasi yang membuat keluarga terpukul.
Kasus terus diproses, pemulihan tetap berjalan
Setelah penangkapan Taufik Hidayat, keluarga berharap proses hukum berlangsung transparan dan memberi keadilan bagi YTR. Mereka juga ingin kasus ini menjadi perhatian serius agar tidak ada perempuan lain yang mengalami peristiwa serupa.
Di sisi lain, perhatian utama keluarga tetap tertuju pada pemulihan YTR yang masih menjalani perawatan intensif. Dukungan dari keluarga dan perhatian publik disebut ikut memberi kekuatan bagi korban untuk bertahan dan perlahan bangkit.
Bagi YTR, tertangkapnya Taufik Hidayat menandai berakhirnya satu fase ketakutan, meski perjuangan untuk pulih belum selesai. Di tengah proses medis dan hukum yang berjalan, keluarga berharap seluruh rangkaian kasus ini benar-benar memberi keadilan sekaligus perlindungan bagi korban.
Source: www.viva.co.id






